[Book Review] One Little Thing Called Hope by Winna Efendi

Aeryn
Hidup Aeryn seolah nyaris sempurna. Pintar, cantik, populer. Namun, setelah kehilangan ibunya, Aeryn menyadari bahwa kebahagiaan tidak pernah berlangsung terlalu lama. Selalu ada sesuatu yang terjadi. Kehadiran Flo dan Tante Hera membuat segalanya berubah. Bahagia ternyata tak seperti yang ia duga.

Flo
Bagi Flo, hidup adalah makanan manis, kue, tas perca dan aksesori buatan tangan, kotak-kotak susu aneka warna, serta Genta dan Theo – dua cowok paling berarti baginya. Bahagianya hampir terasa lengkap ketika ia memiliki Aeryn sebagai kakak perempuan yang ia idamkan. Namun, bahagi ternyata tak seperti yang ia duga.

Ini kisah persahabatan yang tak terduga di antara orang-orang yang dipertemukan secara tak sengaja, keteguhan hati untuk bertahan pada pilihan meski itu sulit. Juga tentang cinta dan harapan yang harus dibagi dan direlakan pergi.

“Walaupun satu orang penting dalam hidup lo menghilang, bukan berarti yang lain juga akan pergi.”—hlm. 66 (Mari kita sebut ini Hope, harapan)

Baca lebih lanjut

[Book Review] Déessert by Elsa Puspita

Bagi sebagian orang, cinta SMA hanyalah salah satu kenangan masa remaja yang mudah saja untuk dilupakan. Tapi, bagaimana jika ia kembali hadir di masa kini? Dengan sosok yang jauh berbeda daru masa lalu. Lebih tampan, lebih berkharisma, dan lebih berpotensi kembali mencuri hati?

“Setelah hari itu, Dewa menyadari kalau Naya tidak pernah lagi menjawab asal atas sekua pertanyaannya.”—hlm. 81

Naya begitu kaget melihat Dewa kembali ke Tanah Air, setelah selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia. Karena campur tangan Lulu, sahabat sekaligus partner bisnis Naya, pria itu kini membantu mengurusi calon resto baru Naya dan Lulu, sebagai chef pastry. Namun, semuanya jadi tidak mudah. Di tengah kesibukan jelang pembukaan Dapoer Ketje, keduanya justru melancarkan aksi perang dingin dengan ego masing-masing.

“Kamu sama Dewa itu masih rusak. Kalian bisa sok nggak peduli, padahal dalamnya sama-sama berantakan.”

Suasana makin diperparah dengan kehadiran Ava, mantan kekasih Dewa yang datang dari Australia. Juga Dipati, mantan Naya yang seorang artis. Perang dingin di antara mereka tampaknya akan meledak, memuntahkan segala ganjalan yang telah tersimpan selama bertahun-tahun. Sesuatu yang menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum sepenuhnya selesai.

“Udah lewat, tapi belum selesai.” hlm. 243

Baca lebih lanjut

[Book Review] Jingga untuk Matahari by Esti Kinasih

Ari dan Tari menjalani hari-hari penuh pelangi. Tari bahagia karena ternyata Ari cowok lembut dan penuh perhatian. Sedangkan Ari gembira luar biasa ketika mendengar Ata dan Mama akhirnya kembali ke Jakarta.

Namun, tanpa Ari ketahui, selama ini Ata menyimpan kepedihan yang membuatnya bertekad melampiaskannya kepada Ari dan Papa. Saat itulah Ari menyadari ada “kisah” yang dia tidak tahu di antara papa dan mamanya.

Sementara itu, Tari mulai bingung menata hati. Karena pada saat rasa sayangnya untuk Ari semakin tumbuh, Angga muncul lagi dan “nembak” langsung. Sebenarnya, apa yang menjadi alasan Angga begitu dendam pada Ari dan bertekad merebut seseorang yang paling berharga darinya?

“Kalo lo ngincer cewek yang udah punya cowok, rebut dia di depan cowoknya. Jangan di belakang,” kalimat Ata itu terus terngiang di benak Angga.

Baca lebih lanjut

[Book Review] Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang by Gina Gabrielle

Sebuah dongeng bagi kamu, yang sudah cukup dewasa untuk kembali bermimpi.

“Konon katanya, pada suatu tidur, kau bisa sampai ke suatu tempat yang disebut Ujung Pelangi. Di sana ada seorang gadis dengan wajah tertutup cadar yang akan menenunkan Mimpi untukmu…”

Seorang pria dengan Hati luka melihat kertas terbang dalam Mimpinya. Ia mengikuti arah kertas tersebut terbang, dan sampai ke Lembah Es. Ia menyangka Hatinya akan sembuh, namun ternyata Lembah Es hanyalah tempat untuk mendinginkan Hati.

