[Sabtu Nongkrong] Emang Salah Kalau Mimpiku Bahagia?

imageRed Blue Story

Red Blue Story

Akhir-akhir aku ini serius banget mikirin mau jadi apa besok kalau udah selesai sekolah. Jadi apa, ngapain, dimana, sama siapa? Ish, udah kayak lagu aja. Tapi itu seriusan.

Beberapa hari lagi aku bakal duduk di bangku kelas 11 (2 SMA), setahun setelahnya harus berjuang lebih keras buat dapetin universitas. Tapi sebelumnya harus kerja keras buat terus ningkatin nilai rapot.

Ya, sistem yang digunain di SNMPTN salah satunya harus memiliki nilai rapot yang terus naik di tiap semesternya. Hal yang sangat sulit buat aku lakuin mengingat banyak banget hobi dan kegiatan sekolah.

Lupain itu. Langsung ke “lagu” itu aja.

Dalam bayanganku, aku berpikir akan menjadi wanita karir. Entah berkarir di dunia apa aku masih burem. Aku sempat berpikir untuk menjadi duta besar, tapi nggak sampai setahun impian itu pupus. I’m not great in grammar.

Aku juga pernah berpikir menjadi wartawan. Nyari berita kesana kemari, nongol di tv, jalan-jalan, nulis artikel.

Lalu suatu hari aku melihat berita malam di tv. Seorang reporter berparas (masih terlihat) cantik menyampaikan berita yang dicari selama tiga jam dengan baik. Sebuah pekerjaan yang butuh fisik yang kuat.

Harapan itu mulai terkikis. Fisikku nggak cukup bagus untuk lari kesana-kemari. Nggak cukup kuat untuk bertahan terdorong wartawan lain, dan tentu saja aku nggak cukup menarik untuk jadi sesuatu yang nongol di tv. Lagi-lagi kandas.

Satu tahun terakhir, aku berpikir untuk menjadi pustakawan. Yeah! Setahuku pustakawan adalah pekerjaan yang hanya berkutat di dalam gedung, diantara rak-rak buku, di depan komputer, di atas berkas.

Pekerjaan yang sangat sesuai dengan hobi membaca dan menulisku. Tapi sayangnya cita-cita itu mengering sedikit demi sedikit lantaran aku ingat, aku nggak mau jadi PNS. Nggak asik!

Aku pun mencari ide lain. Kerja di penerbitan! Jadi editor fiksi! Bisa baca cerita gratis, belajar nulis cerita, ngomentarin karya-karya orang. Dan lagi-lagi-lagi-lagi panasnya sinar matahari menjemur harapanku hingga setipis kertas basah dijemur.

My Mom told me that she got an information from LINE today, “Pekerjaan yang akan dihilangkan di tahun 2020 adalah penerbitan, bla blabla…”

What?!

Oh ayolah. Emang kalau jaman digital tetap nggak butuh editor? Menurutku editor akan tetap ada. Sekalipun tenaga manusia berubah jadi robot dan semua orang bekerja secara mobile tanpa perlu menggerakan badan hingga banyak orang menggendut karena kurang gerak.

Mulai dari penerbitan/percetakan, industri film, bisnis makanan, robotik. Siapa yang nggak butuh perbaikan? Editor bakal terus ada! Cuma cara mereka mengedit itu yang beda :3

But… Is this something I wanna be? Why I’m not sure? Argh!

image

Source: Google

Dalam bayanganku aku pengen jadi wanita karir dengan pekerjaan yang sangat aku sukai jadi tidak serasa seperti beban. Aku berada di puncak tertinggi dalam kehidupanku. Sukses dalam artian bukan hanya materi, walaupun tentu itu gunanya bekerja.

Aku sukses menjadi orang yang berguna. Membantu banyak orang, membahagiakan diri sendiri (kenapa bukan orang tua? Because my mom said about this, “Jangan membahagiakan orang tua. Karena pada akhirnya akan segera pergi. Tapi bahagiakan anakmu.” I know what it means. Dengan membahagiakan anak kita juga telah membahagikan orang tua. Karena dengan itu kita membuktikan bahwa kita telah menjadi orang yang hebat.

Yeah. Semua angan-anganku itu hanya sedang berada di tahap penyisihan. Bisa jadi malah suatu hari aku nggak menjadi salah satunya. Who knows? Tapi aku akan selalu menguatkan niatku. Menjadi orang yang bahagia dengan apa, dimana, siapa saja. Itu cita-citaku. Cita-cita paling besar. Cita-cita yang selalu memandang bahwa hidup ini pergerakan.

Kita dituntut untuk fleksibel. Dan dengan menjadi apapun, jika aku bahagia berarti aku sudah mencapai cit-citaku. Yeeee!!

Adakah yang sadar bahwa aku sama sekali nggak menyebut ingin memiliki pacar atau suami dalam salah satu cita-citaku? Itu memang benar, karena saat ini aku sama sekali nggak berpikir untuk “kesana”. I just think about triumph in my life. Belum saatnya aku berpikir seperti itu. Dan kurasa itu hal yang normal mengingat sekarang emansipasi wanita terus menggempur dunia.

How about you? What’s your goal?

Whatever it is, reinforce your intention and find as many potential within yourself. Don’t forget to develop it. Someday you can choose which is more fitting for you. Or you might instead could be multitalent person.

Jangan lupa bahagia😄

Salam,
Pramestya Ambangsari

Iklan

7 thoughts on “[Sabtu Nongkrong] Emang Salah Kalau Mimpiku Bahagia?

  1. Menyenangkan membaca tulisan seperti ini hasil karya seorang siswi SMA. 😀
    Dan izinkanlah aku yang usianya 30 tahun ini nimbrung memberi komentar. 😀

    Menurutku, peluang akan masa depanmu masih terbuka amat sangat lebar. Banyak peluang yang bisa kamu ambil. Banyak kesempatan yang silih berganti akan datang menghampirimu.

    Untuk saat ini, jadilah siswi SMA yang baik. Jalani hidup dengan semangat. Mulailah untuk menekuni satu bidang yang kamu sukai. Sebab, kesuksesan seseorang itu karena ia menggeluti bidang yang disukainya.

    Sekian! 😀

    Suka

  2. Seperti inilah harusnya pola pikir seorang anak muda. Sungguh, saya sangat malu jika menengok kembali ke masa lalu. Semangat ya, untuk lebih bahagianya! 😀

    Jika boleh mengutip perkataan Ann Brashares,
    “Usia duapuluhan adalah masa kegemilanganmu, masa yang paling penting dan paling indah. Tapi juga masa-masa dimana kamu harus mengambil keputusan penting dan melakukan kesalahan besar.” – Ann Brashares

    http://www.jungjawa.com/2015/10/kenapa-anak-muda-harus-nulis-di-internet.html

    Mimpi untuk menjadi bahagia tentu tidak salah. Tapi menjadi sesuatu yang amat penting untuk dilakukan. The world keeps changing and you should too.

    Disukai oleh 1 orang

  3. It’s the best time to make a few plans for the
    long run and it is time to be happy. I’ve read this post and if I could I desire to
    counsel you few interesting things or advice. Maybe you could write next articles relating to this article.
    I desire to learn more issues about it! http://www.yahoo.net

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s