[Book Review] Bitterballen Love by Alana Izarra

“Karena melarikan diri tidak akan mengubah apa pun.”

Hidup Aliya berubah drastis sejak ayahnya dipenjara karena kasus korupsi. Ia, Mama, dan adiknya harus pindah karena rumah mereka disita, membuat Aliya sangat membenci papanya.

“Meskipun berat menjalaninya, terkadang ujian itu datang agar membuat kita lebih kuat.”—hlm. 162

Demi menghindari teman-teman SMP yang mengetahui masa lalunya, Aliya sengaja memilih SMA nonfavorit. Ia menekuni hobi memasak dengan berjualan bitterballen di kantin sekolah. Celakanya, di SMA itu ia justru bertemu Danur, cowok idola satu sekolah yang justru mengejarnya setengah mati. Aliya juga harus menghadapi Vanya, “kuntilanak” paling cantik dan kaya di SMA Bhuana, yang juga menyukai Danur.

Bagaimana Aliya yang memendam marah pada Papa, menanam benci pada Danur, menghindari iri Vanya, serta mengembangkan usaha risoles dan bitterballen, bisa keluar dari kemelut hidup remajanya? Benarkah penyebab dari kesulitannya adalah keluarga Danur?

“Sesulit apa pun, seharusnya mereka bersama-sama.”—hlm. 109


image

Cover Novel

Paperback 183 pages
Published May 11th 2015 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN13 9786020315782
URL http://www.gramedia.com/teenlit-bitterballen-love.html

Rating ⭐⭐⭐


Akhirnya kembali baca teenlit GPU, terakhir kali baca teenlit itu At The Park. Rasanya senang bisa kembali hanyut dalam cerita remaja yang berpusat pada friendship, masalah keluarga, cinta, dan kompetisi.

“Percuma kamu daftar juga, Al, Chef Juna udah nggak jadi jurinya sekarang. Kamu jadi keranjingan masak gara-gara nge-fans dia, kan?”—hlm. 30

Bitterballen Love, novel dari Alana Izzara pertama yang saya baca. Bagi saya, cara penulis bercerita sudah sangat halus dan renyah karena sense of humor yang dimiliki. Plotnya juga membumi, menceritakan tentang remaja yang memiliki masalah dalam keluarganya juga musuh dalam kehidupan pertemanannya.

Novel yang termasuk bacaan ringan ini berhasil memberi good first impression dari blurb-nya. Membuat pembaca penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Papa Aliya? Apa hubungannya Aliya dengan Danur? Kenapa Vanya begitu membenci Aliya? Dan tentu saja cerita ini akan berakhir bagaimana? Penulis juga sukses menyembunyikan dan menampilkan benang merah dengan rapi. Sedikit demi sedikit Alana mengeluarkan clue yang bikin saya merasa harus segera membaca tuntas.

“Kita tidak akan bisa melihat ke depan kalau selalu terikat pada masa lalu.”—hlm. 163

Bitterballen Love adalah novel teenlit dengan tema kuliner yang saya baca setelah Resep CherryResep Cinta, dan Pojok Lavender karya Primadonna Angela dan beberapa penulis GPU beberapa tahun lalu. Karena itu di novel ini pembaca akan menemukan keuletan tokoh berkecimpung di dunia kuliner bahkan menemukan beberapa resepnya. Dan di novel karya Alana Izarra ini pembaca akan bertambah pengetahuan tentang resep Bitterballen Love, American Risoles, dan Risoles isi Rougut.

Sayangnya filosofi atau alasan tersirat kenapa novel ini diberi judul Bitterballen Love kurang ngena walaupun saya sadar kalau judulnya diambil dari bagian akhir cerita. Ketika akhirnya Aliya memberanikan diri memaafkan dan mengunjungi papanya di rutan.

Karakter di novel ini juga kurang digali lagi, contohnya ketika Dannur tidak juga mendapat maaf dari Aliya, dia kurang menyesal. Penggambaran fisik juga belum sempurna, saya belum bisa membayangkan secara pas seperti apa rupa tokoh ini.

Yang menjadi tanda tanya lainnya adalah alasan Vanya membenci Aliya. Kok nggak dijelasin detail? Bagian mereka seperti belum klimaks. Tapi endingya saya suka. Setidaknya masalah intern mereka telah selesai untuk saat itu.

“Gunjingan dan cemoohan mungkin akan tetap ada, tapi kamu tidak perlu menoleh kalau merasa tidak perlu. Biarkan saja.”—hlm. 163

Dan ada satu typo atau bagian yang hilang dari novel ini. Ada di halaman 45. Bagian ketika Bu Hilda memberi Aliya uang pembayaran pesanan.

Selebihnya novel ini cocok dibaca bagi siapa saja yang suka bacaan ringan, humoris, dan mungkin sekali duduk.

image

Bitterballen Love di IJakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s