[Book Review] Strawberry Cheesecake by Ayuwidya

Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hati yang tak kunjung menerima cintanya, Alana menerima tantangan itu. Reality show membuat kue! Di sinilah petaka dimulai. Alana bisa melakukan apapun, kecuali memasak! Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah-susah melakukan ini.

“Apakah kamu tahu bagaimana rasanya itu? Melakukan sesuatu yang justru paling kamu benci untuk orang yang kamu cintai?”—hlm. 64

Ia terpaksa harus berbohong di depan kamera bahwa ia mahir membuat cake.

Adonan menjijikkan, kue bantat, dekorasi mengerikan adalah hasil karya Alana selama proses syuting. Untungnya, ia bertemu Regan, seorang karyawan baru di Strawberry Garden Deli, kafe tempat mereka syuting.

Alana takjub dengan kemampuan Regan membuat kue. Karenanya, Alana membujuk Regan habis-habisan untuk mengajarinya demi keperluan syuting.

“Orang itu benar-benar aneh. Kemarin malam menutup pintu untukku, tapi pagi ini ia menggedor-gedor pintu rumahku.”—hlm. 65 (Alaaah tapi kamu suka kan?!😚😏😉)

Meski Regan galak dan menyebalkan, Alana terpaksa belajar darinya. Alana benci harus menghadapi Regan yang sok cool itu setiap hari. Alana benci ketika Regan selalu meremehkan kemampuannya, yang sebenarnya memang tidak ada. Alana benci terlihat bodoh di depan Regan. Dan, yang paling tidak disukai Alana adalah ia benci harus menyangkal tunas-tunas perasaan yang tumbuh di hatinya, untuk Regan.

“Berandalan ini sebenarnya memang keren, tapi tidak mungkin kalau aku sampai menyukainya.”—hlm. 67 (Aku suka sebutan berandalan buat Regan! Tapi sayang deskripsi betapa berandalnya dia masih kurang.)

“Kenapa kamu melakukan semua ini, Regan?”—hlm. 272


image

Dok. Pribadi

Paperback, 308 pages
Published April 2016 by Bentang Pustaka
Original Title Strawberry Cheesecake
ISBN13 9786022911388
Read via iJakarta
Rating: 3,8⭐


Hi I’m come back with new book review. Emang sih buku ini udah terbit hampir setahun yang lalu, tapi saya penasaran dan baru sempat baca tanggal 6 lalu. Ketika saya membuka profil penulis di goodreads, saya baru tahu kalau ternyata Ayuwidya ini yang nulis Hellogoodbye itu.😱😁

Nah langsung aja, ini Yummylit kedua yang saya baca setelah Il Tiramisu. Dibuka dengan kejadian yang bikin ngakak membuat saya nggak mau berhenti baca. Opening-nya asik! Ada campuran dengan dongengnya juga. Padahal cuma ngomongin strawberry cheesecake yang habis terjual.

Kalau disamaain sama Il Tiramisu, ada beberapa hal yang sama namun tentu saja punya ciri khas masing-masing.

Strawberry Cheesecake dan Il Tiramisu punya persamaan di plot yang membahas cerita keluarga, selebritas, passion di bidang kuliner yang terhalang dan reality show.

Perbedaan paling kentara di keduanya adalah emosi yang disampaikan. Kalau Strawberry Cheesecake ini lebih nyinetron dan bikin ketawa guling-guling. Kalau Il Tiramisu itu kalem, pahit, dan sedih.

Hebatnya, keduanya mempunyai karakter utama laki-laki yang berhasil bikin saya klepek-klepek.

Yuk mari bahas Karakter di Strawberry Cheesecake.

CHARACTERS
Saya tuh pendukung karakter utama laki-laki garis keras. Apalagi yang model berandalan tapi manis sama cewek. Kalau di anime mungkin bisa disebut karakter yandere. Karakter yang awalnya masa bodoh tapi ternyata punya perhatian tinggi.