Di lain tempat, tanpa ia ketahui, langit memar. Dunia terancam hancur, dan pria itulah yang dipilih untuk menyelamatkannya.

Tapi, karena tidak sanggup lagi menanggung sakit, ia memutuskan untuk selama-lamanya membekukan Hati di Lembah Es.

Lalu langit pun retak, dan hendak runtuh.

Diiringi dengan sajak-sajak yang menghangatkan Hati, kisah ini akan membawamu dalam perjalanan untuk menjadi sembuh—dan mengubah dunia, entah bagaimana caranya.

Baca lebih lanjut

[Book Review] Sylvia’s Letters by Miranda Malonka

Ada surat-surat yang takkan pernah dikirim. Ada surat-surat yang telah dikirim dan mungkin tak pernah dibaca penerimanya.

Hidup mengajari Sylvia tentang obsesi. Persahabatan mengajarinya tentang masalah. Dan Sylvia yakin semua orang bisa diselamatkan dari masalah hidup mereka.

Hingga ia bertemu dengan Anggara, yang mengajarinya tentang cinta yang melepaskan ikatan. Dan untuk pertama kalinya Sylvia menyadari bahwa ia tidak bisa menjadi penyelamat semua orang.

Terkadang peraturan keselamatan tidak lagi berlaku ketika berkaitan dengan obsesi dan cinta.

Baca lebih lanjut

[Book Review] Nyawa by Vinca Callista

Suara-suara itu, selalu datang tiap malam. Melenguh, seakan kesakitan. Tak hanya itu, suara rengekan anak kecil juga terselip diantara daun pintu kamarku. Belum lagi, nenek kakek yang suka datang ke rumah kos ini.

“Siapa kakek-nenek itu? Mereka pasti bukan hantu. Rory tidak percaya hantu.”—hlm. 51

Puncaknya, aku merasakan sesak saat seseorang mencekik leherku di saat tidur. Ini malapetaka. Apa yang tengah terjadi di rumah kos ini?

“Mati. Ya … kematian adalah caraku untuk mendatangimu.”—hlm. 243

Baca lebih lanjut

[Book Review] Lost and Found by Dy Lunaly

Setiap benda akan patah. Termasuk hati. Walau sudah delapan tahun berlalu, hati Illa masih patah dan jiwanya rusak. Sampai detik ini dia masih tidak memiliki kepercayaan diri untuk kembali berurusan dengan cinta. Bukan tanpa alasan, dia takut untuk kembali terluka, mental dan fisik.

Illa menjalani hidupnya dengan membuka sebuah toko bernama My Ex-Boyfriend di sudut jalan Braga. Toko yang menarik perhatian banyak orang karena tokonya khusus menjual barang pemberian dari mantan. My Ex-Boyfriend tidak pernah sepi membuat hidupnya cukup sibuk dan untuk sesaat dia berhasil melupakan sesuatu yang bernama cinta. Hingga seorang pria tidak sengaja hadir dalam hidupnya.

Mungkinkah hati yang tidak hanya sudah patah melainkan berderai mampu kembali utuh? Mungkinkah rasa percaya yang sirna karena pengalaman buruk mampu kembali untuk percaya?

Pada akhirnya, akankah tragedi menghasilkan bahagia?

“Mungkinkah hatiku akan kembali utuh?”—hlm. 2

Baca lebih lanjut

[Book Review] Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

“Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi …. Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.”

Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan; hanya kemungkinan adanya stalker mencurigakan yang tahu alamat tempat tinggalnya.

Ketika—tanpa rasa takut—Emina mencoba menelusuri jejak sang stalker, pencariannya mengantarkan dirinya kepada gadis kecil misterius di toko bunga, kamar apartemen sebelah tanpa suara, dan setumpuk surat cinta berisi kisah yang terlewat di hadapan bangunan-bangunan tua Kota Jakarta.

Baca lebih lanjut

[Book Review] Il Tiramisu by Dy Lunaly

Gytha terpaksa menerima tawaran kerja sebagai host chef di salah satu acara televisi. Ia memenuhi utang budi kepada teman lama meski sebenarnya tidak yakin bisa melakukannya. Ditambah lagi Gytha tidak sendiri. Executive Chef di Olive Garden itu akan menjadi host bersama Wisnu, seorang penyanyi yang sedang naik daun.

Meski rupawan dan mutlak digandrungi para wanita, pria itu memberi kesan pertama yang buruk kepada Gytha. Wisnu Kanigara, tidak lebih dari seorang selebritas yang angkuh dan menyebalkan. Lebih menyebalkan lagi karena mereka harus sering bersama dan terlihat akrab.

