[Book Review] Lost and Found by Dy Lunaly

Setiap benda akan patah. Termasuk hati. Walau sudah delapan tahun berlalu, hati Illa masih patah dan jiwanya rusak. Sampai detik ini dia masih tidak memiliki kepercayaan diri untuk kembali berurusan dengan cinta. Bukan tanpa alasan, dia takut untuk kembali terluka, mental dan fisik.

Illa menjalani hidupnya dengan membuka sebuah toko bernama My Ex-Boyfriend di sudut jalan Braga. Toko yang menarik perhatian banyak orang karena tokonya khusus menjual barang pemberian dari mantan. My Ex-Boyfriend tidak pernah sepi membuat hidupnya cukup sibuk dan untuk sesaat dia berhasil melupakan sesuatu yang bernama cinta. Hingga seorang pria tidak sengaja hadir dalam hidupnya.

Mungkinkah hati yang tidak hanya sudah patah melainkan berderai mampu kembali utuh? Mungkinkah rasa percaya yang sirna karena pengalaman buruk mampu kembali untuk percaya?

Pada akhirnya, akankah tragedi menghasilkan bahagia?

“Mungkinkah hatiku akan kembali utuh?”—hlm. 2


image

Cover Novel

Paperback, 250 pages
Published October 17th 2016 by Grasindo
ISBN13: 9786023757077
Rating ⭐⭐⭐⭐


REVIEW

STYLE

“Hati merupakan satu-satunya organ tubuh yang bisa beregenerasi. Mampu menumbuhkan sendiri bagian yang hilang. Mungkin ini penyebab kita bisa jatuh dan patah hati berulang kali sepanjang hidup kita.”—hlm. 1

Itu kata-kata yang ada di halaman pertama novel bercover biru-coklat ini. Nyebelin banget ya? Baru juga halaman pertama udah dikasih kayak ginian sama kak Dy. Filosofi hati yang patah itu lho, aku suka banget.New thing, good thing, and bapering!😂😭

SETTING
Lost and Found mengambil Jalan Braga, Bandung sebagai latar tempat. Pertama kali tahu settingnya ini, aku semangat banget pengen lekas baca soalnya ini salah satu kota yang kuidam-idamkan sejak dulu. Dan kali ini kak Dy Lunaly menghadirkan sudut Braga bersama tragedi-tragedi manis hingga menyesakan dada.

“Bahkan menjadikan Braga, bagian terbaik Kota Bandung menurutku, sebagai tempat persembunyian pun tidak berarti banyak.”—hlm. 2

DI SUDUT BRAGA
Sejak dulu Braga adalah bagian Bandung yang paling Illa suka. Dulu ketika Illa SMP dan kak Reza SMA, mereka akan menyusuri jalan Braga sambil bergenggaman tangan. Jalan ini selalu terlihat menarik, mengingatkan akan kenangan, dan menghadirkan kerinduan yang seakan tidak pernah habis sekaligus menyebarkan rasa hangat.

Menyusuri Jalan Braga ke arah Jalan Suniaraja dari My Ex-Boyfriend, kita akan bertemu Gedung Gas Negara, Restoran Braga Permai yang terkenal dengan es krimnya, lalu Toko Roti Sumber Hidangan dan Toko Ice Cream Canary tempat Papa dan Mama Illa pertama kali bertemu. Dulu ketika pandangan Mama dan Papa Illa bertemu pertama kali, Papa Illa sudah yakin kalau suatu hari beliau akan menikahi Mama. Dan itu terjadi. Lima bulan kemudian mereka menikah.

Dan ternyata Braga bukan hanya tempat istimewa bagi Illa. Beberapa meter dari Braga City Walk, sudut di mana kafe favorit Illa berdiri, kafe di mana Pandu bekerja sekaligus menetap juga bukti konkret bahwa tempat istimewa keduanya sama.

