[Book Review] Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

“Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi …. Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.”

Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan; hanya kemungkinan adanya stalker mencurigakan yang tahu alamat tempat tinggalnya.

Ketika—tanpa rasa takut—Emina mencoba menelusuri jejak sang stalker, pencariannya mengantarkan dirinya kepada gadis kecil misterius di toko bunga, kamar apartemen sebelah tanpa suara, dan setumpuk surat cinta berisi kisah yang terlewat di hadapan bangunan-bangunan tua Kota Jakarta.


image

Cover Novel – Dok. Pribadi

Paperback, 280 pages
Published May 2016 by Gramedia Widiasarana Indonesia
ISBN13 9786023754847
Rating: ⭐⭐⭐⭐


STYLE
Cover apik. Tapi yang lebih menarik emang judulnya. Setelah membaca blurbnya saya tahu kenapa diberi judul Jakarta Sebelum Pagi, cerita di dalamnya akan bersettingkan Jakarta dan midnight. Unik dan sangat cerdas. Pun karena penulis memilih penyakit sentuhanfobia dan suarafobia untuk Abel. Karena dengan itu midnight excursion mereka berdua (Emina dan Abel) akan terjadi.

“Saya pernah melewati masa-masa ketik takut pada suara saya sendiri.”—hlm. 132

Ketika meneliti covernya, pasti akan menemukan label kuning bertuliskan ‘PENULIS PEMENANG SAYEMBARA DKJ 2014‘, yup Ziggy Z memang menjadi juara II dalam sayembara tersebut dengan judul Di Tanah Lada oleh sebab itu akan sangat terasa perbedaan gaya bahasa novel biasa dan yang menang lomba.

“Krisis lahan di Ibu Kota, sepertinya, mempersempit jarak antar tempat tinggal; meskipun nggak berarti mendekatkan penghuninya.”—hlm. 13

SETTING
Di JSP ini bahasa yang dipakai cukup tinggi (berat), njlimet, banyak fast move jadi terkadang harus baca ulang lagi, tapi tetap saja keren abis dengan banyak majas dan pembawaan yang lancar bahkan terkesan blak-blakan. Sama sekali bukan sesuatu yang buruk atau menyinggung, penulis menggunakan POV 1 yang blak-blakan untuk membangun karakter Emina.

“Kamu selalu membicarakan hal yang aneh, dan cara bicara kamu aneh. Tapi, karena kamu bicara, saya jadi berani bicara.”—hlm. 130

image

Bunga Hyacinth | source google

PLOT
Emina perempuan seperempat abad yang memiliki sedikit teman karena ia termasuk orang yang sinting dan selalu menyamakan orang-orang dengan babi. Tapi semua teman yang ia miliki adalah best friends yang ia sayang. Sedikit tapi sangat dekat.

Sayangnya frekuensi kata babi yang muncul di novel ini kadang bikin bikin jengah tapi juga penasaran kenapa sih penulis ini ngomongin babi mulu? Selain itu topik pembicaraan lain yang frekuensinya cukup tinggi adalah topik ‘Komunikasi Alternatif‘.

Kehidupan Emina dipenuhi oleh orang-orang yang sering menggunakan komunikasi alternatif (itu kata Emina), seperti kakek Emina dengan komunikasi alternatifnya yaitu berdehem, Abel dengan teka-teki dan perhatian setara stalker, dan Suki—anak 12 tahun yang terasa seperti orang dewasa—yang bijak.

Komunikasi itu kadang membuat humornya tambah asik apalagi tiap kali pembaca dibikin drop, di akhir bab akan dibuat ‘kubangan’ berisi humor yang aseli bikin emosi balik lagi.

Kecoa’s favorite music is screamo. Screamo people who saw them flying.”—hlm. 39

“Kami berdua menangis di dapur. Dan, bukan karena ada kecoa terbang.”—hlm. 240

SIMILAR
Jakarta Sebelum Pagi adalah karya kedua dari Ziggy Z yang saya baca. Sebelumnya ada Dear Miss Tuddels yang saya baca satu tahun lalu dengan nama pena Ginger Elyse Shelley. Ntah kenapa ia memakai nama asli dan pena padahal biasanya jika penulis mempunyai lebih dari satu nama maka itu dikhususkan untuk tiap genre. Sedangkan JSP dan DMT ini masih terkesan mirip genrenya. Sama-sama misteri dan sepertinya hampir seluruh karyanya ada unsur misteri. (Mungkinkah karena perbedaan setting jadi napen-nya kayak orang luar negeri?)

