[Book Review] Miss Irresistible Stylist by Yuli Pritania

IM YOON-HEE. Fashion stylist yang berharap gambar-gambar pakaian di buku sketsanya bisa mewujud nyata. Di ulang tahunnya yang ke-27, dia berdoa agar diberi pria tampan untuk dinikahi. Dia menemukannya, tapi kenapa pria itu harus CEO di kantor tempatnya bekerja? Kenapa harus pria misterius dengan wajah tidak masuk akal itu?

“Dia kacau balau. Satu senyuman dan dia langsung berantakan.”—hlm. 74

LEE WON. CEO ETHEREAL, salah satu brand pakaian paling terkenal di Korea. Sukses, kaya, tampan, dan memiliki seorang anak perempuan berwajah malaikat. Dia tidak lagi menginginkan apa-apa. Bahkan tidak wanita. Namun, satu senyuman dan suara tawa wanita itu, lalu untuk pertama kalinya dalam lima tahun, dia meragukan keputusannya untuk melajang seumur hidup.

“Give it to me. All of you. In exchange. I’ll give you my everything too.”—hlm. 174


image

Dok. Pribadi

Paperback, 240 pages
Published April 25th 2017
ISBN13 9786023759149
Rating : ⭐⭐⭐
Read via Scoop


STYLE
Karya pertama dan terakhir Yuli Pritania yang saya baca adalah seri 2060. Yang kuingat, cara penceritaan di karya yang terbit 4 tahunan yang lalu dan karyanya paling baru ini masih sama. Apalagi setting yang diangkat juga mirip. Korea dan oppa ganteng. Perpaduan yang pas untuk menjerat fangirl seperti saya.

Di awal membaca novel ini saya mengalami kesulitan karena nama Korea yang susah dihapal, banyak tokoh yang diperkenalkan, dan telling yang panjang nan lambat. Tapi nggak masalah karena saya menemukan kata ‘Ji Chang Wook’ dan cukup banyak humor ABG di cerita ini membuat saya merasa harus lanjuuut apalagi Lee Won digadang-gadang jadi duren terganteng. Hahaha.

Penggambaran fisik Lee Won memang hiperbola, benar, dari awal sampai akhir dia ibarat malaikat yang selalu dipuja perempuan. Masa sih segitu tampannya sampai semua orang kaku bahkan bisa bikin kecelakaan cuma karena melihat wajahnya?😂 Tapi dengan cara penulisan Yuli Pritania, hiperbola itu menjadi sebuah cerita yang bikin tersenyum-senyum dan penasaran dengan wujud fisiknya.

“Mungkin pria seperti Lee Won Taepyeonim itu lebih baik tidak usah diciptakan saja. Wajahnya benar-benar tindak kriminal tingkat tinggi.”—hlm. 46

Untuk ide saya merasa hampir semua cerita romance—yang tokoh utamanya punya masa lalu kelam atau trauma, akan selalu seperti ‘ini’. Namun yang membuat berbeda adalah masa lalu itu sendiri. Yah, harus selalu ada ide baru.

“Tidak ada yang berlangsung selama-lamanya. Yang ada hanya untuk sementara. Aku hnaya sedang menghitung waktu. Tik tik tik. Dan, saat waktunya habis, kau harus mentraktirku banyak makanan manis.”

image

CHARACTERS
Tingkah Im Yoon-Hee yang tergila-gila dengan CEO-nya bikin ketawa.😂😂 Penggambaran gestur tubuhnya itu lho. Gampang banget dibayangin dan lucu. Dia akan membelalak, kaku, tapi kemudian menjauh sejauh-jauhnya biar bisa mengontrol detak jantung padahal dia pernah bersumpah nggak akan tergaet dengan CEO itu. Karakter Yoon-Hee yang narsis abis juga menambah keasikan novel ini.

Tahu nggak, saya termasuk orang yang suka pakai kata sindiran atau sarkasme atau ironi dan sejenisnya. Tapi yang bikin berbeda saya menggunakan kata model gitu untuk melucu. Sama halnya dengan salah satu bagian novel ini.

“Ditempelnya di meja kerja disertai rapalan kutukan dari Red, isak tangis June, dan seruan iri Min.”—hlm. 52

Mungkin ini emang salah satu budaya orang di luar negeri. Kelihatan banget di film-film Hollywood dan Korea. mulai deh sok tahu

Interaksi Eun-Bi (Putri Lee Won), Yoon-Hee, dan Lee Won selalu berhasil memikat pikiranku. Bikin tertawa, malu-malu, dan tentu saja fangirling. Eun-Bi suka sekali menggoda Yoon-Hee soal Appa-nya, padahal Yoon-Hee akan selalu ‘nggak kuat’ tiap dekat dengan Lee Won. Interaksi anak-ayah juga dibangun apik sekalipun kadang saya bertanya-tanya apa anak kecil di Korea sering kali punya pemikiran sedewasa itu?