“Tidak. Tidak lagi. Jangan lagi. Aku tidak ingin untuk jatuh cinta lagi.”—hlm. 55 (satu pertanyaan kak Dy, apa kakak nulis ceritaku? Sangat familier dengan hampir separuh cerita. Dan menusuk tepat sasaran.

image

Jalan Braga | Source: sebandung.com

WATTPAD
Sebelumnya L&F pernah dipublikasikan di wattpad, mungkin beberapa dari kalian ada yang pernah baca. Nah, seperti yang kita ketahui kalau cerita dari wattpad biasanya akan memiliki kelebihan dari segi plot.

Akan ada banyak quote, konflik tiap bab, first impression yang bikin ketagihan, quote tiap bab dan lainnya. Begitu pula dengan Lost & Found ini. Novel ini benar-benar memiliki plot yang luar biasa keren, ditambah dengan cara penulisannya yang lancar, gaya bahasa yang asik dan yang paling dominan adalah quote yang memabukan karena selalu terasa manis hingga membuatku kecanduaan akan kata-kata Pandu. Bagaikan orang kena narkoba kalau baca cerita ini. Nge-fly.

“Seperti inikah rasanya ditemani seseorang? Saling diam dan seakan tidak melakukan apa pun bersama tapi ada perasaan hangat yang menemani karena waktu ini dihabiskan bersama.”—hlm. 83

CHARACTERS
Aku ini jenis pembaca yang selalu jatuh cinta sama tokoh utama. Apalagi disodorin karakter kayak Pandu ini; kalem, sebenarnya dia gombal (banget malah) tapi nggak norak kayak yang di tv-tv itu. Pandu juga sering pakai kata ‘saya’ untuk menyebut diri sendiri. Bagiku ini pas banget dengan karakternya. Emang sih kayak formal, tapi itu manis.

Bagiku cara penggambaran tokoh di novel-novelnya kak Dy itu kebanyakan melalui karakter. Penggambaran fisiknya sedikit. Bahkan pas aku bayangin Pandu aku nggak bayangin wujudnya, tapi lebih ke imajinasi sendiri yang dikasih “ruh” dari karakter yang kak Dy buat. (Paham nggak? Enggak yaudah😔)

“Bodoh. Tapi itu cara saya melindungi kamu.”—hlm. 181

“Mungkin karena saya peduli sama kamu.”—hlm. 112

Membaca cerita ini dan bertemu dengan tokoh-tokoh lain seperti kak Reza, kak Chitra, dan Reihan aku jadi punya ide gila mau nuntut kak Dy buat nulisin cerita lain soal Reihan. Karakternya yang idola remaja cewek banget—pendiam atau cuek tapi sebenarnya perhatian, punya sisi lemah yang tertutupi oleh sikap gentle—kurasa bakal berhasil bikin kami “menggila”.

image

Bagian Baper | Panduuu kusayaaanng | Foto dok. pribadi

PLOT
Surat si Pengirim Barang My Ex-Boyfriend yang bikin Dira—pegawai My Ex-Boyfriend nangis. Ya Allah, twistnya benar-benar bikin jleb. Awalnya sih aku biasa aja bacanya, bahkan sempat mikir “Apa yang membuat nangis? Biasa aja kok soal kematian orang tersayang. Biasa aja soal si pengirim dan orang yang meninggalkannya.” dan ternyataaaa. Ini gila. Twist ending emang selalu mampu menguji perasaan pembaca.

“Mereka yang telah tiada hanya hidup dalam ingatan yang ditinggalkan. Jika aku melupakan, lalu apa yang tersisa dari orang tuaku?”—hlm. 22

Satu hal pasti. Aku greget sama “persitiwa itu” yang terus disembunyiin sampai bab 8. Bikin clueless tapi juga bikin negative thinking. Membaca cerita ini sebenarnya cuma butuh sehari soalnya alurnya cepat apalagi di bab-bab awal sebelum kegalauan Illa muncul.

Dan setelah kuingat-ingat, plot di LnF itu bukannya sedikit tapi malah banyak banget. Jadi ada banyak hal yang penulis sampaikan tapi benang merahnya tetap kelihatan walau samar, kayak tersirat gitu.

