[Book Review] Carisa dan Kiana by Nisa Rahmah

Lima fakta tentang Carisa: pintar berorganisasi, judes apalagi jika berhubungan dengan Stella, diam-diam punya bakat dalam bermusik, menyukai Rama (sahabatnya sendiri), dan menyimpan kisah kelam tentang keluarganya.

Lima fakta tentang Kiana: jagoan sains SMA Pelita Bangsa, pemalu, bersahabat dengan Stella si cewek populer, menjalin komunikasi misterius dengan cowok terkenal di sekolahnya, dan menyayangi Papa melebihi apa pun di dunia.

Rama bersaing dengan Rico, pacar S
tella, dalam pemilihan ketua OSIS SMA Pelita Bangsa. Strategi kampanye yang diusung Carisa sebagai ketua tim sukses Rama, terbukti jitu. Stella jadi berang dan mengembuskan gosip tidak sedap tentang Carisa dan Rama.

Carisa berniat melabrak Stella. Namun karena hanya ada Kiana, dialah yang diserang Carisa hingga terjadi kecelakaan kecil. Orangtua Carisa dan Kiana pun dipanggil. Di pertemuan orangtua itu, satu rahasia tentang keluarga mereka terungkap.

Bagaimana Carisa dan Kiana menghadapi kenyataan baru yang mengubah cara pandang mereka akan hangatnya keluarga? Apa yang harus Carisa dan Kiana lakukan saat menyadari mereka sama-sama menyukai Rama?


image

Dok. Pribadi

Paperback, 208 pages
Published April 25th 2017 by Gramedia Pustaka Utama

ISBN13 9786020339573

Rating : ⭐⭐⭐
Read via Scoop


PLOT
Kalau dipikir-pikir, ide cerita ini awalnya emang mudah ditebak, penggambaran di blurb seperti tertuang semua di bab-bab awal. Namun memasuki bab pertengahan, ceritanya jadi unpredictable walau di cover udah keliatan jelas. Hahah.

Halaman 137!!! Kejutaaan!!! Gila. Bikin deg! Udah berapa kali coba novel ini ngasih kejutan-kejutan gini. Di halaman ini salah satu pengangkatan isu sosial yang ngetren di Indonesia pada tahun 2015-2016

Jujur, saya nggak bisa membayangkan musikalisasi puisi dalam cerita ini soalnya saya emang belum pernah menonton musikalisasi puisi. Yang terbayang di pikiran saya malah salah satu cerita Upin-Ipin yang serigala-serigala itu. Padahal itu kan drama. Kabar baiknya, saya pun mencari video musikalisasi puisi. Ada referensinya nggak sih, Kak Nisa?

Novel ini emang teenlit tapi sisi romance-nya dikalahkan oleh drama keluarga yang sangat kental. Nggak lebay. Bahasanya lancar, alami.

Pertanyaannya, kenapa sih di novel-novel banyak cerita yang mengusung prestasi anak IPA bukan anak IPS?😳😪 pertanyaan nggak bermutu Padahal anak IPS bakal memimpin anak IPA di masa depan. Percaya deh!😚

Di novel ini ada cukup banyak selipan materi biologi SMP-ku seperti fungsi lobus frontal. Memang tidak vanyak namun cukup buat ngasih kesegaran buat pembaca biar nggak memulu terpaku pada cerita tapi juga mendapat referensi atau pengetahuan.

Aku baru sadar di pertengahan kalau cover ini bewarna merah dan biru. Eciee mirip sama blogku. Apa sih?😶😒

EVENTS
Halaman 9 kok jadi ngomongin KIR? Oh setelah dibaca lagi aku paham kalau bagian ini mengacu pada bab selanjutnya. Kalau menurutku sih mending dimasukin ke bab selanjutnya. Sayangnya masih dipegang POV Carisa jadi bagian itu tetap di situ.

image

STYLE
Feel kekeluargaannya semakin dikuatkan. Percayalah biasanya penulis akan menulis kalimat yang paling menohok tiap akhir bab.

