[Book Review] Moon in The Spring by Hyun Go Wun

img_20160222_013859.jpg

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian….

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal. Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia… meski ia merasa lelah.

IDENTITAS BUKU

Moon in the Spring by Hyun Go Wun
Paperback, 405 pages
Published September 25th 2014 by Penerbit Haru
ISBN 139786027742390
Edition: Indonesian


Novel Spring In the Moon ini dapat dibeli secara online di Bukupedia. Klik tautan dibawah ini untuk informasi selengkapnya.

http://www.bukupedia.com/id/book/id-87653/?m=1


SINOPSIS

Dal-Hee adalah seorang calon dewi. Perilakunya yang suka membuat onar memperlambat proses menjadi dewi. Andai ia dapat beradaptasi dengan lingkungan kehidupan langit dengan baik, ia pasti sudah dapat menyelesaikan tugas bereinkarnasi yang ke-6 seperti kakaknya, Hae-Seong.

Tidak mudah menjadi seorang dewi. Banyak sekali hukum dan larangan yang berlaku dan harus dipahami Dal-Hee. Hingga di reinkarnasi kali ini, ia bertekad untuk tidak jatuh cinta pada pria tampan apalagi sampai terlena. Karena hanya dengan menghindari hobinya itu, dia akan menjadi dewi.

Mampukah Dal-Hee meninggalkan hobinya? Akankah ia menjadi seorang dewi? Apakah ia dapat berhenti melakukan keonaran?

Hingga suatu hari ia mendengar jerit seorang perempuan yang tidak ingin lagi hidup karena tidak ada seorangpun yang peduli padanya. Seorang perempuan bernama Ji-Wan yang putus asa karena berbagai macam persoalan hidup, seperti kematian ayah kandungnya, sikap dingin tunangannya yang serakah, dan ia merasa tidak ada seorangpun yang mencintainya di dunia ini.

Dal-Hee yang masih memiliki jiwa kemanusiaan pun tersentuh sampai ia membuat sebuah janji terakhir kepada Ji-Wan sebelum Ji-Wan meninggal pergi bersama malaikat kematian ke alam bawah tanah. Dal-Hee akan mengubah hidup Ji Wan dan seluruh orang di sekitar Ji-Wan.

Dan dia berjanji akan mengubah tunangan Ji-Wan menjadi manusia yang sebenarnya.

Ia pun bereinkarnasi menjadi Ji-Wan. Dal-Hee hidup di dalam tubuh Ji-Wan. Tubuh yang sudah ditinggal pemilik aslinya. Sebuah pelanggaran fatal yang dilakukan calon dewi.

Perubahan kepribadian yang mencolok dalam diri Ji-Wan membuat Min-Hyuk bertanya-tanya. Ia pun berencana membuktikan apakah Ji-Wan ini memang benar-benar tunangannya.

Hingga tanpa sadar hubungan mereka lebih dekat karena keinginan masing-masing dan efek kebersamaan. Ji Wan yang ingin mengubah Min Hyuk menjadi manusia sutuhnya. Dan Min Hyuk yang ingin membuktikan apakah Ji Wan benar tunangannya? Kenapa sifatnya berubah drastis?

Tanpa sadar keduanya larut dalam lingkaran konflik yang panas penuh gejolak.

“Aku tidak mungkin membiarkanmu dalam keadaan berbahaya seperti itu, sendirian.” (209)

Apa Min-Hyuk akan sadar? Apa yang akan terjadi pada mereka berdua? Apa Min-Hyuk akan berubah menjadi lebih manusia? Jika misi Dal-Hee dalam tubuh Ji-Wan berhasil, bagaimana dengan Min-Hyuk?

“Yang paling penting sekarang adalah wanita yang ada di dalam pelukanku ini. Dia saja sudah cukup.” (Hlm. 185)

Perjalanan kehidupan Ji-Wan (Dal-Hee), Min-Hyuk, dan I-Gu (Malaikat kematian nomor 2999) pun dimulai.

REVIEW

Jam segini (read: 01.15 AM WIB) baru aja selesai baca #MoonInTheSpring karya Hyun Go Wun. Pertama liat label penerbitharu langsung aku samber dari rak perpus. 😋😍
image

Ratingnya ⭐⭐⭐⭐

Novel K-Iyagi kedua yang saya baca serta yang pertama membuat saya sedih nggak karuan. Sampai bendungan juga pecah 😭😫 Cerita ini seperti lumpur penghisap. Awalnya saya tidak paham dengan jalan ceritanya, kemungkinan besar saya sedang beradaptasi dengan bahasa dan alurnya. Lalu sedikit demi sedikit saya dibuat tenggelam dengan alurnya yang lambat namun kuat. Penulis seringkali menyisipkan kata-kata yang membaperkan diri. Hingga akhirnya saya jatuh pada pesona karakter tokohnya serta ceritanya yang susah lepas dibaca. Sedikit demi sedikit saya tenggelam, sampai saya tidak kuat menahan sedih membayangkan endingnya. Rasanya cemas sekali membayangkan Min-Hyuk di akhir cerita.

