[Wishful Wednesday] #2

Selamat bulan Februari! Katanya bulan penuh kasih, tapi saya nggak peduli sih, yang penting bulan ini saya nemu wishlist baru. Huehue!

Padahal kan harusnya Wishful Wednesday itu tiap minggu :3 tapi saya nggak bisa dan nggak tahu ngewish apa lagi. Banyak buku yang saya pengen tapi nggak kebeli karena udah lama dipengenin. Sekalinya ke toko buku malah bingung beli mana jadi akhirnya hanya beli buku yang benar-benar dibutuhkan, bukan dipengenin.

Pernah ngalamin hal itu? Gimana cara ngatasinya? Silakan jawab dengan ketik REG.
image
Di awal bulan ini adalah kelahiran dari anak kesekian seorang penulis muda asal Lampung. Penulis perempuan yang namanya sesulit orang populer asal Afrika, Uvuvuwuwuvuvuvuwuvu Osas. 😂 LOL. Justkidding kakak…😓

Siapa lagi kalo bukan Ziggy Zet? (Sebutan dariku, biar gampang)

Semua Ikan di Langit by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie ini akan terbit 6 Februari 2017 oleh Grasindo. Pre-ordernya sudah dibuka sekitar dua minggu yang lalu tapi saya nggak pesan. 😐

Kenapa saya memasukan Semua Ikan di Langit ke dalam wishlist saya? Karena saya pengen makan ikan biar tambah pintar. Karena saya penasaran sama satu-satunya naskah yang menang di DKJ 2016!! Karena ini karyanya Ziggy!! teriak nggak santai. Karena setelah membaca wawancara soal naskah ini di Ruang Gramedia, saya tambah tertarik dengan nama tokoh yang ajaib. Bahkan mungkin lebih ajaib daripada Di Tanah Lada(?)

Mari kita buktikan setelah membaca.

Saya sih baru dua kali baca karyanya Ziggy, tapi saya langsung suka sama dia. Apalagi di Jakarta Sebelum Pagi. Ceplas-ceplosnya itu lho, juara!

image

Bisa baca resensinya di http://wp.me/p6C0Ry-bb


Last, ini blurb yang saya copas dari goodreads.

“Pekerjaan saya memang kedengaran membosankan— mengelilingi tempat yang itu-itu saja, diisi kaki-kaki berkeringat dan orang-orang berisik, diusik cicak-cicak kurang ajar, mendengar lagu aneh tentang tahu berbentuk bulat dan digoreng tanpa persiapan sebelumnya—tapi saya menggemarinya. Saya senang mengetahui cerita manusia dan kecoa dan tikus dan serangga yang mampir. Saya senang melihat-lihat isi tas yang terbuka, membaca buku yang dibalik-balik di kursi belakang, turut mendengarkan musik yang dinyanyikan di kepala seorang penumpang… bahkan kadang-kadang, menyaksikan aksi pencurian.

Trayek saya memang hanya melewati Dipatiukur-Leuwipanjang, sebelum akhirnya bertemu Beliau, dan memulai trayek baru: mengelilingi angkasa, melintasi dimensi ruang dan waktu.”

Paragraf terakhir itu membuat saya berpikir apa ini fantasi? Kalau iya, waow!
image
Apalagi di wawancara Gramedia itu ada pertanyaan gini: “Narator novelmu sebuah bus dalam kota—ada pengalaman mendalam dengan bus kota?” dan “Mengapa kamu tertarik untuk membuat cerita dengan elemen sains yang kental? Apalagi dengan tokoh yang boleh-dibilang sangat ‘magis.'”

Sepertinya memang fantasi. Waah nggak sabar pokoknya! Harus. Wajib. Kudu. Dibaca. Semoga tahun ini. Semoga bulan depan. Semoga bulan ini. Aamiin.🙏


Cuplikan Semua Ikan di Langit
Sumber: Ruang Gramedia

Membingungkan menghela napas panjang. Dia diam dan memandang langit, memandang matahari yang bersinar terik. Matanya, sepertinya, sudah tidak lagi takut pada cahaya membakar itu. Dia tidak memicing sama sekali. Melotot datar saja, seperti cara Beliau memandang seluruh dunia.
Ah, orang aneh. Dia bertanya-tanya kenapa orang-orang bilang dia membingungkan, sampai memanggil dia ‘Membingungkan’, padahal jawabannya jelas sekali: Karena dia orang aneh—dan memang membingungkan betul tingkah lakunya. Yah, apa boleh buat. Orang yang sungguh-sungguh aneh tidak pernah sungguh-sungguh tahu betapa aneh dirinya itu.

“Tidak punya teman, tahu?” kata Membingungkan, tiba-tiba, dengan pelan. “Aku. Tidak punya teman. Kerjaanku cuma memancing, seharian. Ketek bau amis dan kelakuan membingungkan; jelas saja tidak ada yang mau berteman denganku!
“Nah, suatu hari—suatu hari, ketika aku merasa seperti bungkusan saus tomat yang dibiarkan kedaluwarsa tanpa pernah dibuka, berharap aku terlahir sebagai wortel yang kini sedang bersiap direbus di dapur orang; pokoknya merasa tidak berguna dan tidak dipedulikan, dan berharap bisa segera mati menyakitkan—aku bawa perahuku jauh sekali ke tengah laut. Orang-orang tidak tahu aku pergi jauh, karena orang-orang tidak peduli soal aku. Orang-orang tidak tahu aku tidak pernah kembali, karena orang-orang tidak peduli soal aku. Aku melompat ke lautan, berharap ada hiu yang memakanku, tapi ternyata bahkan hiu juga tidak peduli soal aku. Padahal kupikir aku cukup gendut dan cukup bau ikan untuk dikira ikan gendut sungguhan.”


Mau bantu saya buat segera baca buku ini? Sok aja atuuh muehehe.

Salam ayam kate,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s