[Book Review] Vampire Flower 1 by Shin Ji Eun

image

“Warna kelopak bunga itu lebih merah dibanding darah, wanginya begitu kuat sehingga mampu memikat vampir mana pun. Jika seseorang memiliki bunga itu, maka ia akan menduduki posisi paling tinggi di antara vampir-vampir yang lain.”

Suatu malam Kang Seo Yeong melihat teman sekolahnya dibunuh oleh seorang vampir tepat di depan matanya. Untungnya, ia selamat berkat bantuan vampir lainnya bernama Louvrei yang berwujud remaja laki-laki.

Seo Yeong sangat terpesona akan wajah Louvrei yang sangat imut. Apalagi ketika ia mendengar janji Louvrei.

“Aku akan selalu menjagamu. Jadi, jangan percaya pada siapa pun, kecuali aku.”—79

Tapi, ia harus mematuhi satu syarat. Ia harus membantu Louvrei yang sebenarnya berusia 537 tahun untuk mencari ‘Bunga Vampir’. Sementara itu serangan para vampir semakin gencar terhadap manusia karena mereka mengganggap manusialah si pencuri. Mereka harus menemukannya secepat mungkin sebelum kekacauan yang lebih besar terjadi

Paperback, 518 pages
Published August 2015 by Haru
ISBN13 9786027742468
⭐⭐⭐⭐


Novel Vampire Flower 1 ini dapat dibeli di Bukupedia. Klik tautan dibawah ini untuk informasi selengkapnya.

http://www.bukupedia.com/id/book/id-174-98580/?m=1


Seo Yeong yang tadinya merasa hidupnya tenang-tenang saja memikirkan apa yang harus ia hadapi ke depannya nanti.

Kenapa harus gadis ini?

“Tolong sering-sering pegang tangan Hyeongnim, ya.”—hlm. 169

“Aku tidak akan meninggalkanmu.”—hlm. 97

“Urungkan perasaanmu itu. Dia tidak akan bisa menjadi milikmu.”—264

“Lawan kata dari cinta itu bukanlah benci, melainkan ketidakpedulian.”—490

“Manusia tidak bisa mengetahui isi hati orang lain jika tidak diberitahu, atau jika dia tidak selalu didampingi. Oleh karena itu dia akan selalu merasa curiga.”


Menyebalkan itu yang sering saya katakan dari prolog—yang berhasil bikin ketagihan—sampai selesai membaca Vampire Flower 1 ini. Bukan karena cerita yang jelek, ini malah sejenis pujian untuk cerita yang mengena di hati.

Vampire Flower 1 memiliki plot yang rumit. Sungguh saya terkagum dengan Shin Ji Eun yang berhasil berimajinasi  tentang vampire serta kehidupannya, kisah cinta, dan timbal balik kehidupan vampir dan manusia. Konfliknya pun selalu ada dalam setiap bab. Itu pun selalu berhasil bikin tegang dan penasaran dengan kelanjutannya.

Mengusung tema yang mirip dengan Twilight, Vampire Flower sedikit mudah ditebak akan kemana jalan cerita cinta antara Vampir dan Manusia—Loui dan Seo Yeong. Tapi tentu saja penulis tidak membuat sesuatu yang pure mirip. Ia juga memberikan corak khas Korea lewat bahasa, drama bahkan tokoh.

Karena novel ini menceritakan kehidupan vampir, maka tidak banyak setting tempat yang menggambarakan Korea secara detail. Tenang, dari awal novel ini sudah meyakinkan diri bahwa setting-nya di Korea lewat bahasanya kok.

POV 3 berhasil menceritakan adegan demi adegan dengan baik. Hanya entah mengapa ketika saya membaca, saya malah merasa sedang membaca webtoon. Mungkin karena penjelasannya kurang jelas dan buru-buru. Sehingga lebih cocok ditampilkan bersama visual. Bahkan ada yang kurang jelas diawal, tiba-tiba disebutkan di selanjutnya. Contohnya ketika Seo Yeong memberikan darah kepada Loui, awalnya tidak digambarkan kalau gadis itu melukai diri dengan tiba-tiba diceritakan mengenai pisau.

