00:00 by Ardelia Karisa

image

You realize that you’re always leaving me by this time? The first time we met, the second time, now.”

“I’m such a Cinderella,” kataku singkat menanggapi kalimatnya itu.

“Maybe. But I’m not a stupid prince.”

“Why the prince is stupid?”

“Well, he told Cinderella that he’s in love with her, but he forgets how she looks and has to put a shoe on every girl in the kingdom.” Sangat masuk akal. Tapi, sayangnya aku tidak sepintar itu untuk menyadarinya.

“If I fall in love with a girl I’ll never forget how she looks. And I know exactly where to find her.”

Charvi Adipramana tidak menyangka bahwa pertemuannya dengan Nicolas Moreau—seorang ekspatriat Perancis yang tinggal di Jakarta— mengantarkannya pada ide kencan satu hari penuh. Charvi bertemu Nic tepat satu hari sebelum ia terbang ke Paris untuk mengejar mimpi. Hari itu untuk kali pertama ia mengaku jatuh cinta kepada laki-laki yang baru saja ia kenal—suatu hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya.

Berpegang pada rasa saling percaya, Charvi dan Nic berjanji untuk bertemu lagi satu tahun kemudian di tempat yang sama. Namun, satu tahun adalah waktu yang lama. Satu tahun bisa mengubah apa saja, termasuk cinta. Masihkah Charvi menjaga perasaannya untuk Nic setelah keduanya terpisah jarak dan waktu yang terbentang antara Perancis-Jakarta?

Paperback, 224 pages

Published March 14th 2016 by Gramedia Widiasarana

ISBN 139786023753758

URL: http://www.gramedia.com/categories/books/fiction-literature/romance/00-00-0.html

Kesan

Ekspektasiku terhadap buku ini adalah cerita yang manis bikin sedih karena seperti dikatakan host blog tour bahwa novel ini menceritakan tentang perkenalan selama satu hari. Waktu yang singkat namun memiliki alur yang panjang. Sangat menyedihkan membayangkan bagaimana tokoh bertemu, menghabiskan waktu satu hari bersama-sama, hingga akhirnya harus berpisah selama 3 tahun tanpa komunikasi. Menyedihkan. Tragis.

Namun sayangnya kata ‘menyedihkan’ atau ‘tragis’ tidak dapat saya gunakan untuk mendeskripsikan novel ini bukanlah bacaan menye ataupun dongeng yang mudah ditebak di akhir.

Novel ini sangat romantis dengan caranya sendiri. Bukan lewat kata-katanya—walau tetap ada quote yang membuat saya tersentil—tapi lewat show. Seperti ketika Char dan Nic kehujanan lalu Nic memberikan kaos keringnya untuk Char agar Char tidak sakit apalagi esok harinya Char akan flight ke Paris. Perhatian-perhatian kecil jika kalian baca sendiri bakal bikin baper. Apalagi setelah itu… (Isi sendiri kalau udah baca)

Banyak adegan hot di cerita ini, jadi saya sarankan reader harus sudah cukup umur untuk membacanya. Mengingat akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang mengangkat tema “aku meniru dari internet”. Semoga nggak berakibat buruk bagi pembaca walaupun nggak dideskripsikan secara detail. masih terkendali…

Setting

Pendeskripsian latar tempat Jakarta dan New York pada novel ini masih terlalu sederhana. Lebih sering penggambaran sebuah ruangan daripada kota. Masih kurang tapi karena saya terbiasa baca cerita bersetting sama, jadi mudah dibayangkan tempatnya, suasana, dan waktunya.

Tokoh

Berputar pada cerita satu hari Char dan Nic dengan sudut pandang Char sebagai orang pertama membuat emosi Nic dan tokoh lain kurang, untung saja ada pertolongan dari emosi dan pemikiran Char yang kadang bikin greget.

Char ini perempuan yang terkena trust issues. Sebuah ide yang aku suka banget. Dia nggak mudah percaya sama orang, kerjaannunya negthink mulu. Tapi setelah ketemu Nic, entah bagaimana dia jadi terbuka. Char juga orang yang memegang teguh kejujuran, hal yang sangat penting untuk pondasi sebuah hubungan. Walaupun tahu kejujuran itu menyakitkan, ia tetap membuka kejujuran itu. Ugly honest is better than beautiful lies.

Dalam bayanganku Nic udah benar-benar dewasa. 25 tahun terlalu muda peace mungkin karena aku selalu melihat orang Eropa itu memiliki wajah yang terlihat lebih tua dari aslinya. Mata yang menjorok ke dalam, bulu mata tebal, dan tinggi besar. Dia ini jenis laki-laki yang terorganisir, penyuka detil, selalu meyakinkan diri sebelum memutuskan, dan kalem.