“Aku memiliki daftar prioritas dan saat ini kau berada paling atas.”—hlm. 207

“Lee Won bisa masak!” itu yang kupikirkan ketika Eun-Bi memberi Yoon-Hee cookies. Tebakanku dia cukup ahli di bidang pastry. Tapi sampai akhir nggak ada penjelasannya. Padahal di bab awal ada penjelasan mengenai “Tekstur adonan di tangannya”, Paris dan sekeranjang permen di pinggiran jalan yang tentu saja ini saya tangkap sebagai clue bahwa ada sisi lain dari seorang CEO ini.

Salah satu yang menarik adalah di setiap bab baru ada ilustrasi mengenai isi bab. Kadang ada ilustrasi yang spoiler banget, ada yang menggambarkan emosi, ada yang pas banget visualisasinya dengan bayanganku. Yang pas itu ada di bab 10. Kalau kalian sudah baca, cerita ya bagian mana yang mirip sama bayanganmu!

Ah bayangan kedua tokoh utamanya sama kayak pemeran drama W – Two Worlds😭😂

“Tubuh Yoon-Hee berubah kaku saat mendengar nama itu. Dia baru tahu bahwa itu benar-benar bisa terjadi. Bahwa nama seseorang bisa menjadi sesuatu yang sangat sensitif.”—hlm. 166

image

image

PLOT
Dari awal sampai 120-an halaman novel ini masih tenang, nggak ada konflik, hanya ada percikan-percikan ringan. Memasuki 130-an mulai ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri Yoon-Hee “Sampai kapan?” dan aku yakin dari awal pertanyaan itu dan masalah intinya akan terpusat di sana. Awalnya bahagia, pertengahan bikin sakit hati. Yeah, dat is drama.

Hingga kemudian Lee Won membuat segalanya menjadi menyakitkan. Saya sadar dari awal dia berpotensi untuk menyakiti hati wanita. Tapi saya terlalu terbawa suasana menyenangkan yang dibangun di awal hingga kemudian jatuh dan retak. Gaya menulis Yuli Pritania sepertinya tidak perlu diragukan. Dia sudah sangat ahli menulis cerita dengan “aksen” Korea. Di buku ini dia juga lancar membawa pembaca terlarut dalam cerita sampai saya tidak sadar ada masalah tersembunyi dari setiap perilaku tokoh utama cewek yang membuat tokoh utama cowok tertahan untuk balas mencintai.

“Tidak ada yang bisa kau lakukan kalau itu masalahnya.
“Karena itu aku seperti ini, bukan?
“Tapi kau juga tahu hati seseorang bisa berubah.”—hlm. 204

SHORTAGE
Konfliknya kurang. Yoon-Hee awalnya hanya menyukai dari segi fisik. Sehingga ketika Lee Won digambarkan rindu dengan kehadiran Yoon-Hee, semuanya jadi seperti cinta yang mendadak. Ibaratnya kalau di debat itu ‘argumen kurang kuat’.

“Yoon-Hee-lah yang akan menjadi pihak yang menderita. Dialah yang akan hancur. Seorang diri. Betapa tidak adilnya. Ini kesalahannya, bukan? Dia sudah tahu apa yang akan terjadi.”—hlm. 149

Untuk cerita masa lalunya emang sedikit ya. Bagian-bagian itu oleh penulis dipadatkan, jadi terkesan cuma cukup segitu aja, kenapa nggak diluberin dikiiit aja?

“Aku benci melihat mereka bahagia. Karena itu berarti aku kembali menjadi boneka mereka dan aku kehilangan diriku sendiri. Sekali lagi.”—hlm. 229

image

OVERALL and RECOMMENDATION
Mayan banyak adegan hawt. Nggak sampai adegan suami istri sih, tapi tetap aja penjelasan adegan hawt itu lumayan detail.

Overall, saya terhibur dengan novel ini. Banyak humor, feel yang dibangun mengenai cinta, trauma, masa lalu dan kepastian dibangun dengan apik. Karakternya pun juga kuat walau tidak semua memiliki porsi yang sama bahkan kayaknya ada yang cuma lewat. (Mungkin karena aku nggak hapal dengan namanya).

Nah, buat kalian yang suka cerita K-Drama, Korean Style, Fashion, New Adult, Romance atau buat kalian yang suka fanfic dan karya-karyanya Yuli Pritania? Mangga dibaca!

Beruntung deh kayaknya saya yang pertama ngereview dan ngerate di goodreads dan blog. dih pede

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s