“Denial nggak akan buat semuanya jadi lebih baik, malah bikin kamu makin tersiksa.”—hlm. 41

“Seandainya semudah yang diucapkan oleh psikiater itu mungkin aku sekarang tidak duduk seorang diri di sini. Bisa saja aku sedang bersama seseorang.”—hlm. 49

ANOTHER FAIRYTALE
Diceritakan bahwa orang yang meninggal akan menjadi bintang di langit. Dongeng itu sudah biasa kita temukan (dan tidak saya percaya) apalagi saat menghibur orang yang berduka dengan maksud bahwa orang yang meninggalkan kita akan melihat kita dengan cara menjadi bintang.

Tapi di Lost and Found ini kak Dy membuat dasar cerita yang sama namun dengan argumen yang berhasil membuat saya merasa ikut senang dengan fairytale itu. Saya lebih percaya dengan alasan di sini.

“Langit adalah dasar surga dan bintang merupakan lubang-lubang kecil yang digunakan mereka yang sudah lebih dulu meninggalkan kita untuk mengintip orang-orang yang mereka sayangi di bumi.”—hlm. 104

image

Dongeng Tentang Bintang

UNIQUENESS
Ciri khas dari karya Dy Lunaly (padahal aku baru baca 3 karyanya) adalah sering nyantumin fashion yang dipakai tokohnya. Kadang hal-hal itu buat saya penasaran dan akhirnya googling dan kupakaikan di imajinasiku. Sering pula kak Dy ngomongin tentang makanan. Asyik, nambah referensi kalau aku mau buat karakter sendiri dan bikin ngiler tentunya. Tapi soal fashion kalau terlalu detail dan banyak pasti juga akan membosankan. Untung saja di novel ini sedikit yang detail dan lebar.

THE FEELINGS
Benar kata orang tuaku. Aku akan ketawa-ketawa sendiri bahkan jerit-jerit terus aku bakal nangis sendiri kalau baca novel. Dan ini terjadi ketika aku dikasih tahu secara keseluruhan atas apa yang terjadi pada Illa. Tentang masa lalunya. Tentang klimaksnya. Tentang kejadian kedua.

“Satu yang aku tahu, aku tidak membencinya. Sama sekali tidak. Aku hanya takut. Takut untuk percaya.”—hlm. 172

Skema Perasaan Ketika Membaca Lost and Found

Terpukau>Ketawa>Tersipu>Kecandua>Tegang>Tersipu>Marah>Shock>Sedih sampai Nangis>Hampa>Sesak Nafas>balik lagi ke Terpukau

THEME
Tema kepercayaan dicampur traumatik sangat keren menurutku. Selalu bisa memberikan efek menyesakkan karena tentu saja konfliknya jadi banyak. Dari segi mental di masa lalu dan masa sekarang. Belum lagi segi fisik.

“Udah waktunya Teteh buat belajar percaya lagi. Percaya sama diri Teteh sendiri, percaya sama orang lain.”—hlm. 124

FAVORITE
Bagian favorit ketika Pandu menepuk tangaku *eh maksudnya menepuk tangan Illa ketika mereka berboncengan dan tangan Illa gemetaran karena keingat masa lalu. Aku paling suka itu. Walau sederhana, tapi juga ikut memberikanku rasa aman.

“Aku tidak tahu dengan pasti. Yang pasti, aku menyukainya. Tepukannya menghadirkan rasa aman yang menentramkan.”—hlm. 89

Satu lagi yang jadi favoritku. Walau udah kutebak cara Illa mengakui perasaannya akan begitu, aku tetap aja mabuk. Manis banget siiih!!