Regan itu ketua geng motor besar, kaliatan banget dia agak urakan. Hanya saja dalam cerita ini, sifat urakan itu tidak dieksplore karena lebih menceritakan Regan yang sebenarnya. Yaitu ahli memasak dan berwawasan luas.

“Aku takjub sejak kali pertama ia menggulung lengan kemejanya. Aku mengagumi tangannya yang terlihat kokoh.”—hlm. 55

Menurut saya karakter Regan kurang menakutkan buat jadi ketua geng motor besar. Karakter Regan untuk seorang cowok juga kurang emosional seperti kebanyakan laki-laki yang mengedepankan pikiran jangka pendek.

Eh tapi gitu-gitu, dia cowok yang sopan, pinter banget, yaah walaupun galak dia tetep ngangenin lho. Alana aja sampai rela masuk cooking class cuma buat lihat Regan masak! LOL. Padahal Alana anti dapur. Jadi kayak salah tempat gitu deh.

Lalu bagian frustrasinya Regan menghadapi kenyataan yang menimpa ayahnya juga kurang dieksplore. Tapi udah lumayanlah soalnya dia jadi mencari pelarian dan memutuskan masalah tanpa berpikir panjang.

Kurasa karakter terkuat emang Alana. Cewek ini punya karakter yang bikin ngakak terus. Bisa dibilang konyol, polos, dan naif juga.

Sayang figuran lain kayak anggota geng motor yang keliatan cuma Rory dan Barry si Besar.

Oh ya, awalnya Regan ini menutup diri sama orang lain. Karena itu dia galak dan jutek. Tapi dengan alasan yang sederhana dia jadi membuka diri seluruhnya. Agak aneh, tapi seperti yang kukatakan, aku suka aja cara berceritanya jadi apa pun yang tertulis rasanya menyenangkan buat dibaca.

“Kalau kamu nonton sinetron baru Pacarku Pangeran dari Langit? Dia jadi pemeran utamanya.

“Aku bisa bayangin. Wajahnya pasti seperti alien terbentur aspal bumi.”—hlm. 90 (KAMU BENAR-BENAR LOGIS, MAS REGAN!)

image

Books by Ayuwidya

STYLE
Itu semua terasa karena gaya berceritanya mengalir lancaaar. Banyak humornya tapi rasanya tetep alami. Beberapa adegan emang kayak sinetron, tapi itu tertutupi oleh keahlian penulis melucu. Beneran deh, dari awal sampai akhir saya nggak berhenti menggelepar karena ceritanya lucu. Apalagi interaksi Alana dan Regan yang manis! Berhasil bikin meleleh dan menggelepar kayak lele setiap saat. Ah, mereka cocok banget.

“Kamu harus mau!
“Kenapa harus?
“Karena… karena aku akan membayar setiap resep yang kamu ajarkan. Bagaimana?
“Oke, sepuluh juta untuk satu resep.
“Hah! Lebih baik aku beli kambing!”—hlm. 76 (Ini nasibnya kemana? Nggak diungkit lagi nih?)

Novel ini juga pake POV gantian, kadang Alana, kadang Regan. Tapi Alana yang mendominasi.

Cerita di sini nggak berorientasi masa depan, gimana ya, misalnya kita ngejanjiin sesuatu tapi nggak diceritain janji itu mau ditepati atau nggak. Cerita ini juga gitu, banyak hal yang diobrolin tapi nggak dijelasin bakal ada tindak lanjut lebih jauh atau nggak.

FAVORITE
Bagian favorit saya? Banyak! Karena hampir semuanya bikin saya ngakak. Terutama waktu Regan mau melarikan diri lagi, terus naik kereta ditahan sama Alana tapi Regan tetap pergi. Hingga akhirnya Regan kembali ke Alana karena alasan terakhir Alana kenapa Regan harus tetap di sisi Alana. Bagian itu tuh udah lumayan bikin baper, tapi akhir babnya kurang ajar! Udah baper-baper malah dibikin ngakak!