“Lupakan hari ini. Apa yang terjadi hari ini, lupakanlah. Biarkan aku saja yang mengingat ini semua.” (hlm. 362)

Dari awal saya percaya kalau

“Sekuat apapun tembok dibuat, jika air hujan jatuh tepat di atasnya, maka tembok itu akan terkikis sesikit demi sedikit.”

Begitulah hal yg aku tangkap dari awal cerita ini.😇:)

“Jangan pernah memandang pria lain. Bahkan walau hanya memikirkan dalam kepalamu saja… jangan. Dan jangan juga berikan kesempatan kepada mereka.” (289)

Sukses baper! Kata-kata dan adegan-adegan romantis yang dibuat penulis berdosis sedang namun frekuensinya banyak membuat overdosis. Contohnya quote di atas, siapa yang nggak meleleh dan bisa berhenti baca? Huhuhu…

Beberapa hal yang membuat saya bingung ada pada alasan kenapa Seo-Yeon meninggalkan Min-Hyuk, kenapa ayah Seo-Yeon tidak merestui hubungan mereka dan memutuskan memisahkan mereka. Saya kurang memahami bagian itu. Namun feel penuh cemburu yang ditampilkan Ji-Wan atau Min Hyuk yang melihat kedekatan Ji Wan bersama Seok Hwan lumayan kuat, saya terlarut.

Review saya kalau menurut unsur instrinsik novel adalah: (beuh! Kayak guru bahasa Indonesia)

Tema yang diangkat unik. Dewi yang bereinkarnasi pada tubuh yang telah mati untuk mengubah tunangan menjadi lebih manusia. Saya belum pernah membaca yang model begini. Dan berhasil menarik perhatian lewat blurbnya.

Tokoh yang dibuat cukup banyak, yang paling saya suka selain tokoh utama adalah Min Ra—adik tiri Ji Wan. Dia ini tokoh pembantu yang sangat inspiratif, mengubah diri menjadi lebih baik untuk menggaet perhatian I-Gu yang ia cinta setelah putus cinta. Dan sikapnya itu lhoo masih kayak anak kecil, padahal udah berumur 20an. Penyemarak suasana selain ibunya yang kadang ngeselin.

Tokoh pendukung lain seperti Yoon-Wan dan Seon-Yon juga membuat konflik semakin meruncing. Ibaratnya mereka perusuh kehidupan.

Latar tempat di sini tidak terlalu ditonjolkan dengan deskripsi-deskripsi yang padat. Bisa menjadi kelemahan nocel jika sang pembaca tidak dapat berimajinasi dengan deskripsi tempat yang singkat. Tapi bisa juga menjadi keuntungan pembaca yang tidak terlalu suka bahasa deskripsi yang panjang dan lama.

Kalau aku sih bisa membayangkannya, cukup sering baca buku Korea jadi, yaa lumayanlah.

Bukan berarti setting yang lain juga tidak bagus lho, Go Wun membuat novelnya dengan setting waktu yang sesuai banget dengan judulnya, Spring. Itu keliatan dari penggambaran lewat bunga-bunga yang tumbuh, lewat bulan, dan pesona alam lain.

Latar suasana yang berubah setiap konflik yang dibuat sangat bagus.

Sudut pandang orang ketiga serba tahu membuat proses cerita lebih seru, perasaan dan perilaku tokoh digambarkan penulis dengan baik.

Amanat? Waah satu yang paling menonjol. Hati-hati menjaga hati nanti jatuh hati. Karena cinta datang pada orang yang tak menutup kuat pintu hatinya.

Kekurangan dari novel ini ada pada nama tokoh yang panjang, bagi sebagian orang yang terbiasa itu nggak masalah, tapi saya nggak paham dengan nama Korea yang selalu mirip. Jadi ya, susah menghapalnya.

Kekurangan yang lain soal Min Hyuk tang nggak direstui dengan Seo Yon. Sudah saya bahas diatas ya?

Kemudian review berakhir. Saya nggak rela cerita ini berakhir, masih kurang, beginilah sifat manusia yang tidak pernah puas. Hohoho…

Semoga rasa tidak rela dapat diobati dengan quotes di bawah ini.

Maaf apabila ada salah penulisan.

Terima kasih, great story!

Sprout,

Pramestya Ambangsari

Iklan

One thought on “[Book Review] Moon in The Spring by Hyun Go Wun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s