[Book Review] Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang by Gina Gabrielle

Sebuah dongeng bagi kamu, yang sudah cukup dewasa untuk kembali bermimpi.

“Konon katanya, pada suatu tidur, kau bisa sampai ke suatu tempat yang disebut Ujung Pelangi. Di sana ada seorang gadis dengan wajah tertutup cadar yang akan menenunkan Mimpi untukmu…”

Seorang pria dengan Hati luka melihat kertas terbang dalam Mimpinya. Ia mengikuti arah kertas tersebut terbang, dan sampai ke Lembah Es. Ia menyangka Hatinya akan sembuh, namun ternyata Lembah Es hanyalah tempat untuk mendinginkan Hati.

Di lain tempat, tanpa ia ketahui, langit memar. Dunia terancam hancur, dan pria itulah yang dipilih untuk menyelamatkannya.

Tapi, karena tidak sanggup lagi menanggung sakit, ia memutuskan untuk selama-lamanya membekukan Hati di Lembah Es.

Lalu langit pun retak, dan hendak runtuh.

Diiringi dengan sajak-sajak yang menghangatkan Hati, kisah ini akan membawamu dalam perjalanan untuk menjadi sembuh—dan mengubah dunia, entah bagaimana caranya.


image

Novel dan printilannya 😄 | Dok. Pribadi

Judul : Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis : Gina Gabrielle
Penerbit : ICC Publisher
Tebal Buku : 228 Halaman
Cetakan Pertama, April 2016
ISBN : 9786027443433
Rating : ⭐⭐⭐⭐
Coming Soon on Gramedia Store


REVIEW

STYLE
Analogi. Ini semua analogi yang luar biasa. Membuat cerita berisi analogi tuh nggak gampang. Menurutku, kalau mau buat cerita kayak gini harus punya konsentrasi yang kuat biar imajinasi nggak hilang, biar nggak ada alur yang bolong atau tertukar. Penulis pasti sudah berlatih berkali-kali!

Aku langsung membayangkan mendongengkan buku ini ke anak-anakku suatu hari nanti. Aish, pikiran jangka panjang yang ngawur karena buku ini lebih cocok kalau dibaca remaja hingga dewasa. Bisa juga dibacain ke anak-anak, tapi aku kurang tau apa mereka bisa nangkap maksud cerita ini. Like what I said before, full of analogy.

Kata-kata di novel ini juga manis, tapi nggak bikin eneg. Bikin aku senyum-senyum, pokoknya suka banget. Nggak menye kayak gombalan cowok :3

“Kau hanya perlu Hati yang sejuk dan lembut, yang bisa sembuh dari luka apa pun dengan kecepatan mengagumkan.”—hlm. 13

CHARACTERS
Aku memfavoritkan Kol. Ibri. Dia suka berdeham dan keangkuhannya bikin geli.

“‘Apakah kau menangis?’
‘Kau salah lihat, Tuan,’ jawab Kol. Ibri buru-buru dan memasukkan saputangan.”—hlm. 156

Selain Kol. Ibri, karakter Kura-Kura Pengelana yang nggak suka air juga kufavoritkan. Apalagi karakter ini juga berkembang ketika Pangeran Landak muncul.

“‘Aku tidak perlu berenang, bukan?’ tanyanya cemas pada Kol. Ibri saat ia hampir menyentuh permukaan air.”—hlm. 87

Diceritakan pula mengenai Pangeran Landak (Sebenarnya dia itu, wujud lain dari seseorang). Pangeran Landak, Putri Boneka, dan Kura-Kura Pengelana, dari perjalanan yang aneh ini akan membuat mereka bertiga terikat oleh sesuatu di masa depan. Sesuatu yang sungguh manis saat ending.

“Memang tidak disangka-sangka, Tuan, tetapi ini sepertinya berarti bahwa masa depan kalian semua bersangkut-paut.”—hlm. 127

Oh, jangan lupakan Gadis Penenun Mimpi! Gadis ini yang terpenjara di puncak gunung dengan satu pohon rimbun seperti kanopi. Puncak itu dekat sekali dengan pelangi, maka disebut Ujung Pelangi. Dengan terpenjaranya ia, ia tidak bisa melihat rupa setiap orang. Sehingga ia hanya mengandalkan sesuatu yang lain sambil menenun mimpi untuk orang-orang yang terdampar di Ujung Pelangi.

“Empat bahan menenun mimpi:
Benang perasaan
Warna keajaiban
Kegigihan
Hati yang penuh cinta kasih.”

Dalam petualangan memperbaiki langit, Gadis Penenun Mimpi memang memiliki porsi yang sedikit daripada karakter lain. Tapi sesekali ia tetap disebut sedang berusaha menghalau kehancuran langit karena orang-orang “tertidur”.