Hal ini terjadi berkali-kali dalam novel ini, mungkin memang begitulah cara penulis menggambarkan sesuatu sehingga semakin kemari saya pun semakin terbiasa dengan ketidaklengkapan penulis mengungkap fakta.

Soal tokoh, cewek mana sih yang nggak senyum-senyum gaje membayangkan cowok putih, menawan, dan terlihat misterius? Begitu pula dengan saya. Memahami karakter Loui mengingatkan saya akan Matahari Senja dalam novel Jingga dan Senja. Bagi yang sudah membaca mungkin ada yang merasa terdapat kemiripan diantara keduanya. Sama-sama kuat, terlihat sempurna, dan berkuasa tapi ternyata memiliki masa lalu yang sangat menyedihkan.

Cerita flashback kehidupan Loui juga tidak lupa diceritakan penulis. Membaca bagian ini saya pun teringat dengan Harry Potter ketika bertarung dengan Voldemort lalu tongkat Harry mengeluarkan sosok orang-orang terdekatnya. Benar-benar mirip tapi lagi-lagi ada keunikan yang sangat kuat di novel ini.

Selain Loui, ada juga Seo Yeong. Dia ini perempuan 18 tahun. Salah satu wanita ternekat yang saya tahu. Dalam diri Seo Yeong juga memiliki sesuatu yang harus saya buktikan kebenarannya di Vampire Flower 2. Benarkah dia ini masih bla bla bla?

Tokoh lain yang saya sukai adalah Lecca. Vampir laki-laki yang ngeseliiin banget. Kerjaannya ngegoda Loui dan Seo Yeong. Tapi dia juga yang menciptakan suasana menenangkan.

Ada juga Ken. Serigala penjaga Loui yang membuat saya penasaran seperti apa wujudnya. Di awal-awal dia seringkali muncul, tapi setelah sebuah kejadian, dia menjadi jarang mucul. Sangat disayangkan.

Menurut saya selain permasalahan yang unik, penggambaran fisik Loui juga unik. Loui digambarakan sebagai laki-laki berumur sekitar 13-14 tahun di dunia manusia yang sebenarnya berumur 537 tahun. Karena itu tubuhnya juga terlihat pendek, seperti anak-anak. Oleh sebab itu ketika saya membayangkan adegan Loui berpelukan dengan Seo Yeong, saya malah tertawa.

Ini yang namanya kebetulan berbuah hal indah bagi penulis. Ya, dibuatnya tubuh Loui yang kecil bukan tanpa alasan, tapi saya malah seperti menemukan kembali kecerdasan penulis membuat cerita yang beda.

Menurut saya, kekurangan dari novel ini terletak pada struktur kebahasaannya yang terlalu njilemet. Mungkin memang dari sananya atau mungkin kesalahan sang penerjemah. Contohnya di halaman 185. Tentang Half.

Lalu, bisa dibilang Vampire Flower 1 memiliki alur yang lambat dan berputar-putar dengan pengunaan diksi yang berulang untuk 518 halaman, padahal menurut saya bisa saja diperpadat.

Dan lagi, seingat saya hanya ada satu twist yang membuat saya melongo nggak percaya. Bagian Loui bisa selamat dari pembunuhan di masa kecilnya.

Untuk cerita kematian salah seorang terdekat Loui, sepertinya itu hal yang cukup membingungkan bagi penulis. Karena dijelaskannya bagaimana ia meninggal di awal, saya jadi kurang terbawa suasana kaget ketika Loui marah-marah atas kematian tersebut.

Satu terakhir. Rumusan masalah utama novel ini terdapat pada blurb paragraf terakhir. Tapi sayang, dalam novel ini hal tersebut malah tidak dikupas mendalam.

Yaaah akhirnya selesai baca Vampire Flower 1 walau hampir terlambat satu tahun. Tapi nggak apalah. Tidak ada kata terlambat untuk membaca, kecuali bukunya musnah.

4 of 5 stars for Vampire Flower by Shin Ji Eun. Ssttt…! Ada adegan lucunya juga lho hihihi

“Pokoknya mulai sekarang, bangun tidur aku akan langsung mandi!”—hlm. 156

Btw, ada yang mau minjemin yang kedua? 😆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s