[Sabtu Nongkrong] Tips and Trick Nyari Teman Baru di Awal Sekolah

image

redbluestory.wordpress.com

Halo! Back to Sabtu Nongkrong 3rd episode. Yah, itu tandanya mulai Senin besok banyak anak yang harus kembali sekolah seperti saya. Huft, nggak ada lagi libur panjang untuk bulan Juli, Agustus, September, sampai akhirnya Desember.

Sedih? Kalau tanya saya pastinya iya, masalahnya saya baru punya mainan baru akhir-akhir ini. IJak. Kalau kalian pasti Pokemon Go 🙄 

Ngomongin soal sekolah, FYI, selingan aja, mulai tahun ini KEMENDIKBUD menghapus segala perploncoan yang ada di awal sekolah (MOS). Kok saya sedih ya dengernya?

Source: google

Dua kali ikut MOS, sekali jadi panitianya. Saya pun merasa MOS yang katanya “perploncoan” itu nggak buruk-buruk amat kok. Cuma bikin gondok dan ngumpat sana-sini. Nih kakak kelas kurang kerjaan banget dah! 

Sebagai manusia, seorang pelajar harus selalu menyikapi dengan positif kayak kamu sering gitu aja jadi ya anggap aja MOS itu sebagai sesuatu yang terlalu asik untuk dilewatkan, karena yah… dari sana kita bisa mendapatkan teman seperjuangan yang sehati, seiman, sejiwa, raga, nusa, bangsa, semaumu! 

Sehati untuk diam-diam menyukai senior misalnya, 

Seiman untuk selalu gondok ketika kena marah, 

Sejiwa untuk meneriakan yel-yel kelompok dan MARS sekolah, 

Seraga ketika jam istirahat tiba, karena kita korsa. Satu makan, yang lain makan. Satu nggak makan, yang lain nggak makan. Tapi jangan satu nggak ngerjain tugas, yang lain juga ikutan lho! Entar kalian bisa mampus.

Kalau MOS bisa bikin jaringan koneksi yang luas, kenapa masih aja ada anak yang nggak sedikit punya teman, pendiam, bahkan introvert?! Saya dari dulu punya sedikit teman padahal udah ikut banyak organisasi walau akhirnya keluar? Wait, calm down, Ya. I have solutions for you. Before those, kamu harus meyakinkan diri kalau kamu benar-benar ingin memiliki teman yang banyak dan merubah sifat kamu jadi kebalikannya introvert/pendiam. 

Jadi ini yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan pertemanan saat awal sekolah menurut penulis blog Red Blue Story. 

1. Keluarkan sikap kamu apa adanya Anggap itu sebagai perkenalan secara tersembunyi. Dengan begitu kamu jadi seperti sedang menawarkan diri kepada banyak orang apakah akan ada yang tertarik berteman dengan sifat dan sikap yang kamu miliki. 

Kalau sikap saya buruk gimana dong? Oh tenang, tetap keluarin aja, siapa tahu ada yang nggak nganggep itu buruk, tapi jangan kelewatan. Semakin hari mereka juga bakal lihat sikap baik kamu kok.;)


2. Mendengarkan apa yang orang lain katakan Membuat jaringan pertemanan, kita dituntut untuk berinteraksi dengan banyak orang. Sedangkan interaksi nggak akan ada kalau nggak ada komunikasi. Jadi kalau pacar kamu udah nggak konek, buang aja ke laut. 

Bagi orang yang pendiam, berinteraksi adalah hal tersulit dalam hidup. Bingung mau ngomong apa. Nggak usah ngomong, dengerin aja apa yang teman-teman obrolin. Karena dari sana kita (para pendiam kan pengamat yang baik) bisa tahu karakter seseorang, nah kita bisa milih tuh sama siapa kita mau berteman. 

3. Mencoba menyambung. Minimal dengan satu kalimat 

Diam itu emas, kata pepatah. Kalau diam seumur hidup jadinya bukan emas tapi karat. 😠 

Coba nyambung dalam obrolan teman yang ingin kamu miliki. Kalau nggak gitu bisa-bisa kamu jadi invisible person sepanjang sekolah. Cukup satu kalimat, seperti “Aku pernah denger itu.” atau “Oh itu. Aku setuju sih.” atau “Eh, itu gosipnya kenapa?” 

SKSD adalah cara termudah untuk berkenalan. Trust me. Walaupun kalian pendiam, tetap butuh info kan? Cari tahu! 

4. Jalan-jalan di sekitar kelas 

Sambil main hape juga boleh, asal nantinya tanya-tanya ke temen. Eh pin BB kamu berapa? Nomer WA dong! Twitter punya nggak? Follow-followan instagram yuk. 

Poin yang ini kayaknya susah buat para pendiam, kalian bisa juga kok sambil duduk di bangku terus nanyain aku medsos teman-teman sekitar dulu. Tanyain secara empat mata aja kalau kamu terlalu takut bicara di depan banyak orang.*Ciri introvert 

Source: google 

5. Mencermati nama di daftar absen 

Cari nama yang menurut kamu menarik. Temuin orangnya lalu perhatiin tingkahnya, suka nggak kamu sama dia? 

Perlu diingat nih, sikap kayak gitu emang menjurus ke stalking, jadi hati-hati jangan sampai seperti Ayu-nya Sabtu Bersama Bapak. Anjing penjaganya diracun oleh stalkernya. 

6. Mendengarkan obrolan teman lalu nyeletuk sebuah plesetan kata 

Ini sih sesuai pengalaman saya. Saya emang nggak pinter buat bahan obrolan. Kebanyakan diem daripada ngobrolnya. Dari situ, saya—si pendiam akan menjadi orang yang menyelamatkan kehidupan dari awkward moments dengan nyeletuk plesetan kata. Dijamin permainan itu bakal terus mengalir tanpa sadar sampai kalian bosan 

Nb: Buat sejayus abis 😈

7. Duduk di belakang, bukan pojok 

Namanya aja pendiam, introvert, pasti nggak terlalu suka sama perhatian yang berlebihan. Nah, oleh sebab itu duduklah di belakang. Tapi jangan paling pojok. Kenapa? Nanti lagi-lagi kamu jadi invisible person, gagal deh nyari teman. 

Dengan duduk di belakang, kamu bisa melakukan hobi kamu. Mengamati. Dan ini rahasia publik, gerombolan teman-teman asik biasanya duduk di belakang. 


Yes! Begitulah tips and trick dari saya untuk keluar dari sifat pendiam dan pergi mencari sinyal pertemanan yang nggak pernah bermasalah. 

Semoga bermanfaat, kalau ada yang berhasil jangan sungkan-sungkan pamer ke saya ya! Atau kalau ada yang minta tips lain, saya masih punya banyak cara “gila” yang sewaktu-waktu berubah sesuai zaman. 

Ingat, masa sekolah itu buat nyari koneksi untuk masa kerja jadi carilah sebanyak kamu menemukan tempat baru dengan pengalaman baru! Caiyo!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s