[Book Review] Rencana Besar by Tsugaeda

image

Rifad Akbar. Pemimpin Serikat Pekerja yang sangat militan dalam memperjuangkan kesejahteraan rekan-rekannya.

Amanda Suseno. Pegawai berprestasi yang mendapat kepercayaan berlebih dari pihak manajemen.

Reza Ramaditya. Pegawai cerdas yang tiba-tiba mengalami demotivasi kerja tanpa alasan jelas.

Lenyapnya uang 17 miliar rupiah dari pembukuan Universal Bank of Indonesia menyeret tiga nama itu ke dalam daftar tersangka. Seorang penghancur, seorang pembangun, dan seorang pemikir dengan motifnya masing-masing. Penyelidikan serius dilakukan dari balik selubung demi melindungi reputasi UBI.

Akan tetapi, bagaimana jika kasus tersebut hanyalah awal dari sebuah skenario besar? Keping domino pertama yang sengaja dijatuhkan seseorang untuk menciptakan serangkaian kejadian. Tak terelakkan, keping demi keping berjatuhan, mengusik sebuah sistem yang mapan, tetapi usang dan penuh kebobrokan

Paperback, 373 pages
Published August 2013 by Bentang Pustaka
ISBN 6027888652 (ISBN13: 9786027888654)

URL http://mizan.com/buku_full/rencana-besar.html

⭐⭐⭐⭐


SINOPSIS

Makarim mendapat telepon dari Agung, teman semasa kuliahnya dulu sekaligus rival dalam berbagai hal termasuk percintaan dengan mantan istrinya.

Dari telepon itu hadirlah pertemuan yang mengajak Makarim untuk terlibat menjadi penyelidik kasus lenyapnya uang 17 milyar milik Universal Bank of Indonesia. Sebuah penawaran yang salah alamat. Makarim bukanlah detektif, intel maupun polisi, ia hanya konsultan perusahan dalam bidang resource management.

Ia menolak. Tapi tak lama, karena setelah pertemuan dengan Agung, pagi harinya ia langsung menghubungi Agung kembali dan mengajukan beberapa syarat jika ia menerima tawaran itu.

Makarim mendapat banyak akses di UBI, dari akses-akses itu ia mendapat banyak informasi. Informasi yang semakin memberinya titik terang pelaku sebenarnya. Tapi, apakah memang semudah itu kasus ini ia usut? Ternyata tidak. Kenyataan-kenyataan baru melemparkannya pada peristiwa kejahatan yang besar. Ia ragu bahwa kasus ini sudah ia temukan akarnya. Yang ada ia malah harus memulai dari awal.

Memulai “mengenal” UBI, Rifad, Amanda, Reza, Agung, bahkan seseorang yang tidak pernah sekalipun disebutkan.


REVIEW

Baca juga: Flash Fiction Rencana Besar “1… 2… 3! Lariii!!

Too much information in a time. Itu yang saya rasa ketika membaca di bab-bab awal. Tapi semakin memasuki pertengahan cerita, saya merasa nyaman dan menyadari semua informasi mengenai UBI tidak sia-sia karena sangat berkaitan dengan plot yang disuguhkan.

Hal yang harus dilakukan dalam membuat cerita misteri adalah menyeret pembaca untuk percaya dan larut dalam ‘permainan’. Pak Tsugaeda berhasil menarik saya untuk percaya kepada asumsi-asumsi Makarim sebagai tokoh utama dan penyelidik kasus hilangnya uang 17 milyar Universal Bank of Indonesia.

Ditambah dengan dihadirkannya clue atau persoalan baru di setiap akhir bab, Rencana Besar mengajak saya untuk berpikir/menyambungkan informasi demi informasi menjadi asumsi “siapa dalang dari seluruh rencana ini?”