“You know, when he said he fall in love with you, he meant it.”

Sedikit bagian yang menceritakan tentang Kev. Porsinya dikit banget, saya jadi kurang bisa menggali karakternya. Ia pengertian walaupun marah sekalipun dan juga sekali menyukai sesuatu ia akan mendalaminya hingga memperlihatkan ekspresi yang bikin bahagia. Istilahnya, he’s passionate.

People are prettiest when they talk about something they really love with passion in their eyes.

Nay. Hohoho dia sahabat yang asyik walaupun si*lan banget. Pengaruh pergaulan kali ya dia jadi kayak gitu. Tapi sumpah aku juga setuju seperti yang penulis ceritakan kalau “Jenis pertemanan yang tidak setia malah membuat kami setia satu sama lain”. Tidak setia di sini adalah sering mengumpankan teman untuk kepentingan dirinya, mendapat rezeki dari ketidakberuntungan lainnya.

Alur

Alur cerita yang maju mundur diatur dengan penanggalan pada setiap bab. Jadi harus teliti kalau baca 00:00 ini soalnya aku pernah nggak peduli sama waktu yang tertera jadi bingung. Ini kapan sih?

Ending

Endingnya bisa saya terima kalau keputusan Char akan seperti itu. Ending yang tenang, benar-benar sebuah penyelesaian yang bijak.

Pembelajaran cinta

Dari novel ini saya menemukan banyak pelajaran dan tentunya quote.

Falling in love feels amazing but terrifying at the same time. And I know why is it like that. Because you admit to having a lot to lose when you admit to love someone.“—hlm. viii

Maybe you don’t believe in soulmate or the other crap. But I do. Becaise I already have one.“—hlm. 20

“Mendapat kepercayaan orang itu sulit, maka jangan pernah merusaknya.”

“Mencintailah dengan bijaksana.”

“Cinta itu bukan cuma pakai hati, tapi juga logika.”

“Jangan bertaruh pada takdir.”

Overall

Ini kedua kalinya saya membaca karya Ardelia Karisa. Sebelumnya saya sempat membaca One Meaning, Thousand Ways, I Love You. Dari situ saya bisa membandingkan bahwa banyak hal yang masih sama dilakukan oleh kak Ardelia, seperti gaya penulisan yang menggunakan 30% bahasa Inggris, pengambilan latar luar negeri, profesi tokoh sebagai penulis, genre yang digunakan, bahkan caranya bercerita yang nggak bisa saya jelaskan karena nggak tau ngomongnya. Hehe…

😅

Yang paling saya suka adalah benang merahnya. Seperti prolog yang menggambarkan ending, cerita satu hari, bertaruh pada takdir di pertemuan selanjutnya, dan ending yang bijaksana dalam menyikapi kerumitan cinta.

Itu kelebihan dari novel ini.

Dan ya… Judul serta blurbnya memikat sekali kan? Ketika saya mendapat kabar mengenai terbitnya 00:00, 17:17, dan 11:11 oleh Grasindo saya langsung tertarik dengan ketiganya. Tapi yang paling menarik memang 00:00 karena, judul itu seperti misterius, ada apa dengan tengah malam?

The last but not least Dwitasari berkomentar pada buku ini, “Menyenangkan dan meneduhkan, itu yang aku rasakan ketika membaca tulisan Ardelia. Nikmati novel ini sampai akhir dan temukan kejutan yang bikin kamu merinding!”

Aku kurang setuju dengan itu. Novel ini tidak meneduhkan karena banyaaak konflik yang bikin tegang. Hanya endingnya yang bikin teduh. Ahh novel ini mengajarkan kedewasaan bagi saya.

⭐⭐⭐ of 5 stars. Good job kak Ardelia Karisa! Terima kasih atas hadiah blogtour ini 😆 terus berkarya kak!

Selamat membaca!

Iklan

3 thoughts on “00:00 by Ardelia Karisa

  1. Wah, terima kasih review yang sangat detail dan menurutku tidak ‘kissing my ass’ ini hahaha. Kayaknya aku sudah pernah baca review ini tapi hanya sekilas dan baru baca sekarang lewat pc, thank you sekali lagi ya review-nya. Aku sangat appreciate ada pembaca yang mau meluangkan waktu untuk menulis seperti ini. Semoga kedepannya aku bisa menulis lebih baik lagi jadi bisa meraih bintang lebih dari tiga dari kamu *wink*

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s