[Book Review] Money, Love, Happiness by Awie Awan

Lisa merasa sistem manajemen yang ia tawarkan lebih baik dari milik Ayahnya. Hal itu sering memicu pertengkaran diantara mereka berdua karena perbedaan prinsip dan pandangan.

Sampai suatu hari, pertengkaran dia dan Ayahnya itu semakin hebat, membuat Lisa akhirnya memilih untuk keluar dari perusahaan Ayahnya. Ia berjanji akan membuktikan pada Ayahnya kalau ia bisa sukses dengan caranya sendiri.

Ia pun bergabung di sebuah bisnis MLM. Dalam waktu singkat, Lisa mendapatkan banyak promosi. Namun ia merasa belum cukup karena masih banyak target yang ingin dicapai.

Sang Ayah menyuruh Lisa untuk kembali ke perusahaannya karena melihat Lisa bekerja terlalu keras di luar sana. bagaimanapun sang Ayah mengkuatirkan keadaan Lisa namun Lisa enggan mau kembali.

Suatu malam, di sebuah event besar Lisa mendapatkan promosi posisi yang cukup bergengsi. Pencapaiannya itu membuatnya mendapatkan popularitas, uang banyak dan tiket ke Eropa.

Namun di saat yang sama, ia harus kehilangan orang-orang yang di cintainya. Keluarga, sahabat dan pacarnya, karena selama ini ia tidak menyediakan cukup waktu bersama mereka.


Dok. Pribadi

ISBN : 978-979-29-6104-1

Ukuran⁄Halaman : 13×19 cm² ⁄ vi+186 halaman

Edisi⁄Cetakan : I, 1st Published

Tahun Terbit : 2017

Berat : 173 gram

Harga : Rp 49.000

Rating : ⭐⭐⭐


Hello! Tya is come back! Eh, enggak ding. Kali ini saya mau bayar utang sebelum cuap-cuap perpisahan sama kalian para pembaca RBS (cie😚).

STYLE

Novel ini harusnya udah kureview sejak zaman dahulu kala. Tapi karena saat itu aku UKK, terus ada setumpuk bacaan, terus ada full day school, jadi baru kali ini selesai kutulis. Sampai-sampai bukunya kubaca 2x karena ada yang lupa LOL.

Ini karya Awie Awan kedua yang kubaca. Sebelumnya aku baca Kiss the Sun yang merupakan novel fantasi, roman, dan komedi (Baca reviewnya di sini). Beda banget sama ini. Yang ini tuh real life, family, romannya juga ada tapi nggak sebanyak di KtS, terus feel yang ada di sini nggak banyak humor tapi amarah. Duh, pokoknya banyak hal yang bikin saya ikut marah-marah karena konfliknya.

Di pertengahan buku, aku merasa familiar dengan cerita seperti ini. Ternyata oh ternyata novel ini kayak film Merry Riana. Tentang perjuangan merintis bisnis, gabung dengan MLM, jadi penyebar selebaran di jalan-jalan. Bedanya, novel ini si tokoh perempuan, Lisa, emang udah kerja. Jadi, nggak kayak Merry Riana yang masih sekolah. Menurutku topik tentang MLM ini sangat dikuasai oleh penulis. Kelihatan sekali dari cara dia membuat alur, dialog, dan narasi yang alami. Dari cara gabung di MLM, cara kerjanya, cara mendapatkan duitnya, naik level, dsb.

“Kalau memang semua perempuan tugasnya cuma masuk dapur, ya mending dari kecil nggak usah sekolah. Belajar masak dan beresin rumah saja.” hlm. 35

MORAL VALUE

Amanat yang disampaikan pun kelihatan jelas. Tentang kemandirian sebagai perempuan dan anak, tentang usaha keras, usaha oleh diri sendiri tanpa dibantu orang lain (koneksi), dan yang paling ngena itu bagaimana kita harus memposisikan diri antara pekerjaan, keluarga, dan cinta. Kita boleh berambisi, tapi jangan keterlaluan hingga melupakan apa yang harusnya ada di prioritas pertama dalam suatu keadaan.

