[Book Review] Berbagi Cinta di 4 Kota by Dewi Nurbaiti

“Hidup adalah pengabdian yang menyenangkan, begitulah yang Dewi tampilkan dalam buku ini. Dewi seakan menyentil kita dengan lembut, bahwa berbagi pada sesama bukanlah pengorbanan melainkan kesenangan yang memenuhi dahaga batin di tengah masyarakat kita yang mulai hedonis dan egois.

Setelah membaca buku ini, saya yakin kita semua mengidamkan menjadi bagian dari kesenangan Indonesia Mengajar. Selamat terinspirasi…”

“Maka dengarlah hati yang bicara, karena semua selalu karena cinta.”—hlm. xvii


image

Cover Novel | dok. pribadi

Paperback, 110 pages
Published January 15th 2016 by Indie Publishing


Alhamdulillah saya memenangkan Giveaway buku ini akhir Oktober lalu. Dari awal saya yakin buku ini akan menginspirasi lewat perjalanan penulis yang mendatangi empat kota untuk berpartisipasi dalam Kelas Inspirasi yang merupakan salah satu program Indonesia Mengajar.

Sekilas info saja, Kelas Inspirasi merupakan program yang mengumpulkan relawan pendidikan untuk berbagi inspirasi, cita, dan cinta pada sekolah-sekolah dasar di seluruh Indonesia. Biasanya sih sekolah yang cukup jauh dari perkotaan.

“Karena memang benar hanya sebuah keceriaan yang boleh tampak di mata anak Indonesia.”—hlm. 53

Pada buku ini Dewi Nurbaiti atau biasanya ditulis DNU menceritakan sedikit dari pengalamannya ketika bergabung di Kelas Inspirasi yang mengajar di Bali, Palembang, Jogja dan Lombok.

Buku ini ditulis dengan metode buku harian berdiksi cantik. Di setiap lokasi mengajar—setiap pembukaan bab akan ada sisipan foto Mbak Dewi dan nama kota (monumen kota). Dan setiap akhir cerita akan disisipi titi mangsa dan terkadang ada cerita emosi Mbak Dewi ketika menulis semisal:

(dnu, ditulis sambil nahan laper,
18 Maret 2015, 07.47)

image

Pembuka Setiap Bab

Dari 4 kota yang diceritakan, yang paling kusuka itu Jogja. Lebih seru karena inspiring story berpusat pada tiap anak yang paling berkesan bagi penulis.

“Terbanglah dan meliuklah dalam kepakan sayap yang paling indah.”—hlm. 85

Itu soal cerita inspirasi, kalau soal penggambaran lokasi, aku lebih suka waktu di Lombok, di pantai Senggigi. Kenapa? Keingat Matahari Senja. Hahaha.

Kalau dibaca dari buku ini, Kelas Inspirasi menitikberatkan pada cita-cita. Yup. Cita-cita anak tidak boleh dibatasi atau terbatasi. Cita-cita anak harus bisa melampaui keadaan yang sedang terjadi, artinya anak harus berusaha menggapai cita-citanya sekalipun keluarganya memiliki keterbatasan yang membuat dia sulit bergerak.

Kelas Inspirasi juga memberi tahu kepada anak-anak bahwa banyak profesi yang bisa dicita-citakan. Bukan hanya Dokter atau profesi yang sama dengan keluarga. Ada banyak profesi yang menunggu untuk digapai bahkan profesi yang saat ini belum ada suatu saat akan dibutuhkan.

“Power Ranger itu hebat, Yuk, dia tokoh yang baik, membela kebenaran, selalu menolong temannya yang sedang kesusahan. Terus Power Ranger juga kan pake topeng jadi kalau nolong orang dia nggak ketahuan mukanya. Pokoknya nolong orang aka, nggak usah ketahuan siapa yang nolong.”—hlm. 32

SHORTAGE
Saya kurang mengerti apa tulisan ini sudah melewati tangan editor atau belum, sepertinya sih belum soalnya ada banyak kata yang tidak menggunakan EYD, simbol-simbol yang tidak rapi, juga penggunaan italic untuk bahasa selain Indonesia.

Seperti yang saya katakan di atas, diksinya memang bagus, rimanya sesuai, sayang sering diulang dan akhirnya membuat saya jengah. Sayang banget.

Ketika mengikuti giveaway ini, harapan saya sih bisa tahu secara langsung bagaimana kelas inspirasi berjalan, seberapa serunya, dan bagaimana atau apa yang diperlukan untuk bisa menjadi bagian relawan kelas inspirasi, dan tentu saja saya ingin menikmati inspirasi yang kak Dewi paparkan. Dan kuharap aku bisa diajak jadi relawan pendidikan walau hanya sementara dan lewat tulisan cerita pengalaman orang lain.

“Bermimpilah setinggi-tingginya dan jangan batasi imajinasimu. Karena kamu adalah apa yang kamu pikirkan.”—hlm. 56

Dan sepertiga dari harapan saya terkabul lewat buku ini karena saya bisa membayangkannya. Tapi saya masih tidak puas karena penceritaannya tidak ‘pol’, gantung, tidak tuntas. Banyak yang tidak diceritaka secara detail mungkin karena events-nya sedikit.

EXCESS
Budaya Bali yang diceritakan bikin terharu, sama seperti ketika saya membaca novel Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta. Toleransi masyarakat Bali memang luar biasa. Dan di buku ini walaupun diceritalan sekilas (saat murid-murid berdoa khusyuk) tetap saja bikin terhura.

FAVORITES
Bagian favorit saya itu Prolog, bikin campur aduk perasaan antara bangga, iri. Pokoknya membuncah banget.

Selain itu favorit saya di bab Jatuhlah di Antara Bintang-Bintang. Ini bikin saya semangat dan tambah pengen gabung jadi relawan.

Ada juga sisi yang gemesin. Bab Bersamamu Berbagi Ilmu. Mungkin bisa ditebak kalau ini pasti roman. Siapa yang nggak bahagia kalau kita berbagi kepada orang lain bersama orang tercinta? Ini sama seperti menerapkan visi-misi komitmen. Sekalipun begitu tetap berpusat pada KI kok😍

OVERALL
Buku ini cukup asik dibaca. Font-nya yang besar dan besar buku yang nggak seberapa bisa dibaca dalam sekali duduk.

RECOMMENDATION
Buat kalian yang penasaran sama Kelas Inspirasi yang tergabung dalam kegiatan Indonesia Mengajar, bacalah buku ini, siapa tahu dapat pencerahan. Dan buat kalian yang memiliki cita-cita selangit, ada quote yang pas buatmu:

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, namun jika kamu harus terjatuh maka jatuhlah di antara bintang-bintang.”—hlm. 81

SALAM INSPIRASI!

Iklan

4 thoughts on “[Book Review] Berbagi Cinta di 4 Kota by Dewi Nurbaiti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s