Selain menggunakan POV yang berganti-ganti, alurnya pun campuran. Bayangan saya ini jadi kayak naskah film wkwk.
Halaman 70 ini bikin saya dangdutan, “kuhamil duluan sudah tiga bulan…🎶🎶”

SHORTAGE
Di awal cara berceritanya masih kelihatan agak tersendat. Rasanya tuh ketika saya baca kayak kurang pas gitu diksi dan paragrafnya.

Ada yang rancu di sini. Bagian Carisa menanyai tanggal lahir Kiana. Carisa lahir tanggal 17 Desember sedangkan Kiana lahir tanggal 13 Januari. Tapi Carisa bilang kalau mereka hanya berbeda hari. Lho? Saya nggak paham halaman 180 ini.

Kenapa Rico dikatakan playboy? Sepertinya di sini nggak dijelaskan lebih detail.

Oh iya, blurbnya entah kenapa aku kurang suka. Selain panjang, banyak hal yang dibeberkan, dan kalimat terakhir itu kurasa bukan inti dari masalah di sini. Kalau kalimat terakhir itu sebagai inti, genre-nya akan lebih condong ke romance.

FAVORITES
Tentu aja bagian lomba band berujung penembakan. Siapa yang nggak ketawa kalau si cowok ngajak jadian kayak gitu? Penggambaran gestur Kiana juga bikin ketawa. hati-hati kalimat ini ambigu

Saya bilang juga apa. Novel Indonesia akhir-akhir ini lagi suka cara nembak atau cara ngelamar tanpa basa-basi atau romantis-romantisan atau gombal-gombalan. Langsung to the point. Bikin ketawa dan meleleh.

“Ya udah, kita pacaran aja yuk,”—hlm. 192

Bagian favorit yang lain adalah quote pengibaratan Carisa dan Stella.

Quote hlm 15 bagus banget!! Penggambaran yang unik dan baru. Dan ternyata kalimat ini adalah perkataan… Ugh, ini kejutan!! Nggak nyangka, ternyata… padahal di blurb kan ada. 😒😒

“Kalian kayak dua orang yang berlari menuju matahari. Saling berlomba bayangan siapa yang paling besar dan lebih mendominasi. Parahnya, kalian tuh nggak bisa menjawab siapa yang lebih baik daripada yang lain, karena bayangan kalian ada di belakang.”—hlm. 14-15

Terus ada satu lagi yang bikin agak nyesek, bagian Papa ngasih ‘kejutan’ ke Carisa. Bagian ini mengingatkan saya dengan salah satu bagian Jingga dan Senja. Langsung teringat ke sana.

image

CHARACTERS
Pembagian porsi karakternya pas. Nggak ada yang mendominasi karena sejak awal (dari judulnya aja) sudah kelihatan kalau tokoh utamanya dua orang.

Tapi bagiku 208 halaman itu terlalu tipisss. Pengennya lebih banyak lagi ceritan yang diungkap. Segini memang sudah padat, nggak meluber, tapi masih belum puas, kurang tebal, kurang banyak, karakternya kan lumayan banyak, butuh banyak lagi interaksi, tambah lagi yang lebih menampar, maunya saya gitu hohoho.

“Kalau sahabatmu bermasalah dengan seseorang, sudah seharusnya kamu mendukung sahabatmu dengan tidak bersikap ramah kepada orang itu.”—hlm. 11

OVERALL and RECOMMENDATION
Nggak terlalu banyak quote yang bisa kusisipin di sini. Bukan karena cara pembawaannya jelek. Malah menurutku ini lancar, mengalir. Hingga nggak sadar udah hampir selesai.

Semuanya insyaallah udah kureview di atas. Aku sangat merekomendasikan novel ini buat kalian pecinta teenlit yang nggak hanya bercerita soal cinta SMA tapi juga keluarga dan cita-cita.

Ditunggu karya terbarunya lagi ya, Kak Nisa!!💪💪 Maap banget ini reviewnya berantakan dan nggak detail hehehe.🙏Semoga ada waktu buat motret cantik. 😂😂

Iklan

One thought on “[Book Review] Carisa dan Kiana by Nisa Rahmah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s