Karena ketenarannya tersebut saya pun bertanya-tanya apakah novel ini juga berunsur sama? Stalker, gadis kecil misterius di toko bunga, apartemen sebelah tanpa suara, surat-surat tanpa identitas jelas, dan kota-kota tua di Jakarta.

He sounds sweet meskipun nggak tahu batasan yang memisahkan sweet dan creepy.”—hlm. 246

EVENTS
Setelah bertanya-tanya tentang siapa pengirim surat-surat itu dan apa alasannya, saya kembali bertanya-tanya sebenarnya apa yang pernah terjadi pada diri tokoh utama jaman dulu? Rahasia apa lagi yang akan membuat twist luar biasa?

Selain cerita yang penuh teka-teki, budaya Jepang juga cukup kental di sini. Terutama rutinitas minum teh dengan segala aturannya.

“Meskipun banyak etikanya, tujuan dari upacara minum teh adalah untuk mendekatkan penyaji dan tamunya. Dan, yang harus diperhatikan penyaji bukan keteraturan, tapi kenyamanan tamu.”—hlm. 102

KEUNIKAN
Setiap surat misterius yang Emina baca sering menunjukkan sebuah lokasi tua di Jakarta. Seperti Nillmij, Noordwijk, Planetarium Jakarta jaman dulu, Jembatan Intan, Museum Taman Prasa, dan lainnya.

Kemudian, dari surat berisi lokasi itu diadakanlah midnight excursion. Surat-surat itulah yang membawa mereka ke titik-titik bersejarah kota Jakarta dan merupakan bentuk konkret dari kata huãngrúgéshì (perasaan yang didapat ketika mengenang kisah-kisah lama yang kita lalui bersama seseorang yang kini menjauh dari kehidupan kita).

“Cara hidup manusia tidak tergantung pada waktu. Mungkin yang memengaruhi cara hidup mereka adalah diri mereka sendiri.”—hlm. 213

image

Nillmij | source google

CHARACTER
Bagi saya, selain karakater Emina yang unik—sering ngomong babi, ceplas-ceplos, berani—ada karakter si stalker yang sama kuatnya. Hal ini sangat berhasil menambah misteri novel berkaver putih ini.

“Dia memang freaky. Everything up to here is freaky. Tapi all gestures—grand or mediocre—akan selalu kelihatan freaky kalau dilakukan orang yang nggak kita suka, kan?”—hlm. 150

“Tapi, kenapa?”

BECAUSE HE’S CUTE.”—hlm. 152

Berkali-kali film Doctor Who disebut dalam novel ini. Hal ini membuat saya jadi mencari tahu tentang film itu dan ternyataaa… gile. Dari info yang saya dapat Doctor Who ceritanya keren. Pengen deh nonton. Soalnya cocok banget buat yang suka misteri dan sci-fi.

Serial ini menceritakan petualangan seorang Time Lord—sesosok alien humanoid penjelajah waktu yang dikenal sebagai Doctor. Ia mengeksplorasi alam semesta dengan ‘TARDIS’, sebuah pesawat luar angkasa penjelajah waktu yang berkesadaran.

“Orang yang bisa mencintai orang lain karena esensinya, hal paling dasar yang membuat orang itu ‘dirinya’.”—hlm. 249

FAVORIT SAYA WAKTU ABEL GOMBAAAAAAL!!!
Di atas sudah saya katakan, ‘kan kalau Abel menderita fobia aneh karena suatu tragedi? Nah karena fobianya itu ia pun jadi penutup, pendiam, malah kalau lagi sama Emina, ia terasa seperti anak kecil dan orang tuanya. Tapi siapa sangka kalau gitu-gitu Abel juga bisa gombal lho!! Serius saya senyum-senyum gak jelas terus ngakak waktu baca.

I’d love to do more things with you. It’d be fun.“—hlm. 267

Menariknya lagi dari novel ini juga disisipi informasi bahasa prancis, contohnya kata ini nih. “Les avions en papier.” (pesawat kertas) Kalau orang yang nggak tahu pasti baca kalimat biasa aja, ternyata begini bacanya “Lezavyongzongpapye.” Dari sini saya punya asumsi, jangan-jangan nama penulis juga dari bahsa prancis?😧 Iyakah??

