[REVIEW] Wrecking Eleven by Haris Firmansyah

wp-1456380223836.jpeg

Sepak bola menjadi titik balik kemampuanku setelah entah sudah berapa ratus kali kalah dalam pertarungan tazos, bayblade, maupun tamiya. Setelah menemukan passion itu, aku harus berjuang untuk bersama Bang Jep demi mencairkan tim sepak bola Garuda Baja yang sudah setahun dibekukan. Jatuh-bangun kami menghidupkan tim ini kembali…. Duh, kok jadi kayak lagu.

Persatuan dan kesatuan kami diuji ketika kekalahan dan hal lain menghampiri tim Garuda Baja. Rupanya, strategi dan kemampuan saja tidak cukup dalam sepak bola. Kerja sama sangat dibutuhkan. Apalagi, setelah sebagian besar anggota ada yang dapat kontrak iklan sosis dan kacang atom lah, kumat main PS-lah, milih nemenin ceweknya lah, Piala Walikota ini makin berat didapat.

Kami adalah sekumpulan pejuang di lapangan.

“Di lapangan, kita satu tim. Di luar lapangan, kita sahabat.”

IDENTITAS BUKU

Wrecking Eleven by Haris Firmansyah
Mass Market Paperback, 180 pages
Published August 1st 2015 by Ping!!!
ISBN: 139786022791799

Rating: ⭐⭐⭐⭐

SINOPSIS

Awal cerita ini mengisahkan tentang kehidupan Seto sebagai anak kecil yang selalu ketinggalan zaman dalam pergaulannya. Ketika teman-temannya bermain digimon, Seto meminta mainan yang sama dengan emaknya, namun yang terjadi bukannya diberi digimon tapi batu untuk main dampu. Setelah digimon didapatkan, teman-temannya sudah berganti tazos.

Keterlambatan yang sama juga terjadi di tren berikutnya. Dia selalu terlambat dan merasa seperti disisihkan dari pergaulan apalgi oleh Rahmet yang selalu juara dalam permainan.

Tapi semua itu tidak berlaku ketika kartun ‘Captain Tsubasa’ merajalela. Seto malah merasa sepak bola menjadi titik balik kemampuannya setelah berulang-kali dipecundangi dalam pertarungan Tazos, Bayblade, maupun Tamiya.

Setelah masuk SMP, dia mulai mengikuti ekskul sepak bola yang dilatih oleh Pak RT-nya sendiri. Seto dan kawan-kawan berlatih cukup keras, ditambah rasa semangat Seto yang lebih membara setelah mengenal Gadis dan tau bahwa perempuan itu sering menontonnya berlatih. Tapi sayangnya, Rahmet kembali mencundanginya, Seto merasa seperti anak kecil yang direbut mainannya. Diapun melupakan cinta dan Gadis sepenuhnya, kejuaraan tingkat kecamatan menantinya, dia harus konsentrasi.

Akhirnya dia sukses memenangkan pertandingan selama tiga tahun berturut-turut. Seleksi yang dilakukan sebelum masuk ekskul sepak bola ternyata tidak sia-sia dan juga perkataan Pak Wah a.k.a Pak RT yang terbuktikan kebenarannya di pertandingan.

“Selain skill, yang dibutuhkan seorang pemain bola adalah attitude.” (hlm. 31)

Ketika SMA, Seto tidak masuk ke sekolah yang sama dengan Rahmet dan juga Gadis–SMKN 13 Kota Baja yang terkenal akan tim sepak bolanya. Seto menghindari mereka berdua karena setiap melihat mereka berdua bersama konsentrasinya pecah. Maka diapun masuk ke SMA Garuda Baja.

Hari pertama dia kecewa sekali karena tidak ada ekskul sepakbola, adanya ekskul dance dan kebanyakan ekskul yang berbau K-Pop. Ekskul yang bukan passionnya.

Seto mencari informasi tentang ekskul sepak bola, dia bertemu dengan Bang Jep yang dulunya tergabung dalam tim. Ternyata di balik ketiadaan ekskul itu ternyata ada kisah sebab-akibatnya. Mereka berdua–Seto dan Bang Jep–kemudian berusaha keras mendapatkan kembali tempat untuk ekskul sepak bola. Mereka diberi kesempatan untuk mengumpulkan minimal sepuluh anak yang mau gabung dalam tiga hari oleh kepala sekolah.

Dikumpulkannya sembilan orang tambahan setelah nyaris saja ekskul sepakbola ini batal dicairkan. Maka terkumpulah 11 anak yang memiliki bakat masing-masing, bakat yang tidak menjurus langsung pada persepakbolaan namun tetap ada kaitannya dan fungsi di lapangan.

Dapatkah mereka memenangkan Piala Wali Kota yang terakhir kali dimenangkan oleh SMKN 13 Kota Baja sang juara bertahan. Sebuah piala yang hanya bisa dimenangkan lima tahun sekali. Mampukah mereka bertahan dan memenangkan pertandingan dengan dua kali latihan?

“Gue nggak bisa terus-terusan lari dari barisan perang, sementara kalian mati-matian mempertahankan gawang kita. Gue ingin punya kegunaan di tim ini.” (hal. 98-99)

Mampukah mereka merebut piala di final setelah hampir semua anggota ada yang dapat kontrak iklan sosis dan kacang atom, kumat main PS, milih nemenin ceweknya, piala Wali Kota makin berat didapat.

 

REVIEW

Akhirnya kelar baca, awalnya aku nggak terlalu mudeng sama apa yang dibicarain, sampai-sampai aku berhenti dan ganti buku bacaan. Tapi setelah aku baca ceritanya lagi, aku merasa moodku keangkat dan kuteruskan baca. Puas banget sama ceritanya.

Cerita yang sangat menarik dengan banyaknya candaan.

Novel romance komedi gokil campur sepak bola. Membaca dari awal hingga pertengahan membuatku merasa ini bukan novel yang seperti disebutkan di cover, tapi ‘novel sepak bola komedi gokil campur romance’, karena unsur romance-nya sangat sedikit dan didominasi oleh cerita sepak bola. Tapi setelah sampai akhir membaca, saya mengerti kenapa ini disebut novel seperti itu. Sajian endingnya yang membuat novel ini romance, sedangkan alurnya benar-benar dominan sepak bola.

Kegokilan yang mengundang tawa walaupun dengan bahasa alay-lebay. Tapi disitulah lucunya.

Karakter tokoh yang dibuat sangat menarik, mengingatkan kita pada perbedaan yang ada dapat memperkuat sebuah tim. Beberapa bagian membuat saya merasa terharu, mereka (tim Garuda Baja) sangat berusaha keras walau banyak rintangan. Ada juga satu bab penuh yang membuat saya uring-uringan, kok begini sih? Bahkan saya merasa sebal sendiri, seakan sayalah yang menjadi Seto dan menghadapi masalah itu. Kalau dipikir-pikir, konflik ceritanya sangat real, ada benar di dunia nyata.

Recommended banget buat kamu yang pengen dibuat ketawa, ningkatin mood, dibuat deg-degan, terharu dan sebal setelahnya. Pokonya keren banget ceritanya. Asik.

Semoga nggak spoiler. Terima kasih 😝😁

Pramestya Ambangsari

Iklan

3 thoughts on “[REVIEW] Wrecking Eleven by Haris Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s