Masa Lalu Kok Dilupain

Harimu telah berganti
Siang malam terjadi
Bulan demi bulan terlalui
tahun ke tahun mengalir
Sejalan takdir

Kenangan yang terpatri
Dalam sanubari
Pembelajaran hidup
yang berarti
Memberikan rambu
untuk terus berlari.

Larian menuju tarekat
Bergerak menentukan arah
Karena hidup bukan
hanya sebatas mimpi.

Itu adalah puisi yang kubuat dengan sungguh-sungguh untuk kado seseorang. Puisi yang kukirim bersama berbaris-baris kalimat “menjijikan” lewat email.

Beberapa waktu kemudian, aku rombak puisi itu. Aku buat menjadi lebih baik (versiku). Tentu saja butuh waktu cukup lama untuk mengatur diksi dan alur. Ya, puisi juga butuh alur. Apa yang menjadi inti puisi itu harus mudah ditangkap atau dimengerti secara kronologis. Lalu, jadilah seperti ini:

Ucapan Ulang Tahun

Harimu telah berganti
Siang-malam terjadi
Bulan demi bulan
Tahun ke tahun
Hal yang mengalir
Sejalan takdir

Kenangan yang terpatri
Dalam sanubari
Pembelajaran hidup yang berarti
Memberikan rambu untuk terus berlari

Selamat hari jadi
Teruslah menggapai mimpi
Segala doa terus terijabahi

Pada bulan Agustus tanggal tua, ada event dimana peserta disuruh mengirimkan karya tulis dengan bentuk dan tema bebas. Boleh puisi, cermin, dsb. Yang penting original.

Aku ragu mengikuti kuis tersebut, karena saat itu aku benar-benar nggak ada ide. Berhari-hari aku hanya menyimpan informasi tentang event itu. Lalu aku sadar kalau punya banyak draft tulisan di konsep sms-ku. Aku buka dan filter semua karyaku, kemudian aku nemu sebuah puisi anak SMP dengan gaya bahasa anak SD. Itu puisi terbaik menurutku.

Aku kirim, lalu aku cari lagi mungkin-mungkin ada yang lain. Akhirnya nemu deh puisi ultah itu. Puisi yang pernah aku kirim untuk orang “penting”-ku dulu. Namun aku ragu, ah, puisi kayak gini apa menang? Tapi aku nekat. Biarlah, makin banyak ngirim makin banyak peluang. Maka akupun mengirimkan dua puisi itu.

Kemarin (14/9/16) sebelum aku tidur—eh, maksudnya ngelanjutin tidur—aku iseng-iseng search “giveaway” di kotak pencarian twitter. Aku scrolldown terus nyari GA mana yang belum aku ikutin. Ups, aku liat pengumuman giveaway #ILYS, langsung aku buka website-nya. Terus… TARAAAA!!

Namaku disebut pertama kali bersama puisi ulang tahunku. Siapa yang enggak kaget coba? Mataku langsung ngejreng nggak jadi ngantuk..

Langsung aku komen setelah kubaca habis.

“Aku sampai lupa kalau pernah ikut event ini. Dan, aku menang? Waks, puisi yang itu? Yang ITU?! :O

Ah, keinget seseorang yg kukirimi puisi itu :’)

Terima kasih sudah menyukai puisi saya.”

Iye, aku bahkan udah lupa sama kuis itu. Dan nggak nyangka kalau Dia-Yang-Namanya-Nggak-Boleh-Disebut bisa memberikan inspirasi yang menghasilkan berkah buatku. Hey! Secara, itu dia! Seseorang yang udah hampir dua tahun nggak pernah nyapa, jarang ngobrol, natap pun enggak. Padahal 2,5 tahun lalu kami pernah dekat.

Ah, bahagia rasanya kalau ada seseorang yang mengapresiasikan karya kita. Apalagi itu oleh si Penulis buku langsung.

Jadi guys, nggak semua kenangan masa lalu yang menyakitkan harus dilupain, ya? Contohnya ya ini, kita malah bisa mengolah kenangan kita menjadi sesuatu yang menghasilkan berkah buat diri kita sendiri. Mungkin kita sangat membenci diri sendiri jika melihat kesalahan di masa lalu, tapi nyatanya ada juga orang yang malah menyukai keterpurukanmu dan mengambil ilmu dari situ. Bukankah itu sebuah keberkahan? *Lalu apa hubungannya sama puisiku? Ga ada, Cuma mau ngasih tahu. Aku benci Dia-Yang-Namanya-Nggak-Boleh-Disebut tapi nggak bisa ngelupain kenangan*
Ada hikmah dibalik cobaan, ada senyum setelah tangis, ada udang dibalik batu, ada gula ada semut. Ada aku ada kamu (dan pacarmu). Jiahhh baper… :3

Oke, maka dari itu JAS MERAH. Jangan lupakan sejarah. Karena mempelajari sejarah bisa membuatmu merenung dan memperbaiki hidup. Karena sejarah juga bisa bla bla bla bla *mulai ngaco–“

Sekian dari saya, selamat mengais kenagan terus didaur ulang :p 😀

Oh iya, review novel ILYS (I Love Your Secrets) by Serenata Kedang bisa dibaca di sini

NOTE: Dia-Yang-Namanya-Nggak-Boleh-Disebut alias “Voldemort”-ku bukanlah kekasihku. Sama sekali bukan, oke? Dia hanya masa laluku yang memberikan warna baru saat kehidupan baruku bermula. 😂

Nb: Salam ikhlas untuk kau yang dekat di jarak jauh di hati. Apa kabar?

***

Ditulis pada bulan Agustus 2016 dan di publikasikan pada Hari Puisi Nasional 2016

Iklan

One thought on “Masa Lalu Kok Dilupain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s