Oh ya, di novel ini juga ada ilustrasi-ilustrasi yang kadang mencerahkan imajinasi tapi kadang juga tambah nggak mau berhenti baca.

image

Ilustrasi isi novel – surat-surat yang diterbangkan dengan balon perak ke apartemen Emina

KEKURANGAN
Ada di paragraf pertama saya. Banyak fast move jadi saya kadang harus baca ulang. Juga karena bahasanya yang njlimet, untungnya itu cuma terasa di awal karena setelah saya membaca lebih jauh saya mulai bisa beradaptasi dengan ceritanya

Yang lainnya yang masih kurang yaitu misteri si stalker ngirim hyacinth dan surat-surat kuno. Kenapa? Kupikir itu ada kaitannya dengan maksud surat itu di tulis, ternyata nggak dijelaskan. Masih menjadi misteri hingga akhirnya saya selesai mereview.

“Buku bekas punya lebih dari sekedar cerita yang tertulis di kertas-kertas di dalamnya. Ada cerita dalam dirinya.”—hlm. 146

Overall, saya sangat suka cerita ini. Dari misteri, menuju persahabatan, percintaan, nostalgia, dikasih twist yang bikin syok, terus antiklimaks yang bikin senyum-senyum. Complicated banget! Ish Abel nyebelin!

RECOMMENDATION
Bagi kalian yang suka cerita roman berbau misteri, cerita bertema full-blown romance, kalian wajib baca karya sastra satu ini! Kualitas terjamin nomor satu karena pengarang terkenal telah memperoleh penghargaan sastra di mana-mana.

SSSSTTTT!!!
Ketika saya tahu tentang fobia yang dihadapi Abel, seketika pikiran saya langsung melayang dengan hubungan Abel-Emina. Kalau mereka saling jatuh cinta, what will happen? Mereka nggak mungkin saling menyentuh. Bikin greget kan?

“Yang lebih menakutkan daripada apa pun yang kita takutkan adalah kalau kita terus-terusan merasa takut.”—hlm. 136


QUOTES

“Kematian hanya mengambil satu dari mereka. Masalahnya, yang ditinggal masih berusaha mengejarnya, berharap kematian mau mengembalikan apa yang ia ambil.”—hlm. 1

“Penampilan, bagi orang dewasa, itu seperti baju untuk manusia transparan—membuat orang sadar kalau mereka ada.”—hlm. 41

“Bukannya menemukan orang yang bersedia menghabiskan waktu untuk mendengarkan kamu itu lebih penting daripada memaksakan diri untuk dilihat orang yang bahkan nggak peduli?”—hlm. 43

“Jangan pernah membaca karena ingin dianggap pintar; bacalah karena kamu mau membaca, dan dengan sendirinya kamu akan jadi pintar.”—hlm. 72

Persepolis is a ruin, but it’s beautiful.”—hlm. 153

“Kamu alasan dia pulang ke sini.”—hlm. 160

“Karena kamu bukan keluarga saya! Kalau saya berbuat bodoh sekali saja, saya bisa dengan mudah kehilangan kamu, dan saya nggak mau kehilangan kamu!”—hlm. 170

“Ketika seorang lelaki tidak dikenal memegang tanganmu dan mengajakmu berlari, berlarilah dan jangan pernah lepaskan dia.”—hlm. 178

“Cara bertemu yang luar biasa menunjukkan kesempatan untuk mengalami sesuatu yang luar biasa.”—hlm. 178

“Luka dari masa kecil itu lebih sulit disembuhkan daripada yang kamu dapat setelah dewasa.”—hlm. 200

“Ini rumit. Menyatakan perasaan itu kerjaan anak SMA dan angakatan 80′-an ke bawah. Zaman sekarang, orang-orang menyatakan perasaan secara tersirat.”—hlm. 202

Le premier verre est aussi doux que la vie, le deuxième est aussi fort que l’amour, le troisième est aussi amer que la mort.”—hlm. 207

“Berkat dia, saya jadi mencintai diri sendiri; karena dalam hati saya, dalam setiap hari yang saya lalui, ada dirinya.”—hlm. 233

Yõi yuán wú fèn.”—hlm. 248

image

Jembatan Intan Jakarta sekarang | Source google


Terima kasih kepada kak Alvina Ayuningtyas (orybooks.com) atas hadiah giveaway-nya 😚

Iklan

3 thoughts on “[Book Review] Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s