[Book Review] Une Personne Au Bout De La Rue by Yayan D

DAIVA
Berhentilah bermimpi Daiva, ini dunia nyata. Di dunia nyata, terkadang, kita harus belajar menerima kenyataan bahwa mungkin tidak ada yang menunggu kita di ujung sana. Dan, Pangeran Tampan hanya ada dalam cerita pengantar tidur.

TRISTAN
Saat aku berusaha melupakan luka, aku bertemu dengannya. Gadis yang selalu bisa membuatku mengingat betapa sederhananya menjadi bahagia. Aku jatuh cinta. Seharusnya, semua kembali baik-baik saja, bukan? Sayang, kau tidak pernah bisa menduga, cinta membawa

Ini kisah tentang Daiva, yang selalu percaya akan ada seseorang yang tepat pada waktu yang tepat. Namun, seseorang itu tak juga kian terlihat.

Ini juga kisah tentang Tristan yang merasa bisa membeli segalanya, kecuali rasa setia.

Ini kisah tentang seseorang di ujung jalan. Seseorang yang mungkin menunggumu. Seseorang yang mungkin mengubah cara pandangmu tentang cinta.

J’espère toujours que je suis la personne au bout de la rue, Daivara. Mais si cet homme est la personne et que tu es heureuse, je vais essayer d’être heureux.”—hlm. 323 (Sesungguhnya aku masih berharap aku adalah seseorang di ujung jalanmu, Daivara. Tapi jika laki-laki itu adalah orangnya dan kamu bahagia, aku juga akan berusaha bahagia.)


image

Dok. Pribadi

Paperback, 364 pages
Published February 2017 by Kata Depan
ISBN13 9786026475268
Rating: ⭐⭐⭐⭐


Percaya nggak kalau saya suka sama novel  setidaknya ada dua kriteria menulis resensi. Yang pertama, isi tulisan bakal heboh. Banyak tanda seru, capslock, emoticon, atau ciri khas fangirl banget. Yang kedua, saya bakal kesulitan ngereview akhirnya cuma ngerating di GR saking bingung/shock/speechless sama isinya.

Saya baru selesai membaca novel ini pukul 1.30 WIB. Iye, saya emang begadang biar bisa ngepost resensi sekaligus pengumuman pemenang giveaway kemarin.

Menurutmu, resensi ini bakal ada di kriteria apa hayo? Novel ini berada di zona aman alias rating tinggi dengan kriteria pertama. Langsung deh, yuk ini review dariku.

“Bagiku, pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Jadi, aku harus menikah dengan orang yang tepat, yang juga memiliki komitmen sama denganku.”—hlm. 6

STYLE
Awalnya saya agak bosen bacanya,bfeelnya belum nendang, mungkin karena humornya dikit. Tapi masuk tengah-tengah, waow! Ketawa terus! Karakter Daiva yang ceplas-ceplos, galak, nggak tahu malu, sukses deh bikin suasana hati saya membaik.

Udah lancar nih penceritaannya. Pendeskripsian tertata rapi, nggak buru-buru langsung ngasih cokolan banyak info ke pembaca. Contohnya ketika mendeskripsikan fisik Tristan lewat mata Daiva. Seringnya penulis mendeskripsikan tokohnya langsung di bab awal, ini malah di tengah-tengah.

“Aku hanya perlu berjalan sendirian dengan penuh keberanian hingga ke ujung jalan itu, ke tempat seseorang menungguku hingga aku berhasil menemukannya.”—hlm. 7

CHARACTERS
Saya selalu suka karakter yang penuh tawa. Bikin novel berfungsi dengan sebagaimana mestinya alias menghibur. Kalau di novel ini saya suka Maura dan Tante Ning.

Karakter lain juga punya konsisten yang tinggi. Semakin kuat penokohannya.

“Aku berangkat ya, jangan nakal dan jangan membakar apartemen.”—hlm. 125 (Sial, sial, sial, Tristan ini lucu banget sih. Saya membayangkan adegan ini sambil senyum-senyum, ugh, mereka kayak udah jadi pasutri aja.)

CONFLICT
Sebenarnya permasalahan konflik ketiga itu simpel, tapi di sini nggak dibuat lebay, malah logis. Sedangkan untuk konflik pertama, yang membuka rahasia masa lalu Karin sangat mengguncang saya. Kemungkinan kalau “dulu pernah terjadi hal seperti itu” nggak sempat saya pikirkan.

Kemudian untuk konflik kedua, yang membuat Daiva menjatuhkan mangkuk bubur ketika melihat “sesuatu”, yang dahsyat emosinya. Emosi dari Daiva maupun Tristan sendiri sama-sama ngena.

“Berhentilah jadi pemain layang-layang. Segeralah bertindak sebelum pemain layang-layang lain memutuskan layang-layang miliki lo.”—hlm. 231

SHORTAGE
Novel ini menitikberatkan bagaimana masa lalu memengaruhi kehidupan masa kini. Sedangkan masa lalu yang dimiliki tentunya banyak sehingga nggak semua cerita diangkat. Yang saya sesalkan adalah cerita masa lalu Daiva dengan Andi malah nggak diceritain lebih banyak. Padahal dia salah satu orang di masa lalu yang membuat karakter Daiva menjadi menjaga jarak dengan laki-laki. Orang yang paling baru menyakiti Daiva. Sedangkan si Perancis, Luc, malah diceritain banyak.

