[Book Review] Wonderful Life by Amalia Prabowo

​“Sen… dok, Qil.”
“Nes… dok.”
“Sendok….”
“Nesdok….”
Jalan hidup Amalia Prabowo terasa runtuh ketika tahu Aqil, putra sulungnya, menyandang disleksia. Perempuan dengan pendidikan dan karir cemerlang ini harus berlapang dada putranya divonis tak akan mampu meraih prestasi akademis. Aqil tidak hanya kesulitan dalam melafal kata dan merangkai kalimat, tapi juga membaca, menulis, dan berhitung.

“Oleh-Nya Aqil dititipkan padaku, aku harus melapangkan dadaku menerima rencana-Nya. Aku tak berhak mencetaknya menjadi sosok yang kuinginkan. Kehidupan adalah miliknya, begitu pula Aqil.”—hlm. 82

Tak mau menyerah pada nasib, Amalia berusaha masuk ke dunia Aqil. Berbekal kesabaran, kemauan untuk mendengar dan memahami, Amalia menemukan dunia yang penuh warna, imajinasi, dan kegembiraan. Dunia yang mengubah secara total kehidupan pribadi dan keluarganya.

“Cara terbaik untuk bertahan dalam kehidupan yang bukan milik kita ini adalah berdamai dengan kehidupan.”

Baca lebih lanjut