[REVIEW] Satria November #1 by Mia Arsjad

picsart_02-29-02.50.48.jpg

Cuma mo pengakuan aja.

Sebenernya tiket itu gue beli buat gue nonton berdua sama lo.

Tapi dipikir-pikir, kayaknya lo bakalan lebih seneng kalo nontonnya sama Gian.

Sebagai cowok yang berjiwa besar, bertanggung jawab, dan heroik kayak gue, y a gue ikhlasin deh.

Kalo habis ini Gian masih maju-mundur nggak nembak-nembak, bilang sama gue.

Biar gue yang nembak lo.

Soalnya… sebenernya gue juga nggak keberatan kok punya cewek bawel, judes, galak, suka demo, dan hobi jerit-jerit kayak lo. ☺
Sekali lagi, maafin gue ya, Mi, selama ini udah bikin lo susah. ☺

PS: Awaaasss… jangan macem-macem sama Gian di dalem bioskop yaaa…

-INOV-

Idih! Mima mendelik kesal. Ihhh! Siapa juga yang mo punya pacar robot korslet?! Mima mendekap surat dari Inov sambil senyum-senyum sendiri.

Inov. Semua kenangan, ketengilan, dan rahasianya yang bikin repot dan nyaris membahayakan mereka, nggak mungkin bakal Mima lupain seumur hidup.

BIODATA BUKU

Satria November
Oleh Mia Arsjad

Ilusrator: eMTe

Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Anggota IKAPI, Jakarta, Oktober 2009

Cetakan kelima: November 2014

ISBN: 978-602-03-1091-6
248 hlm.; 20 cm

Rating: ⭐⭐⭐


Novel Satria November #1 ini dapat dibeli secara online di Bukupedia. Klik tautan dibawah ini untuk informasi selengkapnya.

http://m.bukupedia.com/id/book/id-88100/?m=1


SINOPSIS

Mima cewek yang hobi protes itu nggak terima ketika Mama dan Papanya bilang  sudah menjadi keputusan bulat bahwa anak sahabat Mama akan ada yang tinggal di loteng rumah mereka. Mima merasa dia juga berhak buat ngaih pendapat apa dia setuju atau tidak. Apalagi katanya anak sahabat Mamanya ini habis keluar dari rehabilitas narkoba. Jelas dia tambah berapi-api ingin berunjuk rasa. Namun terlambat, ketika ia ingin menyuarakan pendapatnya, anak itu dan mamanya datang.

Inov—nama anak yang akan “dititipkan” itu—disekolahkan di sekolah Mima, jelas Mima kaget, padahal dia sudah berdoa semoga Inov didaftarkan di sekolah Mika—kakak kembarnya saja.

Karena serumah dan satu sekolah dengan Inov membuat Mima terpaksa harus ngenalin lingkungan baru kepada Inov. Dan itu menambah kedekatan mereka berdua sekaligus kesetresan Mima.

Gimana nggak setres, kalo Inov jarang bicara? Ngomong cuma sepatah kata, kadang malah cuma ngangguk atau geleng. Bener-bener kayak robot!

Tapi, siapa yang nyangka kalau Inov si Robot Korslet ini punya rahasia yang nggak ada satupun orang tahu kecuali Mima? Rahasia itupun Mima dapat setelah peristiwa Inov sakaw di kamarnya. Gara-gara rahasia itu, Mima jadi semakin dekat (overprotective) dengan Inov. Dia khawatir Inov nggak aman.

Lalu, rahasia terbesar pun terungkap. Membuat Mima terpaksa harus ikut Inov bergulat dengan komplotan pengedar narkoba. Sendiri. Tanpa bantuan Mika kakak kembarnya, tanpa bantuan orang tuanya, apalagi Tante Helena mamanya Inov. Bisa seberapa lama dia kuat menyimpan rahasia itu? Dan berapa lama lagi Inov akan bertahan ditindas bandar-bandar itu?

 

REVIEW

Ceritanya ringan, campuran antara tegang, banyak banyolan yang bikin rileks, dan karakter Mima yang heboh sukses meramaikan suasana kamarku. 😀

Sama seperti buku-buku kak Mia yang lain, bahasa yang digunakan mudah dipahami, dibubuhkan juga bahasa Sunda (yang asli, saya kurang paham artinya) :3

Ketika saya membaca buku ini, lebih banyak ketawanya daripada tegangnya. Maksudnya, konflik cerita yang disuguhkan kurang bikin aku melonjak kagetttt get get.

Mungkin karena ini buku pertama dari sekuel Satria November, jadi lebih kayak pengenalan dulu.

Alur yang disajikan alur maju, jadi nggak usah takut bingung harus mikir sama nginget-inget kejadian yang berkaitan dengan masa lalu. Ciee bahagia nggak usah inget masa lalu penuh mantan abaikan

POV yang digunakan POV 3, jadi sudut pandangnya lebih luas. Temanya juga cocok banget buat remaja masa kini, bisa buat referensilah, betapa bahayanya narkoba bagi masa depan.

Kalau soal tokoh, favoritku Inov (jangan tanya kenapa karena kalau kamu masih remaja, kamu pasti juga sejenis sama aku) dan Mika. Walaupun Mika nongol nggak banyak, tapi aku sangat suka sama karakter kakak beda gender.

Oh ya, FYI, hebatnya kak Mia itu kalau nulis sesuatu di bab sebelumnya, di bab selanjutnya pasti sering dibuktiin. Jadi, nulis hal kecil nggak cuma buat basa-basi, tapi buat penguat hal yang lebih gede.Bahasa anak blogger lain, “nggak cuma tempelan”.:D

Ada satu typo pada halaman 183 “… berlari-lari heboh mendatangi tiga tiang yang lagi berenang.” Harusnya orang.

Favoritku:

“Pernah nggak kepikir sama lo, Nov, bisa aja narkoba memang bagian dari cobaan yang harus dia hadapin. Yang harus dia ikutin, atau tolak. Jadi, kalo nggak dari lo, bisa aja kan dari orang lain? Semua itu sebetulnya tergantung kitanya kok.”—hlm. 199

“Semua yang ada di dunia ini kejutan—paket yang dibungkus rapi.”—hlm. 200

Overall, aku suka, tapi kurang greget, jadi cuma bisa kasih 3 bintang dari 5. Tambahan bintang lain buat covernya yang asli bikin langsung aku ambil dari meja perpus.

Cek juga Komentarku tentang Satria November #2 di sini

Maaf banyak salah, terima kasih, dan mohon kritik sarannya jangan lupa. Sekian.

Hoho,

Pramestya Ambangsari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s