[Book Review] Une Personne Au Bout De La Rue by Yayan D

DAIVA
Berhentilah bermimpi Daiva, ini dunia nyata. Di dunia nyata, terkadang, kita harus belajar menerima kenyataan bahwa mungkin tidak ada yang menunggu kita di ujung sana. Dan, Pangeran Tampan hanya ada dalam cerita pengantar tidur.

TRISTAN
Saat aku berusaha melupakan luka, aku bertemu dengannya. Gadis yang selalu bisa membuatku mengingat betapa sederhananya menjadi bahagia. Aku jatuh cinta. Seharusnya, semua kembali baik-baik saja, bukan? Sayang, kau tidak pernah bisa menduga, cinta membawa

Ini kisah tentang Daiva, yang selalu percaya akan ada seseorang yang tepat pada waktu yang tepat. Namun, seseorang itu tak juga kian terlihat.

Ini juga kisah tentang Tristan yang merasa bisa membeli segalanya, kecuali rasa setia.

Ini kisah tentang seseorang di ujung jalan. Seseorang yang mungkin menunggumu. Seseorang yang mungkin mengubah cara pandangmu tentang cinta.

Baca lebih lanjut

[Book Review] Déessert by Elsa Puspita

Bagi sebagian orang, cinta SMA hanyalah salah satu kenangan masa remaja yang mudah saja untuk dilupakan. Tapi, bagaimana jika ia kembali hadir di masa kini? Dengan sosok yang jauh berbeda daru masa lalu. Lebih tampan, lebih berkharisma, dan lebih berpotensi kembali mencuri hati?

“Setelah hari itu, Dewa menyadari kalau Naya tidak pernah lagi menjawab asal atas sekua pertanyaannya.”—hlm. 81

Naya begitu kaget melihat Dewa kembali ke Tanah Air, setelah selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia. Karena campur tangan Lulu, sahabat sekaligus partner bisnis Naya, pria itu kini membantu mengurusi calon resto baru Naya dan Lulu, sebagai chef pastry. Namun, semuanya jadi tidak mudah. Di tengah kesibukan jelang pembukaan Dapoer Ketje, keduanya justru melancarkan aksi perang dingin dengan ego masing-masing.

“Kamu sama Dewa itu masih rusak. Kalian bisa sok nggak peduli, padahal dalamnya sama-sama berantakan.”

Suasana makin diperparah dengan kehadiran Ava, mantan kekasih Dewa yang datang dari Australia. Juga Dipati, mantan Naya yang seorang artis. Perang dingin di antara mereka tampaknya akan meledak, memuntahkan segala ganjalan yang telah tersimpan selama bertahun-tahun. Sesuatu yang menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum sepenuhnya selesai.

“Udah lewat, tapi belum selesai.” hlm. 243

Baca lebih lanjut

[Book Tour + Giveaway] Une Personne Au Bout De La Rue

Halo perkenalkan, saya Pramestya Ambangsari biasa dipanggil Tya. Punya hobi jadi anak alay yang nyetatus setiap hari di sosmed biar hidup saya ada “tanda”-nya. Selain itu saya hobi membaca dan ikut giveaway.

Ngomongin giveaway, siapa pernah dapat pertanyaan gini: “Masa lalu sebaiknya dilupakan, diingat-ingat, atau diapakan?”. Kalau kamu dulu pernah ikut giveaway di blog Kak Frida, pasti ada satu pertanyaan ini.

Baca lebih lanjut

[Book Review] Strawberry Cheesecake by Ayuwidya

Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hati yang tak kunjung menerima cintanya, Alana menerima tantangan itu. Reality show membuat kue! Di sinilah petaka dimulai. Alana bisa melakukan apapun, kecuali memasak! Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah-susah melakukan ini.

“Apakah kamu tahu bagaimana rasanya itu? Melakukan sesuatu yang justru paling kamu benci untuk orang yang kamu cintai?”—hlm. 64

Ia terpaksa harus berbohong di depan kamera bahwa ia mahir membuat cake.

Adonan menjijikkan, kue bantat, dekorasi mengerikan adalah hasil karya Alana selama proses syuting. Untungnya, ia bertemu Regan, seorang karyawan baru di Strawberry Garden Deli, kafe tempat mereka syuting.

Alana takjub dengan kemampuan Regan membuat kue. Karenanya, Alana membujuk Regan habis-habisan untuk mengajarinya demi keperluan syuting.

“Orang itu benar-benar aneh. Kemarin malam menutup pintu untukku, tapi pagi ini ia menggedor-gedor pintu rumahku.”—hlm. 65 (Alaaah tapi kamu suka kan?!😚😏😉)

Meski Regan galak dan menyebalkan, Alana terpaksa belajar darinya. Alana benci harus menghadapi Regan yang sok cool itu setiap hari. Alana benci ketika Regan selalu meremehkan kemampuannya, yang sebenarnya memang tidak ada. Alana benci terlihat bodoh di depan Regan. Dan, yang paling tidak disukai Alana adalah ia benci harus menyangkal tunas-tunas perasaan yang tumbuh di hatinya, untuk Regan.

“Berandalan ini sebenarnya memang keren, tapi tidak mungkin kalau aku sampai menyukainya.”—hlm. 67 (Aku suka sebutan berandalan buat Regan! Tapi sayang deskripsi betapa berandalnya dia masih kurang.)

“Kenapa kamu melakukan semua ini, Regan?”—hlm. 272

Baca lebih lanjut

[Sabtu Nongkrong] Cara Keren Curhat di Sosial Media

Kenapa saya suka bermonolog di sosial media alias ngomongin apa yang terjadi pada saya tapi jarang membaur dengan teman-teman maya?

Pertanyaan panjang yang jawabannya juga panjang.

Baca lebih lanjut

[Wishful Wednesday] #4

Hi! Welcome back to WW a la saya 😏

Kali ini ada satu novel yang saya harap dapat saya miliki segera, yaitu

Baca lebih lanjut

[Sabtu Nongkrong] Kader Peduli AIDS Temanggung dalam Gerakan Anti Narkoba

Halo selamat siang! Memang bukan hari Sabtu, tapi hari ini saya mau berbagi sedikit hal tentang apa yang telah saya dapatkan di Penyuluhan Kader HIV-AIDS-NARKOBA untuk remaja yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Februari 2016.

Baca lebih lanjut