“Biar saya bisa nemuin kamu walaupun kamu invisible.”—hlm. 237

EXCESS
Kelebihan paling dominan di novel ini: Dari awal sampai akhir nggak bisa berhenti bilang “NYEBLIIIIN”. Eits, ini artinya rating tinggi kok. Sumpah ini caraku nentuin rating. Semakin tinggi, semakin keras aku bilang nyebelin dan sambil nangis😒

“Tapi yang paling penting, saya bersyukur karena kali ini saya jalan bareng kamu.”—hlm. 152

image

Beberapa Karya Dy Lunaly

MISTAKES
Kekurangan di novel ini ada di typo yang lumayan banyak. Tapi aku sih maklum, aku juga sering typo.

“Rambut yang baisa berantakan…”—hlm. 85 seharusnya ‘biasa’

“Every preson is a…”—hlm. 102 seharusnya ‘person’

Juga ada beberapa bagian yang rancu seperti:
“Tapi, karena dia memang dia suka.”—hlm. Kata ‘dia’ sebaiknya dipakai yang depan aja.

Terus kemana Awan dan Indira—salah dua karyawan toko My Ex-Boyfriend? Kok tiba-tiba ilang? Apalagi Indira yang kayaknya cuma numpang nama? Dan satu lagi. Alasan Pandu jadi arsitek murtad alias resign dan membuat kafe di sudut Braga itu masih samar. Ya memang inti cerita itu soal Illa dan traumanya tapi Pandu juga butuh penjelasan lebih rinci.

Hal lain yang masih mengganjal yaitu keberadaan Pandu yang nggak terlihat oleh Illa padahal dia pelayan bahkan pemilik kafe yang sering Illa datangi itu agak aneh untukku.

Lalu soal My Ex-Boyfriend sendiri masih kurang banyak dilibatkan dalam kehidupan Illa, barang-barang tentang mantan yang dijual disana masih kurang banyak ceritanya.

Tentang Illa yang menyukai aurora Borealis sedikit banget.

SUGESSTION
Saran sih, mungkin bisa dengan lebih banyak menceritakan kisah tentang surat-surat yang ada di setiap paket jualan My Ex-Boyfriend

ENDING
Satu kata aja. NYEBELIIIIIIIIIIN!! Aku nangis terhura. Ya Allah. Aku melupakan Wisnu Kanigara dan beralih pada Pandu Raffasya😭 bahkan sampai berganti hari aku masih kepikiran sama Pandu. Aku juga merasa novel ini belum selesai. Bukan karena nggantung, tapi karena aku pengen cerita yang lebih banyak! Call me Pandu addiction.

COVER
Aku nggak terlalu suka sama covernya. Kayak luntur atau gimana gitu. Juga karena kurang menggambarkan isi secara keseluruhan. Kecuali kalau bunga itu diganti dengan tumbler mochachino. Tapi ini ya selera masing-masing sih😅

SIMILAR
Kalau dibandingin sama karya kak Dy sebelumnya, Il Tiramisu, Lost and Found ini lebih menyedihkan. Konfliknya lebih dalam dan bukan hanya konflik mental namun juga verbal. Sederhananya sih kalau di Il Tiramisu kita akan dibuat marah sama karakter Gytha, tapi kalau di sini kita akan dibuat simpati sama Illa. Dan kesamaan antara dua novel ini yaitu temanya kepercayaan semua dan cowoknya bikin candu semua #plak

Novel ini juga punya kesamaan dengan Jakarta Sebelum Pagi. Kalau JSP yang trauma itu yang cowok, tapi kalau L&F yang trauma si cewek.

image

Il Tiramisu by Dy Lunaly

THREE THINGS
Btw, aku juga mau dibuatin diorama sama Pandu😄. Diorama langit berbintang dan skyscraper atau diorama Bandung, aku pengen itu. Kalau Illa kan dapat diorama aurora borealis Finlandia.

Satu hal lagi yang belum kupahami. Apa arti dari penyintas?

“Aku penyintas, bukan korban.”—hlm. 162

Dan ternyata kak Dy emang sengaja gunain kata ‘penyintas’ untuk mengungkapkan maksud dari survivor. Kak Dy juga sengaja pakai kata yang nggak semua orang tahu biar banyak yang tahu. Kayak mok, sepen, dll.

