Love Me Love Me Not by Indah Nur Wakhid

image

Bagi Vonda, dia bukan Reggie. Reggie itu kurus ceking dan pernah ia bentak-bentak sampai ngompol karena memberikan contekan yang salah. Sedangkan pria di hadapannya ini tinggi menjulang, tubuhnya besar penuh otot tanpa lemak, membuatnya tampak kuat, sehat, padat berisi. Tidak mungkin tinggiku hanya sebahu Reggie. Tanpa sadar Vonda menggigit bibirnya. Aku dulu lebih tinggi dari dia, pikirnya marah.

Bagi Reggie, Vonda memang tak berubah sedikit pun. Tetap galak, kasar, dan mengira dia bisa mengintimidasi seluruh dunia. Bisa-bisanya aku tadi menganggap dia cantik, pikir Reggie. Gadis itu pasti operasi plastik atau sedot lemak!

Tiada kata akur dalam benak kedua insan itu. Sampai mereka bertemu lagi di saat keduanya bukan lagi kanak-kanak. Dalam satu perusahaan. Dalam satu peristiwa mengerikan di kantor mereka. Akankah pertengkaran dan persaingan mereka menjadi kekal?


Setelah 8 tahun berpisah, mereka dipertemukan kembali dengan keadaan masing-masing yang telah berubah. Dalam keterpanaan yang tidak mau diakui demi ego, mereka bersama-sama berjuang bertahan hidup akibat ulah psikopat.

Tanpa sadar mereka saling membutuhkan dan terjebak ke dalam rencana yang dibuat sendiri. Yang satu terjebak oleh dendam, yang satu terjebak oleh pesona yang dulu sempat diremehkan.

312 pages

Published 2013 by Media Pressindo

ISBN 9799112540

ISBN13: 9789799112545


Novel Love Me Love Me Not ini dapat dibeli di Bukupedia. Klik tautan dibawah ini untuk informasi selengkapnya.

http://m.bukupedia.com/id/book/id-174-70767/?m=1


REVIEW

Ini pertama kalinya saya membaca karangan Indah Nur Wakhid. Sebuah cerita sejenis Metropop yang disajikan dengan genre thriller, humor, dan romance. Perpaduan yang sangat saya suka. Dari awal hingga klimaks, penulis mengajak saya bermain dengan ketegangan tapi juga jatuh cinta dengan pesona tokoh-tokohnya.

Vonda, wanita yang memiliki nama anti-mainstreem ini sangat galak, kasar, dan suka mengintimidasi orang lain. Dia termasuk wanita yang teguh pendirian kecuali di keadaan mendesak, orangnya carely, sering ceroboh, dan penasaranan.

Ada juga Reggie. Dia musuh bebuyutannya Vonda. Sejak duduk di bangku SD—dan bertubuh kurus cekingia selalu dikerjai oleh Vonda yang dulunya berbadan gemuk dan lebih besar daripada dia. Karena masa lalu itulah Reggie berniat membalas dendam.

Fabian, dia laki-laki pertama yang mucul di bab pertama. Laki-laki yang misterius, pendiam, dan terlalu ganteng (idola para wanita di kantor). Kemisteriusannya itu membuat berbagai macam spekulasi tentangnya yang nggak tentu benar muncul. Menambah drama di novel ini berkembang lebih seru. Karakternya berhasil buat saya marah, curiga, tapi juga kasihan di akhir.

Membaca novel ini seperti membaca komik detektif Conan tanpa ilustrasi. Alur ceritanya itu lho… keren banget, nyebelin, bikin tegang sekaligus ketawa dan senyum-senyum. Tapi sayang, penggunaan bahasa untuk explaining dan describing kurang pas jadi terkesan ‘jelimet‘. Hingga saya butuh beberapa kali baca suatu bagian untuk bisa memahami maksudnya. Kebanyakan keruwetan bahasa itu ada di pergantian ‘siapa yang sedang berbicara’.

Love Me Love Me Not juga memiliki twist yang berhasil bikin melongo. Pembuatan alibi tokoh benar-benar hebat. Sebenarnya clue bisa ditemuin di tiap bagian, tapi  cerita lain yang sengaja dibuat banyak membuat clue tersembunyi lagi hingga bikin pembaca ketipu. Banyak halaman juga membuat cluenya terlupakan sementara. Tapi untunglah, penulis tidak lupa menjelaskan analisisnya di akhir cerita.

Dari blurbnya pun semua pembaca bisa langsung nebak gimana endingnya, tapi cara penulis membuat cerita sebelum ending itu yang paling keren! Bahkan endingnya pun nggak dieksekusi secara biasa, diluar kebiasaan masih dengan cerita yang lucu bikin senyum-senyum.

Ada satu penulisan bagian yang menurut saya bisa berakibat fatal. Ada di halaman 25 :

image

Lebih baik SMS Vonda itu dibuat sama seperti SMS Edith. Ada kata ‘to:’. Kalau seperti di atas, pembaca akan menganggap kalimat itu masih pesan Edith. Padahal tidak lagi.

Setting tempat yang paling nancep itu, kamar tidur Vonda dan lorong like hell. Lebih ke lorong sih, setelah saya membaca mengenai perasaan Vinda tiap lewat lorong itu, kesan horornya langsung muncul. Lalu untuk kamar tidur, waah itu gila banget! Jangan berpikiran kotor ya!

Kalau ada yang tanya, “bagian mana yang bikin baper?” saya akan menjawab, “setiap keributan yang dilakukan Vonda dan Reggie selalu buat saya baper.”

Novel dengan ketebalan 312 halaman ini termasuk beralur sedang. Nggak terasa dalam beberapa hari saja, cerita sudah banyak banget dan kompleks! Tadi, sebelum saya menamatkannya, saya sudah langsung berniat memberikan ⭐⭐⭐⭐ untuk novel ini. Ya karena saya suka dengan tema yang diangkat walau banyak juga yang telah memakainya, benci jadi cinta, saya tetap suka dengan ceritanya. Seru abis! Recommended buat remaja 😝


Thanks untuk Chofifah Sinta Dewi yang menghadiahi saya buku ini. We’ll be novel addict more than this! 😘


Iklan

One thought on “Love Me Love Me Not by Indah Nur Wakhid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s