“Seorang yang dengan sukarela mengajukan dirinya akan berjuang dengan lebih sepenuh Hati daripada orang yang disuruh atau dipaksa untuk mengerjakannya.”—hlm. 88

SETTING
Membaca untaian katanya bikin aku tenang. Dan ternyata, ini seperti melintasi tempat-tempat yang dari dulu ingin kudatangi berkali-kali. Dalam bayanganku, setting tempat di Dunia Mimpi ini penuh pemandangan indah. Jiwa petualanku muncul lagi. Sayangnya cuma mimpi. 😭

“Terkadang kau harus percaya tanpa mengetahui.”—hlm. 44

Sempat terlintas di pikiranku kalau cover novel ini dijadiin wallpaper kamar tidur. Kalau kejadian, aku pasti kesengsem, terus nggak mau keluar kamar. Dibuat juga animasi seperti serial Barbie :3 kuharap bakal seperti itu. Karena ini sungguh cerita luar biasa. Penuh mimpi, harapan, dan pelajaran hidup.

“Tak dikenal orang bukan berarti tidak penting.”—hlm. 82

Penjabaran yang tidak terburu-buru, sama yang sering Kol. Ibri katakan. Kita harus menghayati ceritanya. Bakal sayang kalau bacanya buru-buru karena banyak hal indahnya.

Kalaupun kalian nggak tahu maknanya—karena jujur, cerita di sini membutuhkan ingatan jangka panjang dan pemahaman akan analogi atau majas-majas lain—kalian akan tetap merasakan keindahan cerita ini. Trust me.😉

Di sini penulis menempatkan diri menjadi pendongeng dan juga Kol. Ibri—yang memandu petualangan di Dunia Mimpi.

Baru beberapa halaman aku tiba-tiba ingat, kalau cerita macam ini, konfliknya bakal seperti apa? Soalnya aku jarang baca dongeng. Dan waw! Aku dikejutkan dengan konfliknya yang seharusnya bisa saja kutebak dilihat dari alur yang seakan-akan menceritakan kehidupan manusia dengan perasaannya.

image

Source: fullmoviescenter.com

SIMILAR
Kura-Kura Pengelana, Putri Boneka, dan Kol. Ibri sampai pada Kastil Masa Lalu yang sedang berada di situasi genting yaitu waktu yang seakan-akan berhenti. Otakku langsung menuju adegan Narnia pertama. Semua orang dibekukan oleh Penyihir Putih. Tapi itu terlalu jauh. Karena yang menjadi permasalahan di buku ini bukanlah dibekukan, tapi karena sesuatu.

“Hatimu retak dan hampir hancur. Mengapa harus membuang waktu menolong orang lain yang bahkan tidak meminta pertolonganmu?
“Justru karena aku tahu b-bagaimana rasanya mempunyai Hati yang retak, aku t-tidak ingin orang lain merasaka hal yang sama.”—hlm. 110

Kadang kata-kata indah ini seperti sindiran akan sikap atau sifat manusia yang akhirnya membuatku tersenyum. Rasanya mataku seperti dibuka dengan cara halus tanpa sedikitpun menggurui.

“Terkadang kau hanya perlu mengetuk dengan lembut dan sabar untuk bisa masuk ke Liang Hati yang Terdalam.”—hlm. 111

Jadi, selain kisah petualangan, kisah cintanya juga ada. Di sepertiga akhir buku, kisah cinta ini berkembang kuat. Semakin menarik saja.😍

Aku membaca novel ini sejak Desember, dan baru berakhir tanggal 8 Januari. Biasalah, sok sibuk. Awalnya aku nggak bisa baca ini sambil dengerin lagu, tapi tanggal 8 Januari aku punya mood yang bagus buat baca sambil dengerin lagu. Dan kuputuskan, lagunya Tulus yang Manusia Kuat cocok buat soundtrack novel ini.

“Aneh memang, tapi dua Hati yang tadinya retak itu ternyata bisa saling menyembuhkan.”—hlm. 192

ENDING
Setelah selesai membaca, apa yang kurasa? Hmm… ini seperti petualangan panjang.

Rasanya seperti membaca cerita untuk anak kecil hingga cerita untuk orang dewasa.

Awalnya kita akan didongengi seperti anak-anak (orientasi cerita), lalu kita akan berpetualangan seperti remaja (konflik), dan akhirnya (antiklimaks) kita akan diberi solusi inti atas semua masalah yang ternyata telah dijelaskan sedikit demi sedikit ketika kita menjadi “anak-anak” dan “remaja”, di situlah kita akan merasa dewasa.

SHORTAGE
Kurangnya porsi cerita untuk Gadis Penenun Mimpi dan porsi Kertas Terbang.

FAVORITE
Aku suka saat Kura-Kura Pengelana reflek menyelamatkan Hati Gadis Penenun Mimpi. Ouch, so sweet :3

OVERALL
Cerita ini manis, penuh sajak, kata kiasan, dengan latar imajinatif yang kuat. Novel ini berhasil membuatku merasa tenang, mendalami karakter tiap orang, memaknai setiap kejadian dalam hidup (terutama soal perasaan. Kalau kalian baperan dan paham banget maksud sajak-sajak di sini, kujamin kalian akan baper kuadrat).