Sebenarnya dari awal membaca blurbnya saya sudah dapat menduga akan seperti apa ceritanya, namun saya tidak bisa menebak dengan benar siapa pelakunya. Covernya pun sangat mendukung blurb, sekaligus mendukung tebakan saya. Jelas sekali bisa diendus bahwa yang dimaksudkan dengan Rencana Besar di sini adalah skenario. Dan gambar boneka kayu yang digerakan dengan tangan menurut saya adalah pion atau boneka. Seluruh kasus di novel ini memiliki sutradara dan ia menggiring untuk melakukan sebuah ‘rencana’.

“Ia sudah sering melakukan permainan seperti ini. Sekarang dia tahu ia membutuhkan pionnya sendiri.”—hlm. 253

Sudah cukup lama saya menunggu dimana adegan thriller-nya? Dari tadi masih spekulasi terus. Kapan ada acara berantem, pembunuhan, atau apapun yang menjadi ciri khas thriller? Setelah sepuluh bab akhirnya nyawa dari novel ini muncul juga. Makarim akhirnya berhadapan dengan adegan-adegan yang membuat saya deg-degan dan menahan napas.

Bagi saya, cerita ini unik! Ajaib! Hanya berlatar kehidupan perbankan bisa membawa cerita Thriller-Mistery yang begitu luar biasa tak terkira. Sekali lagi saya tegaskan, CUMA kehidupan perbankan. Siapa yang nyangka kalau kehidupan orang-orang perbankan bisa serumit ini? Konspirasi, gejolak politik, ekonomi, bisnis, persekutuan, kriminal? This novel trully a big plan! Like a film that made by American production.

Seperti pemberontakan yang sering menjadi topik film buatan Amerika, pemberontakan berlatar politik dan kepentingan pribadi.

Pada klimaksnya saya menyadari bahwa ada perubahan yang terjadi akibat rangkaian kejadian ini. Makarim berubah menjadi aktor atau pelaku bukan hanya pemikir seperti yang selalu ia kerjakan ketika menjadi konsultan perusahaan.

Karakter yang dibuat juga baik sekali. Kuat semua. Tapi yang paling menonjol memang sisi kerasnya Rifad. Laki-laki itu benar-benar keras kepala.

Oh iya, ada satu adegan dalam novel ini yang hanya digunakan sebagai clue kehidupan selanjutnya para tokoh. Adegan ketika Rifad membantu membereskan barang-barang Amanda yang jatuh. Aroma romannya langsung kecium.

Lalu prolognya aduuh sampai sekarang masih bikin penasaran siapa sih laki-laki dan perempuan itu? Sepertinya saya perlu membuka lagi flashback-flashback di tengah cerita.

Kekurangan novel ini ada pada pengeksekusian action para novel kurang digali, sehingga kesan thriller tidak sekental genre misteri. Juga penyelesaian masalah dan ending yang cepat, menurut saya.

Tapi semuanya masih tetap seru. Mungkin kalau tidak keberatan saya mau mengusulkan sekuelnya, Pak Tsugaeda. Cerita soal “ternyata masih ada akar busuk yang belum ditebas”. 😂

Terakhir, saya suka endingnya. Manis. ikut-ikut kak Uni Dzalika waktu ngomentarin FF saya 😆


image

Terima kasih kepada Uni Dzalika yang memenangkan saya dalam acara #FFKamis tanggal 9 Juni lalu sehingga saya mendapatkan novel Rencana Besar ini beserta tanda tangan dan ucapan motivasi dari sang Penulisnya langsung. Sekali lagi, terima kasih banyak juga untuk Miss Monday Flash Fiction dan Pak Tsugaeda sendiri.

“Semangat terus nulis yah!”—Tsugaeda


Quote Rencana Besar oleh Tsugaeda

“Jodoh bisa jadi sumber duka bila kau tidak hati-hati.”—hlm. 10

“Kejahatan terjadi karena ada peluang.”—hlm. 85

“Kadang-kadang gosip cepat menyebar justru dari level bawahan.”—hlm. 117

Iklan

2 thoughts on “[Book Review] Rencana Besar by Tsugaeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s