“Tuhan adalah yang pertama. Keluarga adalah yang kedua. HerbalSlim adalah yang ketiga. Urutannya jangan dibolak-balik.” hlm. 179

PLOT

Plotnya gampang ditebak sih, dari alasan ayah Lisa memecat keponakannya dan gombalan Rado wkwk. Tapi ini menyenangkan, dibaca dua kali juga nggak bosen. Bacaan yang ringan. Plot ini kadang terjadi di kehidupan nyata, sangat masuk akal. Penggunaan bahasa alami, gampang dicerna.

Sayangnya, untuk cara kerja MLM pengetahuanku belum bisa menjangkaunya. Ada beberapa hal yang nggak kumengerti. Cocok dijadiin naskah ftv 🙂 serius!

Kayak yang Kiss the Sun, endingnya juga manis. Ada kodanya. Dan ada gombalan yang bikin senyum-senyum nggak jelas. Si Rado ini emang paling bisa gombalin Lisa Biasalah remaja. LOL.

Oh iya, dari awal udah langsung dikasih orientasi permasalahannya Lisa. Tentang dia yang nggak dikasih hak penuh untuk mengurus dealer, soal bawahan yang ngelunjak, dan ayahnya yang terlalu keras kepala. Seperti yang kubilang di atas, konflik cerita ini diimbangi oleh feel amarah yang kuat. Bagus! Aku suka pembangunan ceritanya.

“Kamu sudah dibutakan oleh ambisi kamu untuk menjadi kaya raya dengan cara apa pun.” hlm. 173

CHARACTERS

Penguatan karakter melalui pendapat orang lain mengenai sang tokoh. Lumayan berhasil juga. Porsi tokoh figurannya juga pas. Siska dan Dion berhasil menambah semrawut konfliknya bikin tambah tegang

SHORTAGE

Ada kalimat yang kurang efektif. Di halaman 26, “Saya nggak pernah minta untuk supaya bisa jadi manajer di sini!” kata untuk dan supaya cukup dipakai salah saja.

Perkataan ayah di halaman 26 “Karena hari ini atasan kamu adalah ayah kamu sendiri, maka kamu bisa bicara seperti ini! Kamu pikir kalau kamu bekerja di tempat lain, kamu bisa sesuka hati menjawab atasan kamu seperti ini?!” apakah akan ada titik baliknya yang membuat Lisa sadar bahwa kata-kata ayah itu benar? Sayangnya tidak. Dan itu benar-benar disayangkan karena itu bisa jadi tambahan plot dan amanat lagi. Bikin pembaca juga bisa belajar apa yang seharusnya dilakukan jika dihadapkan pada masalah seperti itu.

Mungkin untuk pembukaan bab tidak perlu ada penjelasan waktu dan tempat. Kayak diary tapi nggak jelas tanggalnya. Contohnya di bab enam, “Pagi. Kantor bengkel.” itu bisa disambungin aja di paragraf awal. Jadi : “Pagi ini, Lisa memulai pekerjaan barunya sebagai (kata seorang bisa dihilangkan) staf di bengkel Maju Jaya.”

Sayangnya emosi dan pemikiran Lisa yang sedang mengevaluasi diri kurang dieksplor lebih jauh. Juga dengan Rado. Malah Rado nggak dijelasin keadaannya. Jadi endingnya terlalu cepat. Covernya perlu yg lebih menarik, kalo saya mau ke tokbuk dan nemu cover ini blm tentu tertarik langsung comot kalo nggak baca blurbnya dulu. 

OVERALL– 

Buku yang sederhana tapi sangat real life. Cocok buat menghindari kegabutan wkwk.


Terima kasih atas kesempatan menjadi reviewer debut Kak Awie Awan. 😁 Semoga bermanfaat dan dapat membuat Kakak jadi penulis yang lebih baik. Maaf apabila reviewnya tidak sesuai harapan. Terus berkarya! Dan salam literasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s