Kalian disarankan untuk membaca ini saat keadaan tenang. Bukan hanya suasana haru, tapi juga hati. Soalnya kalau baca sambil buru-buru. Duh, sayang banget. Maknanya nggak dapet.

RECOMMENDATION
Yang suka cerita dongeng, fantasi, cerita penuh mimpi dan harapan, kalian harus baca buku ini.


image

Ikuti keseruannya bersama kami untuk merayakan dijualnya GPM di Gramedia seluruh Indonesia!

GIVEAWAY
14 – 18 Januari 2017 pukul 23.59 WIB
Indonesian Shipping Only

Ada satu eksemplar novel Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang yang akan dikirim kepada satu pemenang giveaway #AskAuthor di Red Blue Story dan Perpustakaan Ratih Cahaya

How to get it?

Sebelumnya aku mau ngasih tau mekanismenya.

Di postingan ini dan postingan di Perpustakaan Ratih Cahaya, kalian harus mencantumkan apa yang diminta sesuai format beserta satu pertanyaan untuk Kak Gina. Kalian boleh menjawab tantangan di blogku atau Kak Ratih. Tapi kusarankan kalian menjawab di keduanya.

Pertanyaan kalian diterima hingga tanggal 18, lalu akan kami seleksi biar nggak ada yang dobel.

Setelah itu, pada tanggal 19 – 20, pertanyaan kalian akan dijawab oleh Kak Gina via twitter dengan aku dan Kak Ratih sebagai host-nya.

Jadi, kalian nggak perlu mention apa pun ke Kak Gina. Kak Gina juga nggak akan menjawab pertanyaan tambahan.

Oleh sebab itu, buatlah pertanyaan yang belum ditanyakan. Buat pertanyaan yang beda dan unik. Maka pertanyaanmu akan dijawab dan kemungkinan besar kamu akan menjadi pemenangnya.

Okay. Paham nggak?

image

Jadwal keseruan bersamaku dan Kak Ratih Cahaya

Ini rules-nya:

1. Follow twitter @msginagabrielle @ICCPublisher @p_ambangsari @ratiihcahaya

3. Follow blog Red Blue Story lewat wordpress atau email yang ada di sidebar

4. Share info ini di twitter, mention akun-akun di atas dan sertakan hashtag #GadisPenenunMimpi
Jika kalian menyantumkan link dari blogku, maka tidak perlu mention @ratiihcahaya! Juga sebaliknya.
Boleh juga dibagikan di media sosial lain dengan cara yang sama😁

5. Kunjungi pula blog Kak Ratih biar kesempatan menang lebih banyak!

6. Tulis komentar di bawah ini
Nama :
Link Share :
Pertanyaan untuk Kak Gina :

Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan mention saya di twitter!

*)Bedakan antara kata “atau” dan kata “dan”
GOOD LUCK!!!😀

Iklan

19 thoughts on “[Book Review] Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang by Gina Gabrielle

  1. Lina Ernawati berkata:

    Nama: Lina Ernawati
    Link share:

    Pertanyaan untuk kak gina:

    Menurut kak gina, bagian mana sih dari novel ini yang membuat kakak sendiri pusing menentukan jalan ceritanya? Terus bagian mana yang menurut kakak sendiri punya feel yang mendalam?

    Terimakasih:)

    Suka

  2. kimfricung berkata:

    Nama: Frida Kurniawati
    Link share: https://mobile.twitter.com/kimfricung/status/820139857628393472

    Pertanyaan untuk Kak Gina:

    Sejauh pengamatan saya (yang mungkin kurang jauh), nasib novel-novel fantasi karya penulis Indonesia tidak terlalu bagus. Para pembaca fantasi domestik saja lebih memilih baca fantasi karya penulis luar (yang katanya lebih meyakinkan). Nah, apa yang membuat Kak Gina “berani” menerbitkan novel fantasi, padahal belakangan ini dunia perbukuan Indonesia sedang tidak ramah terhadap fantasi lokal?

    Suka

  3. Insan Gumelar Ciptaning Gusti berkata:

    Nama : insan gumelar ciptaning gusti
    Link Share : https://twitter.com/san_fairydevil/status/821062531607236609
    Pertanyaan untuk Kak Gina :
    1. Karena ini cerita tentang dongeng, apakah kak Gina dulu waktu kecil suka didongengi? Kalau iya, dongeng yang pali ng difavoritin apa?
    2. Kak Gina udah nikah belum? Atau sudah? Pokoknya kalau misal kak Gina punya anak, apakah kakak tipe ibu yang suka mendongengi anak sebelum tidur atau enggak?
    3. Pernah enggak sih kakak membayangkan masuk di dalam sebuah cerita dongeng dan tinggal di sana? Kalo iya, dongeng apa dan kenapa kok ingin?

    Udah, tiga pertanyaan aja 😄😄

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s