Sejak itu, kehidupan Gytha tidak lagi tenang. Ia menjadi incaran media gosip Tanah Air yang haus berita akan kedekatannya dengan Wisnu. Media terus berusaha mengorek apa pun tentangnya. sampai-sampai hal yang paling dirahasiakan Gytha, tentang masa lalu kelamnya, berhasil diungkap media. Gytha sungguh menyesali keputusannya mengambil pekerjaan ini. Ia menyesal mengenal Wisnu. Ia juga menyesal telah terjebak dalam rasa yang tak seharusnya ia simpan untuk pria itu.

Baca lebih lanjut

[Book Review] Menjadi Selamanya by Luna Torashyngu

Bagi Jovanka Mileena menjadi sukses dan terkenal adalah segalanya. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya Jovanka berhasil menjadi penyanyi. Sayangnya kenyataan pahit kembali untuk Jovanka: albumnya tak laku di pasaran, stasiun TV tak mempedulikan dia, dan manajernya berhenti demi penyanyi lain.

Ketika Jovanka mencari cara untuk tetap bertahan di industri musik, ia menemukan lagu “Melodi Rembulan”. Mendadak sorot lampu panggung kembali meneranginya: terang dan menyilaukan. Namun kemudian kematian dan kejadian misterius mulai membayangi Jovanka. Kini semua membawanya ke sebuah pertanyaan: berapa harga yang pantas untuk menjaga keabadian?

<!–more–>


Cover Novel

Paperback, 256 pages
Published December 2013 by PlotPoint
ISBN13 9786029481532
Rating: ⭐⭐⭐⭐


STYLE

Sebuah novel yang ber-ide sangat kompleks, mengandung unsur Horor, Mysteri, Thriller, History, Mistic, Legend bahkan sampai ada kemiripan dengan film. Khususnya Final Destination.

Kalau membaca blurbnya saya nggak sampai berfikir kalau cerita ini bakal berhubungan dengan hal-hal yang berbau mistis dan horor. Yang ada dalam pikiran saya malah cerita semodel D’Angel yang full pembunuhan-pembunuhan ilmiah, bukannya yang mistis.

Nggak ada sisi romantis disini (padahal kan saya paling suka sama romance story). Karena itu novel ini full petualangan. Jadi jangan harap ada cowok kece yang bakal jadi kekasihnya Jo (tokoh utama). Walau sempat disebut sekali tentang hubungan Jo dan satu orang cowok yang sukses membuat saya berharap lebih. Tapi saya kena php.

Kesan horor dan mistisnya benar-benar kuat. Bayangan hantu yang mencabut jantung manusia, Nyi Roro Kidul, perkampungan di pinggiran hutan, semuanya digambarkan dengan baik. Hingga imajinasi pembaca semakin liar namun tetap terkontrol.

SETTING

Bahasa Jawa sebagai bahasa beberapa tokoh yang dituliskan juga tidak ada masalah. Namun ada sedikit ganjalan mengenai penggunaan sebutan garwo. Dalam bahasa Jawa (Temanggung, Jawa Tengah), garwo diartikan sebagai istri namun bukan selir. Garwo berasal dari dua kata yang digabung yaitu sigaring nyawa atau belahan jiwa. Memang bisa saja kata itu dipakai untuk menyebut selir raja.

Penggunan bahasa ini juga memberi kekuatan dalam latar tempat cerita. Terasa sangat nyata. Sebuah perkampungan di dalam hutan yang sangat jauh dari kota bahkan belum tentu ada orang yang sadar sebenarnya di sana terdapat kampung.

EVENTS

Semuanya ditakar Luna Torashyngu dengan pas. Pengenalan, klimaks, antimklimaks, ending, sangat memuaskan. Tidak ada yang terburu-buru atau terlalu lambat.

Endingnya, saya merasa segala teror itu telah berakhir setelah Cleo “berperang” dengan Nyi Rarang. Tapi nyatanya tidak. Ending yang mirip Final Destination.

PLOT

Keren! Tapi bintang 4 saja. Soalnya saya dibuat ketakutan sekali dengan hantu yang mengeluarkan tangan dari kaca untuk menarik jantung korbannya. Brrrr!!

Cocok dibaca sambil dengerin lagu Lingsir Wengi wkwk. Kidding! Jangan, nanti kalian kesurupan.

I would recommend this book to Luna Torashyngu’s fans yang selalu memikat pembaca dengan cerita petualangannya.

Tentang Luna Torashyngu