[Book Review] Boy Toy by AliaZalea

Ada tiga kata yang Lea yakin tidak akan pernah diasosiasikan dengan dirinya: BOYBAND, BRONDONG, dan ABG. Sampai dia bertemu Taran, personel boyband paling ngetop se-Indonesia, yang superbrondong.

Untuk pertama kalinya Lea memahami ungkapan “never say never”, terutama ketika Taran jelas-jelas mulai mengejarnya. Dan Lea, dosen bergelar Ph.D., tiba-tiba jadi seperti ABG yang ngefans berat pada brondong personel boyband.


image

Paperback, 384 pages
Published April 25th 2017 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN13 9786020339917
Series : Pentagon Series #1
Characters : Lea, Taran
Rating : ⭐⭐⭐
Read via Scoop


STYLE
Saya rasa ini kali pertama saya baca karyanya AliaZalea (KEMANA AJA KAMU SELAMA INI?!). Boy Toy memiliki blurb yang asik untuk jiwa-jiwa fangirl dan remaja seperti saya. Membaca bab awal saya harus beradaptasi dengan cara penulis bercerita, sampai-sampai saya malah berpikir apa penulis ini salah memiliki diksi? Pasalnya ada beberapa bagian yang saya rasa aneh. Tapi permasalahan ini nggak berlaku untuk bab-bab selanjutnya. Saya terlarut dengan humor yang asik. Entah itu humor antar personel Pentagon atau humor Lea-Taran atau Lea-Bel.

Belum apa-apa saya sudah menjerit-jerit mulu karena membayangkan Taran dan boyband-nya. Btw, boyband Pentagon jebolan X-Factor Indonesia beneran ada nggak sih?😂😂😂

Waktu saya lagi youtube-an, saya nonyon video klipnya The Overtunes dan saya malah nemu MV yang mirip dengan MV-nya Pentagon yang ada di bayangan saya. Klik di sini untuk MV The Overtunes.

PLOT
ARRRGGGHHH novel ini punya ide cerita yang mirip dengan Restart-nya Nina Ardianti. Bikin senyum-senyum juga. Soalnya, sekalipun nggak dijelasin detail, saya sangat bisa membayangkan betapa gantengnya Taran. Tara rarara * jadi nyanyi deh *

Kata seorang teman, Boy Toy salah satu novel yang page turner banget. Dan yaah, saya setuju!

Setelah sekian lama berkutat dengan perjuangan Taran mendekati Lea hingga akhirnya mereka jadian, kemudian malah ada konglik, saya mendapat perasaan kecewa setelah satu bahwa yang menjadi permasalahan adalah komentar-komentar pedas itu. Kenapa selalu ini? Sungguh disayangkan mengingat karakter Lea yang dewasa. Hm, saya berharap ada hal baru yang bisa penulis sajikan.

Oh, saya sempat nyengir lebar waktu baca bab menuju ending. Huft. Bagian di mana Rein (siapa itu mantannya Lea?) menjelaskan alasan dia meninggalkan Lea tepat di hari pertunangan. Saya yakin bagian ini dibuat agar mengejutkan pembaca tapi saya sebagai pembaca nggak terkejut. Kurang. Dalam hati hanya “Owalah”. Butuh sesuatu yang lebih dramatis. Saya malah lebih suka dengan adegan selanjutnya. Adegan yang melibatkan personel Pentagon membantu Taran “menyelamatkan” Lea dari si mantannya.

CONFLICT
Dari awal sampai akhir konfliknya didominasi oleh pergulatan batin Lea. Hal ini membuat saya merasa sebal dengannya. Feel konfliknya dapat, tapi juga menyebalkan.

image

CHARACTERS
Kebanyakan penulis akan menjelaskan kelebihan-kelebihan dari sang artis/tokoh utama laki-laki. Tapi di sini AliaZalea membuatnya menjadi imbang. Selain ganteng, suaranya unik serak-serak gimanaaa gitu, pintar nulis lagu, si Taran ini juga diceritakan tentang insecure-nya. Terutama keminderannya karena kualitas personel Pentagon yang lain. Awalnya Taran ini nggak punya suara yang aduhai, dia nggak bisa main alat musik.

Karakter Lea yang berumur 32 tahun dan dewasa dibangun dengan konsisten. Mulai dari sikap perempuannya hingga pemikirannya yang dewasa. Tidak seperti ABG yang hanya akan uring-uringan, kucing-kucingan, dan sejenisnya ketika mendapat masalah dengan pacar, tapi Lea bersikap dewasa dengan penyelesaian masalah yang pantas pembaca tiru.