“Jadi, itu jawaban atas pertanyaanku selama ini. Itu alasan mengapa selama ini gadis itu membentengi dirinya dengan kepercayaan diri yang luar biasa. Bentuk pertahanan diri atas kerapuhan yang disebabkan oleh kesakitan.”—hlm. 150 (Saya paham bagian ini. Sudah banyak kasus seperti ini berseliweran dalam hidup saya.)

“Aku punya cita-cita sendiri. Aku memiliki karier yang kusukai, lagi pula kamu tahu, Dai, dua kepala dalam satu tubuh terlalu rumit.”—hlm. 49

FAVORITE
Novel wattpad emang selalu punya ciri khas. Yaitu bab yang selalu memberikan kejutan dan quoteable. Bikin pembaca nggak bosen.

Bagian yang bikin ngakak? Bab ‘Akhirnya Kejadian Juga’. Apa-apaan itu!! Bab paling somplak. LOL. Nggak nyangka kalau bakal gitu isi babnya. Coba aja dibayangin kalau baca judul kayak gitu yang terlintas apa, yang kejadian bertolak belakang. Wasem sekali. Mana cara Tristan ngomong, “Akhirnya kejadian juga.” polos lagi! Siaaal! Ugh. Ngakak lagi deh.

Bukan adegan “kejadian juga” yang saya suka lho, ya! Saya suka karena ekapreai Tristan dalam bayangan saya sungguh sangat polos, kurang ajar, dan brengsek di satu waktu. Bikin ketawa.

“Jadi begini rasanya menerima konsekuensi akibat kesalahan di masa lalu?”—hlm. 260

ENDING
Ini sengaja memunculkan tokoh baru di endingnya? Mau ada sekuelnya, huh? Udah bikin ketar-ketir jangan-jangan bakal ada masalah lagi.

Jadi sekretaris yuk! Kali aja nemu satu dari jajaran direksi yang oke kek Tristan dan Dave. Tujuan penulis mengambil tokoh berprofesi sekretaris saya rasa sudah berhasil.

OVERALL and RECOMMENDATION
Saya suka novel ini, tema yang diangkat nggak berat-berat amat, humornya banyak, permasalahan diselesaikan dengan logis.

Rekomen buat yang suka cerita romance, lumayan banyak adegan hot, dan banyak humornya. Oh satu lagi, kalau kamu suka sama tokoh laki-laki “perfect” dan tokoh perempuan yang sederhana, bolehlah cicipin novel ini. Gaya berceritanya lancaar. Nggak mengecewakan.

“Tapi, masalahnya terlepas dari kamu mau memercayaiku atau nggak, aku nggak akan pernah melepaskanmu begitu saja. Jangan pernah berharap bisa melenggang pergi dari hidupku.”—hlm. 349


image

Jadwal Book Tour

GIVEAWAY WINNER ANNOUNCEMENT

Terima kasih atas partisipasinya, awalnya saya takut ini nggak akan diikuti banyak orang karena deadline-nya cepat. Tapi alhamdulillah dengan banyak pemaksaan akhirnya ada banyak yang ikut. Muehehehe.

Nah langsung aja, yang memenuhi kriteria untuk menjadi pemenang adalah…

image

Khairunnisa Istiyana

Twitter @Khaisti_11

Please send a DM of your identity (name, full address, and phone number) to my twitter @p_ambangsari.

I’m waiting for you ’till March 21, 2017 or I’ll choose another winner😁

Alasan kenapa saya pilih dia? Entah kenapa, saya suka aja. Saya udah baca berkali-kali jawaban kalian, banyak yang menarik, tapi nggak sesuai perintah 😳

Saya kan mintanya dua kalimat hingga satu paragraf. Sedangkan kalian tahu kalau satu paragraf itu cuma memuat satu topik. Saya salah juga sih, satu paragraf susah bikin kalimat menarik. Heuheu. Sedih. Kan sayang itu tenaganya. Mari kita perbaiki lain kali.

Sekali lagi selamat ya. Yang belum beruntung masih ada banyak kesempatan. Cek banner aja.

Terima kasih Kak Gita dan Penerbit Kata Depan atas kesempatannya. Terus sukses ya! Maaf banyak banget salahnya, tapi jangan kapok kerja sama dengan saya. Hehehe…

Sampai jumpa di postingan selanjutnya karena akan selalu ada yang menarik lagi di blog Red Blue Story.

Setelah ini RBS belum ada acara, ada yang mau ngajak mengacara? Silakan email saya aja. Hehe

Keep reading, keep writing, keep hunting!!

Thank you and see you soon!

Iklan

One thought on “[Book Review] Une Personne Au Bout De La Rue by Yayan D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s