OVERALL
Aku sangat suka sama novel ini. Alurnya cepat dan detail jadi bacanya cepat tapi aku bisa langsung masuk ke dalam cerita dengan hati meleleh bahakan mungkin sampai nggak berwujud lagi.

Rasa cintaku pada Wisnu Kanigara di novel Il Tiramisu pun beralih pada Pandu Raffasya.

Novel ini manis tapi sekalinya pahit bikin nangis. Ya Allah. Dari awal sampai akhir penulis satu ini bikin greget banget. Buat cerita kok bagus banget!! Prolognya aja bikin candu.

“Semakin sering dia melakukan ini, semakin berbahaya untukku karena aku mulai mencandu senyumannya.”—hlm. 109

RECOMMENDATION
Yang suka baca cerita wattpad dengan segala kelebihannya, yang fansnya Dy Lunaly, yang suka cerita cinta dengan pemikiran dewasa alias rasional, yang suka cerita bertema kepercayaan dan trauma. Kalian wajib baca ini.

“Mama berharap kamu nggak trauma untuk mencintai orang lain.”—hlm. 126


MENEMUKAN LOST AND FOUND

Hai saya Pramestya Ambangsari bertugas Menemukan Braga dalam Lost and Found. Dan saya menemukannya bahkan beserta tragedi-tragedi yang pernah terjadi di Braga.

Tragedi yang dialami orang tua Illa, tragedi yang dialami Illa dan juga Pandu.

Semua tragedi memiliki sesuatu yang menjadi satu kesatuan yang pernah hilang lalu ditemukan kembali. Karena itu disebut dengan Lost and Found.


image

Hayoo siapa nungguin GIVEAWAY-nya? Ini jadwal Menemukan #LostAndFound yang setiap akhir minggu akan ada giveaway berhadiah satu novel Lost and Found + merchandise ekslusif.

Siap nunggu kan? Jangan lupa pantengin setiap lini masa para host ya!

Iklan

6 thoughts on “[Book Review] Lost and Found by Dy Lunaly

  1. Huasemmm bocoran quotesnya melimpah ih, jadi tambah deg-degan aku saking terpesonanya. Asek. Itu itu yang soal bintang ke aku juga ngena banget. Setuju sih langit sebagai alasnya surga. Agak masuk akal.
    Bolehlah aku jual cinta bekas mantan di M Ex-Boyfriend daripada nyesek-nyesekin di simpan 😂

    Mas Pandu kata-katanya singkat tapi tepat sasaran yah.

    Ulasannya lengkap banget udah lumayan mempengaruhi juga nih. Jadi pengen ke toko buku tapi nanti dulu. Berjuang GA dulu deh yeayyy tetep usaha mah nggak putus-putus.

    Ditunggu akhir pekan GA-nya 😆😆

    Suka

  2. Penasaran abis ama Lost and Found-nya kak Dy sampai bisa bikin kakak yg satu ini mengalihkan hatinya dari Wisnu ke Pandu. Secara aku juga fans beratnya Wisnu😍😍😘. Mungkin ngga ya aku juga bisa berpaling dari Wisnu ke Pandu??
    Mudah-mudahan ntar beruntung pas giveawaynya😊

    Suka

  3. Humaira berkata:

    Pertama tau cerita ini sebenernya pas lagi liat TL ka Dy yang baru pos cerita di blog Lost And Found. Waktu itu baru 2 part, dan keterusan karena penasaran. Sampe kurang lebih part 10 apa 11, tapi belum ada kelanjutannya. Cek TL ka Dy lagi pengen tau kejelasan nasib cerita maksudnya sih, ga taunya cerita Lost And Found malah mau dikirim ke penerbit. Udah nanti-nantiin buku ini setelah tau fix akan terbit, ga taunya kantong ga memadai pas po kemarin. Semoga bisa bawa pulang Pandu #eh Lost And Foun lewat GA ini, biar ga penasaran lagi sama kisah mereka berdua 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s