[Monolog] Something Wrong with Me

Aku tahu tidak seharusnya aku bercerita soal ini saat ini. Saat setelah semua hal terjadi padaku dan sahabatku. Setelah kebahagiaan membakar sumbu semangat dan menyalakan api percaya diri. Seharusnya tidak kutulis pikiran gilaku di sini, saat ini.

Tapi sudah terlanjur, bukan? Naskah sudah selesai, koneksi sudah tersambung, tinggal menunggu jempol memantulkan diri pada tulisan ‘publikasi’ dan akhirnya dunia tahu apa yang aku pikirkan.

Ini semua karena sumbu semangat terganjal sesuatu yang biasa kusebut ‘keanehan dalam diri’.

Aku baru saja berlari setelah tembakan pistol mengudara beberapa saat. Ini semua karena ada yang aneh dengan diriku. Gerak reflek, gerak sadar, saraf motorik, saraf sensorik yang kumiliki sering tidak tersambung ke otak dengan cepat. Aku sering terlambat dalam segala hal. Sebab itu aku baru mulai berlari.

Aku berlari dalam kecepatan tinggi, sesekali membuat sahabatku—yang duduk di tribun dengan membawa amunisi berupa minuman, makanan dan vitamin—menggigit bibir pertanda khawatir.

Jelas saja ia khawatir karena sekali lagi, ada yang aneh dengan diriku. Jadi apabila dengan tiba-tiba aku bisa berlari dengan cepat, kemungkinan besar tenagaku akan terpompa terlalu cepat bahkan mungkin aku bisa meledak.

Meledakan tenaga dalam hidup sahabatku sudah terlalu sering ia jumpai. Aku tahu dia berusaha keras untuk terus bersamaku dan melupakan berbagai pikiran buruk yang mungkin terjadi padaku—pikiran yang berisi kejadian-kejadian di masa lalunya yang membuat ia trauma. Tapi aku juga sadar semua ini memang ada waktunya, semakin aku bergerak cepat kemungkinan besar hal aneh dalam diriku akan meledak lebih cepat.

Aku tidak mau keanehan melemahkanku. Jadi, tolong, berilah kepercayaan kepada sahabatku agar ia percaya padaku kalau aku tidak akan meledak. Percayai ia sebagai sahabatku yang dapat membuatku tetap hidup. Jangan biarkan ia merasakan traumanya lagi setelah ia melihatku keluar dari lorong penuh ranjau dengan kesuksesan. Aku mohon, bantulah dia.

Kalian dapat mengubah kehidupan banyak orang termasuk aku yang  dimulai dengan mempercayai sahabatku. Percayalah, pada kami.

Hurted but it’s okay,
Red Blue Story


Another title of this story:

Fall Behind
Back to the Drawing Board
Burnt out
Weirdo
Sick of Chance
Achilles’ Heel


Sebenarnya apa sih Monolog itu? Maksudnya apa? Kenapa pakai italic dan bold untuk tulisan tertentu? Kenapa isinya ambigu semua? Banyak majas, idiom, analogi.

If you ask us with those questions, we will answer kapan-kapan and in another language (It means, I will tell you with unsimple words)

Xoxo,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s