Moonlight by Yarica Eryana

image

“Rindu merengkuh jiwa, merasuk kalbu, dan mengunci pikiranku di dalamnya. Menerbangkan anganku tentang dirimu yang tak terjangkau oleh pandangan mataku. Apakah kau baik-baik saja? Aku tidak sedang baik-baik saja karena sakit merindukanmu.”

-Marcus Cho-

200 pages

Published June 30th 2013 by Penerbit Diva Press

ISBN13 9786027968264

⭐⭐

SINOPSIS

Marcus Cho adalah seorang Moonlight, kaum yang terdiri dari manusia yang telah mati namun hidup lagi. Bisa disebut monster, seperti vampire tapi tidak menghisap darah dan juga bukan zombie yang memakan otak manusia.

Mereka memiliki kelebihan teleportasi dan membaca pikiran tapi mereka tidak bisa menyentuh manusia yang lawan jenis dengan kulit terluarnya kecuali saat bulan purnama. Jika mereka sampai menyentuh, orang yang tersentuh akan sekarat. Untuk menyembuhkan hanya ada dua cara, menghilangkan ingatan atau mengubah menjadi Moonlight.

Bagi Marcus, hidup seperti itu sungguh menyakitkan. Moonlight tidak akan ingat masa lalunya, sering berpindah tempat. Sungguh hidup yang sama dengan mati.

Tapi hidup Marcus berubah ketika bertemu dengan Erica Yoon. Gadis ceroboh, hobi tidur di kelas, dan langganan tugas hukuman dari dosen.

Tak dapat disangkal, love at first sight menghampiri keduanya. Dapatkah mereka memiliki hubungan yang terlarang dan mengancam itu?

REVIEW

Pertama kali melihat buku ini, saya langsung tertarik karena covernya yang memperlihatkan Eiffel dan bulan serta biru. Tiga hal yang menjadi favorit saya. Pada pertemuan pertama dengan buku ini saya juga tertarik dengan blurb yang dituliskan. Memberikan kesan romantis dan galau.

Tapi saya tak segera membaca buku ini, hingga kemarin saya menuntaskan rasa penasaran. Bayangan saya mengenai Marcus Cho adalah seorang sastrawan atau orang hebat yang memiliki kata-kata romantis itu di dunia nyata. Ternyata eh ternyata, Marcus Cho adalah sosok buatan si penulis.

Sangat disayangkan novel bersampul manis ini memiliki blurbnya kurang menarik perhatian. Kurang menggambarakan isi dari novel. Menurut saya setelah membuka halaman-halaman awal, lebih baik kalau bagian endorsement dijadiin blurb. Sumpah! Itu bakal bikin lebih menarik.

Membaca endorsement para penulis fanfiction tentang novel ini, saya langsung menyimpulkan bahwa Moonlight ini juga salah satu fanfic. Dan benar! Bisa dilihat dari kata pengantar. Penulis ini K-Pop-ers.

Memasuki cerita saya disuguhi deskripsi fisik tokoh. Disana ada juga deskripsi untuk membandingkan fisik Marco & Andrew (Kakak Marcus Cho). Lagi-lagi saya dibuat bingung karena deskripsi kurang pas. Pembandingannya tidak membuat kedua tokoh terbanding. Kalau orang membandingkan pasti menampilkan satu aspek sama lalu disebutkan siapa yang memiliki aspek itu dan siapa yang tidak kan? Tapi di sini tidak, sama seperti cerita biasa.

Dibalik hal di atas, saya suka cara penulis menggambarkan adegan sewaktu menyatakan perasaan. Bisa dibayangkan dengan pas, feelnya juga dapat. Tapi untuk penggambaran konflik terutama ketika Erica menjelaskan masa lalu pada Diego, itu terlalu terburu-buru membuat cerita tidak menyakinkan.

Ditambah dengan desain dalam buku untuk pemenggalan cerita yang tidak ada, itu membuat saya bingung dengan alurnya. Apalagi alurnya cepat tapi terkesan diulur-ulur membuat terlihat kurang berbobot. Andaikata cerita ini diperpadat, nggak sampai 199 halaman sudah selesai.

Terus konflik seakan dipaksa. Sebenarnya bisa saja penulis membuat gejolak yang lebih besar, tapi kembali ke alur yang dibuat cepat, ceritanya jadi buru-buru.

Dengan ide cerita yang sederhana, terlalu mainstreem jika dibaca tahun 2016. Mungkin pada tahun 2013 dulu cerita seperti ini masih jarang diterbitkan, tapi ketika dibaca sekarang terlihat sekali betapa banyak kekurangan novel ini. Seperti ada akulturasi Twilight.

Btw, cerita ini bersetting Eropa namun rasa Korea. Bisa diketahui dari keseringan tokoh berkata “Yak!” dan nama tokoh yang bermarga Korea hehe.

Menurutku sih yang paling bagus di cerita ini ada di sense humor yang cukup menghibur. Sayangnya karakter kurang ditonjolkan walau sudah bisa membuat saya terhanyut dengan perilaku-perilaku karakter.

Last. Melihat penulis telah merilis beberapa buku setelah Moonlight, aku berharap banget itu lebih baik daripada novel ini. So, terus berkarya kak Yarica!

Note: Sebenarnya masih ada banyak sih komentar dariku, tapi entar spoiler wkwk. Segitu dah cukuplah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s