Dari awal sudah dikasih kesan bahwa ada sisi lain dari seorang Taran. Yaitu, kontradiksi seperti tato dan isi dari matanya. Tapi ini nggak dijelasin lebih detail. Kontradiksi apa? Kapan? Siapa?

Aku pengen nabokin Lea sekalipun aku sedikit mengerti betapa menyakitkannya masa lalu yang dia derita. Tapi seharusnya dia mencoba berpikir lagi bahwa perasaan yang sakit bisa sembuh.

POINT PLUS
Banyak humor, ceritanya ringan, ada banyak pemikiran dewasa untuk menyikapi masalah percintaan, bikin fangirling sama Taran.

SHORTAGE
Ada yang aneh di halaman 145. Dijelaskan bahawa Taran hanya pernah punya dua pacar di saat berumurnya hampir 25 ini. Kata “ini” menjelsakan seakan-akan itu memang saat ini. Padahal saat itu Taran baru saja ulang tahun ke 25. Ohh aku tak paham dengan ini. Tapi tenang, bukan masalah besar.

Entah, tapi kurasa Taran ini ngebet ba.e deh tinggal serumah dengan Lea. Apa Indonesia sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan seperti itu sekalioun belum sah? Oke, saya akui ini metropop dan dewasa. Tapi seharusnya nggak seperti itu.

Btw, saya kurang mendapat feel Taran sevagai kekasih Lea dan sebaliknya. Taoi saya mendapat feel Taran sebagai idola orang-orang.

OVERALL and RECOMMENDATION
Selesai baca Boy Toy-nya AliaZalea!! Ini kan Pentagon series berarti saatnya menunggu buku selanjutnya! Kira-kira bakal ngomongin siapa ya? Saya sih berharap buku selanjutnya ngomongin Nico dan tetangga barunya yang disebut vampir itu.😍

Jadi, perkenalkan saya Pentagoners baru 😂 salam kenal! Buat kamu yang sudah cukup mengerti dengan novel Metropop, suka sama romance dan spotlight dunia kerja terutama dunia artis, bisa baca novel ini! Banyak humor dan juga pemikiran yang saya—seorang remaja—pikir cukup dewasa.

image

QUOTES
Berikut beberapa quote yang bisa bikin kamu fangirling-an dan ingin segera baca Boy Toy! Karena saya jarang menulis sinopsis, anggap saja ini sebagai penggantinya. Heheh…

“Karena hanya laki-laki yang betul-betul mencintainya yang akan melawan kata ibu mereka untuk membela seorang cewek.”—hlm. 365

“Bahkan setelah kenal kamu, aku masih penasaran. Setiap hari aku menemukan hal-hal baru tentang kamu. Hal-hal yang bikin aku nggak bisa nggak cinta kamu.”—hlm. 362

“Kamu nggak perlu merasa dipaksa untuk sesuatu yang nggak kamu rasakan.”—hlm. 361

“Alasan lo bukan karena lo mau melindungi dia, tapi lo mau melindungi diri lo sendiri.”—hlm. 312

“Hidupnya dulu lebih simpel, hingga seorang laki-laki brondong personel boyband memaksa masuk tanpa permisi.”—hlm. 281

“Cara dia menatap lo, seakan lo mataharinya. Cowok kayak gitu nggak akan pernah menyia-nyiakan lo.”—hlm. 230

“Semakin Lea menolak mengatakannya, semakin redup sinar di mata Taran, dan Lea tidak pernah mau melihat mata itu redup begitu, tidak sekarang atau ever.”—hlm. 210

“Tidak tahu apakah dia harus senang karena kemandirian Lea atau tersinggung karena Lea jelas-jelas terbiasa hidup sendiri, tidak memerlukan Taran sama sekali.”—hlm. 178

“LEA. Nama yang cantik, seperti orangnya. Tuhan, dia bisa menulis lagu hanya dengan  nama itu. Leeeeaaaaa… Leeeaaaa…. Oh, LEEEAAA…”—hlm. 40 (Sumpah yang ini bikin ngakak. Hahaha.)

“Karena saya mau tahu nama kamu, cewek yang terus menghindari saya padahal cewek lain pasti sudah histeris lihat saya.”—hlm. 39

“Dia tidak pernah sekali pun melirik perempuan yang lebih tua. Hingga sekarang.”—hlm. 35

“Taran bisa membuat nenek-nenek jatuh cinta padanya kalau dia mau. Jadi kenapa perempuan ini sok “main” hard to get begini?”—hlm. 36

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s