“Aku memintamu pulang bersamaku, bukan pulang ke surga, bodoh!”

image

Source: cookdiary.net

GENRE
Karena ini masuk mini seri Yummylit, maka banyak makanan yang dibahas. Apalagi buat acara reality show yang membuat Alana dan Regan bekerja sama. Bagi saya cerita kulinernya dapet. Cara Regan menjelaskan cara memasak kepada Alana juga kayak kita lagi ngobrol sama tukang masak. Nggak teoritis. Penggambaran acara masaknya bisa dibayangin dengan jelas. Gambaran betapa enaknya masakan Regan dan betapa meragukannya masakan Alana bisa saya rasakan. Lol.😂 Alana bodoh banget sih di dapur.

MORAL VALUE
Lakukan apa yang kamu cintai, jangan memaksakan diri hanya untuk orang yang kamu cintai. Karena itu akan menyakiti diri. Ini berbeda dengan pendapat orang lain tentang cinta. Biasanya orang akan melakukan apa pun demi orang yang ia cintai alias berkorban.

“Nyatanya kadang kita harus melakukan sesuatu yang kita benci untuk orang yang kita cintai.”—hlm. 89

Amanat lainnya, nggak selamanya tebakan kita akan apa yang orang pikirkan tentang kita itu benar-benar yang orang lain pikirkan. Bisa jadi kebalikannya. Paham maksud saya? Don’t judge a book by its cover.

SHORTAGE
Ada lagi keganjalan di cerita ini. Alana kan artis, tapi waktu syuting reality show dia nggak pernah diliput infotainment yang bertanya-tanya soal acaranya. Cukup aneh apalagi dia salah satu artis yang lagi naik daun.

POINT PLUS
Sekalipun cerita di sini manis, tapi saya nggak eneg. Beneran deh. Cerita ala sinetronnya juga nggak bikin saya memutar mata. Saya suka cara penulis bercerita.

Apalagi ada banyak quotes bertebaran dan beberapa informasi soal masak-memasak.

“Double strawberry. Mitosnya, kalau sepasang kekasih membagi double strawberry kemudian memakan bagian masing-masing, cinta mereka akan abadi.”—hlm. 84

OVERALL & RECOMMENDATION
Novel ini cocok banget di baca kalau lagi senggang dan butuh hiburan. Yang butuh tawa juga cocok banget. Moral value-nya dapet, feelnya lumayan, klimaksnya mendekati ledakan dahsyat.

Kalau kamu butuh novel yang bikin perut keroncongan, bisa coba salah satu novel Yummylit. Rekomen buat remaja hingga dewasa, yang suka cerita manis dan menghibur, yang suka masak dan lagi butuh resep baru, dan tentunya yang suka lihat cowok niat banget sama passionnya, you must read it. Ohya, ada resepnya juga lho di akhir buku

image

Ada 3 resep di akhir cerita: Strawberry Cheesecake, Strawberry Sponge Cake, dan Strawberry Mini Pie. Semuanya ala Regan!!😍😂

“Untukku, memasak, membuat cake, bukan hanya sekadar mencampur bahan-bahan supaya bisa dimakan. Bagiku, memasak adalah membahagiakan orang lain. Makanan yang enak bisa bikin bahagia. Lebih dari itu, memasak adalah sebuah kejujuran. Memasak satu-satunya hal yang kusuka, tapi aku tidak bisa melakukannya dengan bebas. Ketika kamu bebas melakukan hal yang kamu suka untuk dirimu sendiri, itulah kejujuran.”—hlm. 88-89

Ibaratnya, Regan itu seperti cokelat perusak diet, Alana menginginkannya, padahal tidak boleh. Sedangkan Alana itu seperti stroberi yang menebar wanginya, selalu menebar keceriaan. Gitu kata penulis di akhir cerita.

Btw, mau saya kasih tau quotes-nya nggak? Cukup segitu atau nambah? Komen yah!

“Makanlah yang enak maka hidupmu akan baik-baik saja.”—hlm. 22

Salam makanan enak!

Iklan

3 thoughts on “[Book Review] Strawberry Cheesecake by Ayuwidya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s